Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 46


__ADS_3

"Apa kamu pernah merasa benci pada orang tuamu?" tanya Gryson tiba-tiba.


Filia tercenung mendengar pertanyaan suaminya, ia memang marah pada mama serta papanya, tapi ia tidak pernah merasa benci pada mereka berdua. Meskipun kedua orang tua Filia pernah memberikan rasa sakit hati padanya, tetapi itu bukanlah alasan untuk ia membenci mereka.


"Aku tidak pernah sekali pun membenci mereka, Mas," jawab Filia sambil menunduk.


Gryson tersenyum mendengar jawaban istrinya dan kembali berkata, "Kamu tahu, sayang. Tadi siang Papa datang ke perusahaanku."


"Hah? Benarkah? Tapi ... ada apa Papa menemuimu, Mas?" tanya Filia. Setahunya, Papa Dean itu adalah orang sibuk dan tak pernah keluar perusahaan, meski ada di waktu istirahat.


"Papa menemuiku untuk meminta tolong agar membantunya untuk mencari Tante Ellena."


"Tante Ellena? Kenapa Papa tiba-tiba mencari Tante Ellena?" tanya Filia dengan penasaran.


Gryson menceritakan semua yang terjadi pada keluarga Filia, ia juga menyampaikan pesan dari kedua orang tuanya. Filia menutup mulutnya, ia tidak menyangka jika Tante Ellena masih menyimpan dendam pada keluarganya. Ia mengira selama ini Tante Ellena pergi untuk menenangkan hatinya agar berpikir lebih jernih, tapi nyatanya dugaan Filia salah, ialah yang menjadi incaran Tante Ellena untuk membalaskan dendamnya.


"Apa kamu mengetahui sesuatu tentangnya, sayang?" tanya Gryson. Ia perlu mengumpulkan lebih banyak informasi tentang Tante Ellena agar lebih mudah untuk melakukan pencariannya.


"Aku tidak terlalu mengetahuinya, Mas. Tapi, jika kamu setuju, aku akan memancing Bellina untuk mengatakannya padaku."


Gryson mengangkat alisnya seraya menatap sang istri. "Apa maksudmu, sayang?"


"Kemungkinan besar Bellina akan datang kembali lagi esok. Aku akan memanfaatkan saat itu untuk mendekati dan menjebak dia agar mau mengatakan keberadaan Mamanya. Bagaimana, apa kamu setuju?" tanya Filia, ia mencoba untuk mengutarakan maksud hatinya.


Gryson sedikit ragu dengan rencana yang diusulkan oleh Filia, ia khawatir jika Bellina akan melakukan sesuatu yang yang berbahaya pada istrinya itu.


"Apa kamu yakin, sayang? Aku sedikit ragu dengan cara itu."


"Tenanglah, Mas. Aku pasti bisa mengatasi dia," jawab Filia dengan yakin. Itung-itung aku akan membalas dendam padanya. Jadi, dia yang akan aku kerjai, batin Filia sambil menyeringai. Ia akan memanfaatkan kedatangan Bellina untuk membalaskan dendam saat ia di jual oleh sepupunya itu pada pria hitam, jelek dan botak saat di klub malam.


"Kenapa kamu menyeringai seperti itu, sayang?" tanya Gryson yang menyadari perubahan mimik wajah istrinya.

__ADS_1


Filia dibuat gelagapan oleh pertanyaan suaminya, ia tidak mengira jika Gryson akan menyadari raut wajahnya. "A–aku tidak ada apa-apa, Mas," kilahnya.


"Benarkah? Kukira kamu sedang memikirkan bagaimana cara untuk membalaskan dendam pada Bellina?" tebak Gryson.


"A–apa? Ba–bagaimana kamu bisa mengetahuinya, Mas?" tanya Filia sambil menyipitkan mata dan menatap suaminya.


Gryson tertawa renyah saat mendengar pertanyaan Filia. "Tentu saja aku hanya menebaknya, sayang. Tapi, jika tebakanku itu benar, sebaiknya kamu tidak perlu melakukan apa-apa. Aku sudah mempersiapkan sesuatu yang akan sangat mengejutkan untuk sepupumu itu."


"Bolehkah aku mengetahuinya?" tanya Filia penasaran.


"Tentu, kamu akan mengetahuinya nanti."


"Ish, tidak bisakah kamu mengatakannya sekarang, Mas?" Filia sudah sangat penasaran dengan perkataan suaminya.


"Sabarlah dulu."


Filia hanya bisa mengerucutkan bibirnya saat mendengar jawaban sang suami yang menyuruhnya untuk bersabar.


Gryson dan Filia melanjutkan perbincangan mereka hingga larut malam, banyak hal mereka bahas tentang rencana yang akan mereka jalankan bersama, termasuk penjebakkan Bellina.


***


Di sebuah apartemen, sepasang kekasih tengah menikmati waktu kebersamaan mereka. Bellina sangat senang saat Aramon memintanya untuk bertemu di apartemen miliknya. Ia keluar dari rumah kedua orang tua Filia dengan alasan ingin bertemu seorang temannya dan berencana menginap di rumahnya.


Orang tua Filia sebelumnya sudah melarang Bellina untuk keluar saat malam hari, tetapi gadis itu tidak menggubrisnya. Dia sama sekali tidak menanggapi ucapan sepasang orang tua itu, ia hanya menganggap kedua orang tua Filia hanyalah penghalang untuk kesenangannya.


Bellina sendiri sebenarnya sudah merasa muak saat harus bertemu dengan kedua orang tua Filia, apalagi dia harus tinggal di sana lebih lama hanya untuk memanas-manasi sepupunya itu.


"Sayang, malam ini kamu sangat cantik," puji Aramon saat melihat kekasihnya memakai pakaian mini seperti kebiasaannya.


"Terima kasih, sayang. Aku sengaja berpenampilan seperti ini hanya untukmu," jawab Bellina seraya duduk di pangkuan sang kekasih.

__ADS_1


Ya Tuhan, ternyata wanita ini sangat agresif, batin Aramon.


"Benarkah? Aku sangat tersanjung mendengarnya." Aramon berusaha untuk bersikap biasa saja saat Bellina mulai menggoda dirinya dengan sedikit menggerakkan pinggulnya.


"Sayang, apa kamu sudah pernah melakukannya?" tanya Bellina tiba-tiba.


Pertanyaan Bellina membuat Aramon merutuki seseorang, ia yang awalnya berniat membantu, harus terjebak bersama wanita agresif dan bar-bar seperti Bellina.


Awas saja kamu Grys! Mengumpankanku pada wanita seperti ini! geram Aramon pada sahabatnya, Gryson.


"Melakukan apa, Bell?" tanya Aramon sedikit memancing Bellina. Ia sadar, wanita yang sedang duduk di pangkuannya itu mulai mabuk karena sudah meminum beberapa gelas anggur yang sudah di campur dengan obat tidur olehnya.


"Aku ingin menikmati malam bersamamu," ucap Bellina sembari hendak mencium bibir Aramon, tetapi Aramon bisa menghindarinya.


Huh, aku tidak sudi harus berciuman dengan wanita seperti Bellina. Meskipun aku pria bebas, tapi aku tidak akan sembarangan menyentuh wanita, batin Aramon sambil terus memancing Bellina.


"Sayang, kenapa kamu menghindariku?" tanya Bellina saat ia menyadari jika Aramon menghindari ciumannya.


"Aku ... tidak apa-apa. Sepertinya kamu sudah sangat mabuk, Bell? Apa kamu mau aku antar pulang?" tawar Aramon.


Bellina menggeleng pelan, ia sedang tidak ingin diceramahi oleh Nyonya Rini dan Tuan Dean. "Bolehkah aku menginap di sini, sayang?" tanya Bellina dengan menyenderkan kepalanya di dada bidang Aramon.


Ya Tuhan, tolong aku ....


Aramon sudah sangat tidak nyaman dengan posisinya saat ini, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya bisa membiarkan Bellina melakukan apa yang dia mau.


"Sayang, apa kamu tahu? Sebenarnya aku sudah merasa lelah dengan keadaanku ini," gumam Bellina pelan di dada Aramon.


Aramon mengernyitkan keningnya, ia tidak mengerti dengan maksud ucapan Bellina padanya. "Apa maksudmu, Bell?" tanyanya dengan penasaran.


"Aku ... aku sangat tidak nyaman jika harus terus bersikap seperti ini. Aku ingin mempunyai seseorang yang benar-benar mencintaiku," lirih Bellina pelan sebelum ia kehilangan kesadarannya.

__ADS_1


__ADS_2