
"Akh ...!"
Refleks, Filia berteriak karena terkejut saat ia bangun suaminya sudah ada di dalam kamarnya dan tidur sambil memeluk dirinya.
"Ada apa?"
Gryson bertanya dengan suara yang serak khas orang yang baru bangun tidur.
"Ke–kenapa kamu bisa ada di sini?"
Filia duduk dan beringsut menjauh dari suaminya, ia khawatir jika Gryson akan kembali marah karena sudah meninggalkannya saat ia tertidur.
"Tadi malam aku menyadari jika kau pindah kamar, makanya aku mengikuti mu."
Gryson menjawab tanpa membuka matanya mengantuk, lagipula saat itu masih pukul tiga dini hari.
"Tapi Tu, Mas, kamu membuatku terkejut dengan tindakanmu ini," gerutu Filia sambil mengerucutkan bibirnya dan menekuk wajahnya.
Gryson menarik tangan istrinya sehingga menimpa dada bidangnya.
"Sudah, tidurlah lagi. Aku bisa menepati ucapanku sendiri, jadi kau tidak perlu takut ataupun was-was padaku." Ia pun mengusap kepala Filia yang masih tertidur di dadanya.
Filia bisa mendengar dengan jelas detak jantung Gryson yang berpacu dengan cepat.
Wah ternyata dia juga bisa merasa gugup seperti saat ini, batin Filia sambil tersenyum. Ia pun membaringkan tubuhnya dengan nyaman, sebelum akhirnya kembali memejamkan matanya.
Aku akan melakukan apapun untuk membuatmu tetap berada di sampingku, batin Gryson. Ia benar-benar sudah memantapkan hati dan tekadnya untuk meneruskan pernikahan itu dan menerima Filia apa adanya sebagai teman hidupnya.
Akhirnya mereka pun terlelap kembali setelah tadi sempat terbangun dengan Filia yang masih berada di dekapannya.
***
__ADS_1
Pagi menjelang, Gryson bangun terlebih dahulu, ia segera kembali ke kamarnya dan membersihkan diri serta menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
Ia tidak mau menuntut Filia untuk melaksanakan semua tugasnya itu, karena ia pikir Filia bukanlah orang yang tidak tahu cara menempatkan dirinya. Nanti juga jika istrinya sudah sadar dan sudah mau menerima pernikahan itu, ia akan melakukan semua tugasnya sendiri tanpa harus dimintai oleh siapapun.
Sebenarnya Filia sudah terbangun saat Gryson bangun tadi, tapi ia enggan untuk bangkit dan berpura-pura tidur. Setelah setengah jam kemudian, barulah Filia bangun dari tidurnya dan segera membersihkan diri sebelum keluar dari kamar itu.
****Ceklek****
Filia membuka pintu kamar dan melihat suami sedang berjalan ke arah kamarnya dengan membawa nampan berisi sarapan.
"Kau sudah bangun?" tanya Gryson yang sudah melihat sang istri sedang berdiri mematung di depan pintu kamarnya.
Filia mengangguk dan menjawab, "Iya, Mas. Aku sudah bangun. Untuk apa kamu membawa nampan itu kemari?"
Gryson tersenyum. "Tentu saja untuk istriku. Kupikir kau belum bangun, jadi aku membawakan sarapan ini untukmu."
Filia merasa tersanjung atas perhatian yang Gryson berikan padanya. "Terima kasih, tapi kamu tidak perlu melakukan semua ini, kita bisa makan di meja makan bersama." Ia pun dengan segera mengambil alih nampan yang sedang dibawa oleh suaminya.
"Baiklah, kita sarapan di sana saja," ucap Gryson sembari mengikuti langkah sang istri yang sudah berjalan terlebih dahulu.
Sedangkan Filia sendiri menjadi pendengar yang baik dan tidak berniat menyala ucapan dari suaminya.
"Oh, jadi kekasihmu itu pergi meninggalkanmu tanpa memberikan kabar apapun?" tanya Filia saat Gryson sudah menceritakan tentang masa lalunya.
Gryson tersenyum dan mengangguk. "Hmmm, sampai sekarang aku tidak mengetahui alasan kepergiannya meninggalkanku, tapi saat itu juga aku sudah tidak berharap lagi padanya."
"Bagaimana jika dia tiba-tiba datang dan memintamu untuk kembali padanya? Apa kamu akan meninggalkanku?" tanya Filia dengan hati berdebar menunggu jawaban yang keluar dari bibir Gryson.
Aku pasti sudah gila menanyakan hal itu, tentu saja dia pasti akan memilih kekasihnya yang sudah menjalin hubungan dengannya selama bertahun-tahun. Tidak mungkin Jika dia langsung memilihku yang baru dikenalnya seminggu ini.
Gryson terdiam sejenak sebelum ia memberikan jawaban atas pertanyaan dari sang istri, tentu saja yang sendiri sudah mengetahui jawaban apa yang seharusnya ia berikan, tapi ia berniat untuk membuat gadis itu bingung terlebih dahulu.
__ADS_1
"Kenapa diam? Apa kamu masih bingung harus berbuat apa?" tanya Filia dengan penasaran.
Huh, katanya mau mempertahankan pernikahan ini, tapi saat aku bertanya seperti itu, dia malah diam. Apa dia mulai menyesali ucapannya tempo hari? batin Filia sudah dongkol sendiri menanti jawaban dari suaminya.
"Tidak–"
Gryson menjawabnya dengan menggantungkan ucapannya, yang mana hal itu membuat Filia semakin penasaran.
"Tidak? Maksudnya?"
"Aku tidak berniat kembali padanya, hubungan kami sudah selesai saat dia pergi tanpa menghubungiku lagi. Jadi, untuk apa aku masih mengharapkan orang sepertinya? Lagipula aku sudah mempunyai dirimu yang akan menjadi pendamping hidupku selamanya," jawab Gryson sambil menampilkan senyum manisnya pada sang istri.
Filia cukup terkejut mendengar ucapan suaminya, karena ia sudah berpikir jika Gryson akan kembali pada mantan kekasihnya itu dan meninggalkannya. Ia menunduk untuk menyembunyikan pipinya yang sudah merona saat mendengar jawaban dari Gryson.
Gryson bangkit dari duduknya dan menghampiri sang istri yang masih menunduk. Kini ia berlutut di depannya dan mangganggam tangan Filia.
"Aku tahu ini mungkin terlalu cepat jika dikatakan cinta, untuk kita yang baru mengenal beberapa hari, tapi aku benar-benar berniat untuk menjadikanmu satu-satunya wanita yang akan mendampingi seumur hidupku. Bisakah kita memulai semuanya sekarang? Maksudnya, kita saling membuka hati satu sama lain."
Filia mulai bimbang dengan pilihannya, di satu sisi ia belum siap untuk menjalani pernikahan dan di sisi lain ia tidak mungkin menyia-nyiakan pria yang begitu baik padanya.
"Tolong beri aku waktu untuk semua ini," jawab Filia sambil menunduk.
Meskipun sedikit kecewa dengan jawaban yang diberikan istrinya, tapi itu tidak akan membuat Gryson menyerah begitu saja. "Baiklah, tapi kau jangan coba menghindar dariku."
Filia mengangguk. "Hmmm, iya. Aku tidak akan menghindar lagi.
Gryson pun tersenyum mendengar jawaban Filia, ia bangkit berdiri dan menarik tangan istrinya, sehingga Filia juga ikut berdiri.
"Aku janji akan membuat Mama merestui pernikahan kita, aku juga tidak akan meninggalkanmu apapun yang terjadi nanti."
Tubuh Filia seketika menegang, ia lupa jika mertuanya itu tidak merestui pernikahan mereka. Kira-kira pernikahan seperti apa yang akan aku jalani kedepannya? Jika mertuaku saja tidak merestuinya.
__ADS_1
Gryson menyadari keterdiaman sang istri, ia pun memeluknya untuk memberikan ketenangan. "Kita akan berjuang bersama untuk itu, jadi mari kita yakinkan Mama agar beliau merestui pernikahan ini."
Filia mengangguk lagi, ia pun menyenderkan kepalanya di dada bidang suaminya. "Ya, aku harap beliau tidak membenciku lagi."