
Keesokan harinya, Filia merasa aneh dengan sikap mertuanya yang tiba-tiba berubah. Pagi-pagi sekali Nyonya Mona sudah mendatangi kediaman anak dan menantunya, kali ini ia bahkan membawakan sarapan untuk mereka makan bersama.
"Mama, ada apa?" tanya Gryson curiga saat mamanya sedang berada di dapur dan memindahkan makanan yang ia bawa.
"Tidak ada apa-apa. Bukankah seharusnya kamu senang jika mulai saat ini Mama akan menerima pernikahan kalian?"
Gryson memicingkan matanya ia sama sekali tidak mempercayai ucapan mamanya. Bukan tanpa alasan ia mencurigai hal itu, tapi semua ini terlalu mendadak baginya.
Apa yang sedang merencanakannya saat ini? Kenapa dia mendadak berubah sikapnya pada Filia? Apa dia sedang merencanakan sesuatu? Aku tidak boleh lengah.
Gryson terus memperhatikan gerak-gerik mamanya, sedangkan Filia sendiri hanya mengikuti arahan dari Nyonya Mona yang meminta bantuannya untuk mempersiapkan sarapan mereka.
"Lia, maafkan semua sikap Mama selama beberapa hari yang lalu. Tidak seharusnya Mama bersikap seperti itu padamu," ucap Nyonya Mona sambil terus menyelesaikan pekerjaannya.
Meskipun merasa sedikit heran, Filia hanya bisa mengangguk sebagai jawabannya. Sama halnya dengan Gryson, ia pun merasa sedikit curiga pada mertuanya.
"Tidak apa-apa, Ma."
"Ya sudah. Kalian cepat bersihkan diri dulu. Setelah itu, ayo kita sarapan bersama," ujar Nyonya Mona pada anak serta menantunya.
"Baik, Ma." Filia menjawab terlebih dahulu dan langsung pergi setelahnya, sedangkan Gryson masih berdiri di sana bersama sang ibu.
"Oh, iya, Grys. Ada yang mau Mama sampaikan," ucap Nyonya Mona pada anaknya.
Gryson mengerutkan keningnya dan melangkah menghampiri Nyonya Mona.
"Ada apa, Ma?"
"Bisakah kamu kembali lagi ke perusahaan? Di sana terjadi masalah yang cukup serius dan Mama tidak bisa menanganinya sendirian."
"Tapi Ma–"
"Lagipula, di sini kamu juga tidak bekerja, kan?"
Gryson tersadar, mamanya itu tidak mengetahui jika dirinya mengelola sebuah restoran.
Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya Gryson pun mengangguk dan menyetujui keinginan mamanya.
"Baiklah. Aku akan ke sana hari ini."
__ADS_1
Mendengar ucapan sang anak, Nyonya Mona tersenyum senang. Aku akan membuat hari-harimu sibuk mulai sekarang, Nak. Gryson membalas senyuman mamanya, sebelum ia pamit untuk kembali ke kamar dan bersiap berangkat bekerja.
***
Di dalam kamar, Filia sedikit heran saat melihat suaminya yang sudah kembali mengenakan pakaian formal, tidak seperti beberapa hari kemarin.
"Mas, tumben kamu pakai jas ke restoran. Apa akan ada tamu penting?" tanya Filia saat membatu Gryson memasangkan dasinya.
"Tidak, Mama menyuruhku untuk kembali ke perusahaan," jawab Gryson sambil memeluk pinggang sang istri.
Filia memiringkan kepala dan menautkan alisnya.
𝑆𝑒𝑚𝑜𝑔𝑎 𝑠𝑎𝑗𝑎 𝑖𝑛𝑖 ℎ𝑎𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛𝑘𝑢 𝑠𝑎𝑗𝑎, batinnya.
"Kembali ke perusahaan?"
"Hmmm, Mama kewalahan menangani masalah yang sedang timbul di perusahaan."
Filia mengangguk, ia memang tidak terlalu mengetahui tentang masalah perkantoran, tapi jika memang suaminya ingin kembali lagi ke perusahaan ia juga tidak menolaknya.
"Baiklah. Mudah-mudahan masalah yang sedang terjadi cepat terselesaikan oleh mu, Mas."
"Ya, semoga saja." Gryson tersenyum dan mengecup sekilas kening istrinya.
"Kenapa kalian lama sekali?" gerutu Nyonya Mona pada anak serta menantunya.
"Maaf, Ma. Aku harus menyiapkan sesuatu dulu sebelum pergi ke sana." Gryson yang menjawab pertanyaan dari ibunya, sedangkan Filia hanya menunduk di belakang sang suami.
"Ya sudah. Kalau begitu, ayo segera sarapan," ucap Nyonya Mona pada keduanya.
Setelah itu, mereka pun mulai sarapan bersama ini kali keduanya mereka makan satu meja. Nyonya Mona segera menyiapkan semua keperluan Gryson, ia tidak menghiraukan Filia yang hendak menyiapkan makanan untuk suaminya.
"Biar aku saja, Ma," ucap Filia saat Nyonya Mona hendak kembali mengambilkan air minum untuk anaknya.
"Tidak perlu. Kamu lekas sarapan saja," perintah Nyonya Mona pada Filia.
Mendengar mertuanya yang berbicara seperti itu, membuat Filia menghentikan gerakannya dan kembali duduk manis di kursinya.
"Baik, Ma." Filia mengangguk dan mulai menikmati sarapannya.
__ADS_1
Gryson merasa tidak enak hati pada istrinya atas kelakuan sang mama. Ia menatap istrinya dengan tatapan mohon maaf yang langsung dijawab anggukan serta senyuman.
Mereka menikmati sarapan dalam keheningan, Gryson sama sekali tidak mengeluarkan sepatah kata pun, begitu juga dengan Filia yang memilih diam seperti suaminya.
𝐴𝑝𝑎 𝑠𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖 𝑖𝑛𝑖 𝑐𝑎𝑟𝑎 𝑑𝑖𝑎 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑙𝑎𝑘𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑟𝑡𝑢𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑡𝑎𝑛𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑒 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ𝑛𝑦𝑎? 𝑆𝑎𝑛𝑔𝑎𝑡 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑠𝑜𝑝𝑎𝑛! gerutu Nyonya Mona yang melihat Filia mengacuhkannya.
Berbeda dengan Nyonya Mona, Filia berfikir ia merasa tidak perlu mengatakan apapun pada mertuanya itu. Menurutnya percuma saja berbicara pada Nyonya Mona karena pada akhirnya dia yang akan kalah.
"Grys, Mama ingin mengajak Filia untuk menghabiskan waktu bersama. Apa kamu akan mengijinkan?" tanya Nyonya Mona tiba-tiba.
Filia yang sedang fokus menikmati sarapannya langsung menengadah, ia menatap mertuanya dengan pandangan heran.
Kira-kira apa lagi yang akan dilakukan oleh Mama padaku? tanya Filia dalam hatinya.
Gryson menyadari tatapan heran Filia pada sang mama, lalu ia pun menjawab, "Kenapa Mama tidak tanyakan sendiri padanya?"
"Ish, Mama, kan harus izin dulu padamu, Grys."
"Aku tidak akan memaksa Filia untuk ikut dengan Mama, jika dia berkenan silakan saja. Tapi jika dia tidak mau, Mama jangan memaksanya," jawab Gryson sambil menatap sang istri.
Huh ... merepotkan, batin Nyonya Mona sambil mencibir.
"Bagaimana denganmu, Lia? Mama ingin mengajakmu untuk bertemu dengan teman-teman arisan Mama. Apa kamu mau?" tanya Nyonya Mona. Meskipun dia tidak suka, tapi berusaha untuk bersikap manis pada menantunya itu.
Filia menyadari jika mertuanya itu memang tidak berniat untuk mengajaknya, tapi ia juga merasa penasaran dengan hal yang akan dilakukan oleh Nyonya Mona pada dirinya.
Haruskah aku ikuti permainannya?
"Baiklah. Aku ikut, Ma," jawab Filia sambil balik tersenyum pada mertuanya.
Setelah selesai sarapan bersama, Gryson pun pamit pada istri serta mamanya. Sebenarnya Gryson masih sedikit khawatir pada mamanya yang tiba-tiba bersikap baik pada sang istri, tetapi ia tetap mencoba untuk mempercayainya karena ia berharap jika mamanya memang benar-benar merestui pernikahan mereka berdua.
.
.
.
.
__ADS_1
Untuk kakak² pembaca, mohon maaf jika kurang memuaskan. Aku sengaja setting alurnya lambat dan alot. Jadi, mohon bersabar ya karena sampai saat ini memang belum masuk konfliknya 🙏🙏
Terima kasih sudah mampir 🙏❤️