
...Hari ke 3 setelah pernikahan....
Setelah mengantar kepergian Gryson, Filia tersenyum sendiri, entah apa yang sedang ia rasakan, yang pasti pipinya sudah merah sekarang.
"Kenapa pipi ku terasa panas ya? Jantung ku juga terus berdetak kencang, padahal aku sedang tidak demam" batin Filia seraya terus memegang pipi dan dadanya secara bergantian.
Hingga beberapa saat kemudian, ia di kejutkan oleh suara bunyi bel yang berbunyi tepat di sebelah tubuhnya, dan membuatnya terlonjak kaget.
Filia pun segera berbalik untuk membukakan pintu apartemen, ternyata orang itu adalah Bibi yang tadi pagi Gryson katakan akan membantunya menyelesaikan pekerjaan rumah, juga membantunya belajar memasak.
"Selamat pagi, Nyonya muda," sapa Bibi itu.
"Pagi juga, Bi. Mohon bantuannya, saya tidak terlalu bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga," ucap Filia.
"Baik, Nyonya. Tuan muda sudah memberi tahukan semua tugas saya di sini. Anda bisa memanggil saya Bi Nani, mulai saat ini saya akan datang setiap pagi dan akan pulang kembali saat sore hari," ucap Bi Nani.
"Baik, Bi. Saya mengerti," jawab Filia seraya tersenyum manis pada Bi Nani.
Bi Nani merasa sedikit sungkan karena majikan tersenyum manis padanya, biasanya majikan akan sangat kaku dan menjaga jarak jika sedang berbicara dengannya.
Bi Nani merupakan salah satu pelayanan yang berada di mansion milik keluarga besar Gryson, saat ini ia di minta Tuan mudanya untuk membantu sang istri yang tinggal di apartemen.
"Kalau begitu, saya pamit untuk segera melaksanakan semua tugas saya," ucap Bi Nani pada Filia.
"Oh, iya, silahkan, Bi," jawab Filia membiarkan Bi Nani untuk mengerjakan tugasnya.
"Baik Nyonya muda, jika anda membutuhkan sesuatu, silakan katakan pada saya," ucap Bi Nani yang langsung diangguki oleh Filia.
Sementara Bi Nani membereskan apartemennya, Filia kembali masuk kedalam kamar sambil membawa kertas perjanjian yang sudah ditandatangani oleh Gryson.
Ia tidak akan membiarkan orang lain tahu tentang perjanjian yang ia buat dengan suaminya itu.
***
Di perusahaan, Gryson terus mengembangkan senyumnya, para staf perusahaan yang bekerja di sana merasa heran, karena tidak biasa bos-nya itu tersenyum. Mereka ingat terakhir kali bos-nya tersenyum seperti itu saat sang kekasih datang ke perusahaannya.
"Hey, apa kau lihat tadi Tuan Gryson tersenyum manis? Apa kekasih Tuan sedang berkunjung kemari?" tanya Staf A.
__ADS_1
"Bukankah mereka sudah lama tidak saling berhubungan lagi?" tanya Staf B.
"Masa sih? Lalu, kenapa Tuan Greyson bisa tersenyum cerah seperti tadi jika kekasihnya tidak sedang datang kemari?" tanya Staf C.
"Akh, apa Tuan Gryson sudah memiliki kekasih hati yang lain?" tanya Staf A dengan nada sedih.
"Entahlah, yang pasti aku sangat penasaran dan ingin tahu siapa orang yang sudah berhasil mengembalikan senyuman menawan milik Tuan Gryson," ucap Staf C yang diangguki oleh kedua temannya.
Gryson melangkah menuju ruang kerjanya di lantai dua puluh gedung itu dengan perasaan senang, bahkan ia juga sempat menyapa Alvin, Asistennya.
"Pagi yang cerah, Vin," sapa Gryson sebelum ia masuk ke dalam ruangannya.
Alvin merasa heran dengan sapaan bos-nya, lantaran di luar harinya sedang tidak cerah, bahkan lebih mendung dari hari kemarin.
"Selamat pagi juga, Tuan," jawab Alvin. Meskipun ia merasa heran dengan sapaan atasannya, Alvin tidak bertanya lebih lanjut, ia tidak ingin menghancurkan mood atasannya di pagi hari.
"Tolong kau siapkan berkas-berkas yang akan menjadi bahan pembahasan meeting nanti," perintah Gryson. Setelah mengucapkan itu, ia pun berlalu dari hadapan Asistennya dan masuk ke dalam ruangannya.
"Pak Alvin, sepertinya bos sedang dalam mood yang baik?" tanya Sari, sekretaris Gryson.
"Sepertinya begitu. Sudahlah, sebaiknya kita kerjakan saja tugas yang Tuan Gryson berikan," jawab Alvin.
Setelah itu, mereka pun mulai mengumpulkan materi yang Gryson butuhkan dalam meeting kali ini.
***
Tak terasa hari sudah beranjak siang, Gryson menelpon Filia untuk membawakan makan siang untuknya.
"Halo Lia, bisakah kau membawakan ku makan siang?" tanya Gryson saat Filia sudah menjawab panggilan darinya.
"Apakah aku harus datang ke kantor mu, Tu–, emm, maksud ku, Mas?" tanya Filia. Dia masih belum terbiasa dengan panggilan barunya.
"Iya, aku akan mengirimkan sopir untuk menjemput mu, kita makan siang bersama di kantor. Apa kau keberatan?" tanya Gryson, ia berharap Filia tidak menolaknya.
"Hmmm, ia, baiklah. Aku akan bersiap-siap terlebih dahulu," jawab Filia menyetujui ajakan Gryson.
"Oke, aku akan menunggumu," sahut Gryson sebelum ia mematikan sambungan teleponnya.
__ADS_1
Setelah selesai menelpon Filia, Gryson kembali tersenyum.
Ternyata tidak ada salahnya juga aku menyetujui surat perjanjian itu, Filia benar masih polos dan lugu, aku sangat menyukainya, batin Gryson tersenyum bahagia menatap foto yang baru saja ia pajang tadi pagi.
Ya, Gryson sudah memiliki satu fotonya, foto saat Filia menggunakan baju pernikahan mereka.
***
Di apartemen, Filia sibuk mencari pakaian yang pantas untuk ia kenakan ke kantor suaminya.
Uh, aku tidak mempunyai pakaian formal, selama ini pakaian ku santai semua, ujar Filia dalam hatinya.
Setelah acara memilih pakaian yang membuatnya bingung, akhirnya Filia memutuskan untuk memakai pakaian semi formal yang ia punya.
"Kurasa pakaian ini cocok, meskipun membuat ku terlihat lebih dewasa, tapi tak apalah," gumam Filia sembari bercermin.
Selesai dengan pakaiannya, Filia pun segera bergegas ke dapur untuk mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh Bi Nani.
"Bi, apa makanannya sudah siap?" tanya Filia pada Bi Nani.
"Sudah, Nyonya muda. Saya sudah menyiapkan semuanya dan sepertinya sopir yang Tuan utuskan juga sudah menunggu anda di bawah," ujar Bi Nani memberi tahukan keberadaan sang sopir.
"Baiklah, Bi. Aku akan berangkat sekarang. Terimakasih karena sudah membantu ku menyiapkan semuanya," ucap Filia seraya berpamitan pada Bi Nani.
"Baik, Nyonya. Sama-sama, itu sudah menjadi tugas saya," jawab Bi Nani.
Filia pun mengambil kotak makanan yang sudah tersedia dan berlalu meninggalkan Bi Nani di apartemennya. Dengan langkah cepat, ia segera menuruni gedung apartemen itu menggunakan lift.
Ting...
Lift berhenti di lobby apartemen, Filia segera berjalan keluar menghampiri satu mobil yang terparkir di sana.
"Selamat siang, Nyonya muda. Tuan Gryson sudah menunggu kedatangan anda." ucap sang sopir.
"Baiklah, Pak. Tolong antarkan saya ke sana," ujar Filia.
__ADS_1
"Silahkan, Nyonya muda," ucap sopir itu sembari membukakan pintu mobil untuknya.
Sopir itu pun mulai menjalankan mobilnya menuju perusahaan tempat Tuannya bekerja. Dengan perasaan berdebar, Filia mencoba untuk tetap terlihat tenang. Ia sangat gugup saat akan bertemu suaminya di luar apartemen.