Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 31


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang, Filia tidak henti-hentinya meneteskan air mata, ia merasa sakit hati atas perlakuan dan sikap orang tuanya sendiri. Gryson yang duduk di depan kemudi pun merasa bingung sekaligus kasihan atas apa yang menimpa istrinya


"Sayang, apa kamu tahu alasan mereka bersikap seperti itu padamu?" tanya Gryson sambil menyentuh tangan istrinya yang berada di pangkuannya.


Filia menggeleng pelan dan menjawab, "Aku sama sekali tidak tahu, Mas. Mereka berubah sejak kita menikah."


Setelah mendengar jawaban istrinya, Gryson merasa tidak enak hati. 𝐴𝑝𝑎𝑘𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑠𝑎𝑙𝑎ℎ𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑘𝑎ℎ𝑖𝑛𝑦𝑎? 𝐵𝑢𝑘𝑎𝑛𝑘𝑎ℎ 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑖𝑡𝑢 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎𝑘𝑢 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑘𝑎ℎ𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑘𝑒𝑚𝑏𝑎𝑙𝑖? 𝑃𝑎𝑑𝑎ℎ𝑎𝑙 𝑗𝑖𝑘𝑎 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑠𝑡𝑢𝑖 ℎ𝑢𝑏𝑢𝑛𝑔𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑚𝑖, 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑠𝑎𝑗𝑎 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑚𝑒𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎𝑘𝑢 𝑢𝑛𝑡𝑢𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑐𝑒𝑟𝑎𝑖𝑘𝑎𝑛 𝐹𝑖𝑙𝑖𝑎 ℎ𝑎𝑟𝑖 𝑖𝑡𝑢 𝑗𝑢𝑔𝑎, 𝑘𝑎𝑟𝑒𝑛𝑎 𝑚𝑒𝑚𝑎𝑛𝑔 𝑝𝑒𝑟𝑛𝑖𝑘𝑎ℎ𝑎𝑛 𝑘𝑎𝑚𝑖 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑠𝑖𝑟𝑖 𝑑𝑎𝑛 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑏𝑎𝑛𝑦𝑎𝑘 𝑑𝑖𝑘𝑒𝑡𝑎ℎ𝑢𝑖 𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑙𝑎𝑖𝑛. 𝑆𝑒𝑝𝑒𝑟𝑡𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑚𝑒𝑟𝑒𝑘𝑎 𝑠𝑒𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑢𝑠𝑎ℎ𝑎 𝑚𝑒𝑛𝑦𝑒𝑚𝑏𝑢𝑛𝑦𝑖𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑑𝑎𝑟𝑖 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖𝑘𝑢, 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑎𝑝𝑎? Ia terus memikirkan hal itu.


Kali ini ia tidak membawa Filia langsung pulang ke rumah mereka, ia membawa istrinya itu ke sebuah tempat yang menurutnya cocok untuk menenangkan diri.


"Sayang, apa menurutmu semua ini salahku?" tanya Gryson tanpa menatap istrinya karena sedang fokus mengemudi.


"Tidak, Mas. Semua ini terjadi bukan semata-mata karena salahmu. Entah kenapa, aku mempunyai 𝑓𝑒𝑒𝑙𝑖𝑛𝑔 jika semua ini ada hubungannya dengan keberadaan Bellina di rumah ku," jawab Filia menatap suaminya.


Gryson menghembuskan nafasnya lega. Ya, dia merasa lega karena ternyata Filia tidak menyalahkannya.


"Terima kasih, sayang." Gryson mengecup ringan tangan istrinya.


Saat di persimpangan, Filia baru menyadari jika suaminya tidak melewati jalan rumahnya, melainkan jalanan lain.


"Mas, kenapa kita melewati jalan ini?" tanya Filia.


"Aku hanya ingin mengajakmu ke suatu tempat. Aku yakin, kamu akan menyukai tempat itu," jawab Gryson sambil menoleh dan tersenyum pada istrinya.


Filia ikut tersenyum. 𝑆𝑒𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘𝑛𝑦𝑎 𝑎𝑘𝑢 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟-𝑏𝑒𝑛𝑎𝑟 𝑠𝑒𝑛𝑑𝑖𝑟𝑖 𝑠𝑎𝑎𝑡 𝑖𝑛𝑖, 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑎𝑑𝑎 𝑙𝑎𝑘𝑖-𝑙𝑎𝑘𝑖 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑘𝑖𝑛𝑖 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝑠𝑢𝑎𝑚𝑖𝑘𝑢 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑚𝑎𝑠𝑖ℎ 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑑𝑢𝑙𝑖𝑘𝑎𝑛𝑘𝑢. 𝑇𝑒𝑟𝑖𝑚𝑎 𝑘𝑎𝑠𝑖ℎ, 𝑀𝑎𝑠 𝑑𝑎𝑛 𝑚𝑎𝑎𝑓 𝑎𝑡𝑎𝑠 𝑎𝑝𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ 𝑘𝑢𝑙𝑎𝑘𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑎𝑚𝑎 𝑖𝑛𝑖 𝑡𝑒𝑟ℎ𝑎𝑑𝑎𝑝𝑚𝑢.


"Benarkah? Memangnya kamu tahu apa yang aku butuhkan sekarang?" tanya Filia lagi. Ia membutuhkan pengalihan rasa sakit atas sikap orang tuanya.


"Tentu. Maka dari itu, aku akan membawamu ke tempat ini."


"Hmmm, baiklah. Terserah kamu saja, Mas."

__ADS_1


Gryson terus mengajak istrinya untuk mengobrol, bukan semata-mata untuk memecah keheningan saja, melainkan agar Filia tidak terlalu larut dalam rasa sakit yang tengah ia rasakan.


Tanpa terasa, perjalanan panjang yang mereka lalui pun berakhir, mereka telah sampai di 𝑉𝑖𝑙𝑙𝑎 𝐴𝑡𝑚𝑎𝑗𝑎𝑦𝑎.


"Mas, kita di mana?" tanya Filia saat menyadari mobil yang dikendarai suaminya sudah berhenti.


"Ini adalah villa milik keluargaku. Jarang ada yang kemari, mereka lebih senang pergi ke luar negeri," jawab Gryson sambil membuka sabuk pengaman miliknya.


Filia mengikuti suaminya, ia juga membuka 𝑠𝑒𝑎𝑡𝑏𝑒𝑙𝑡 miliknya. "Apa kamu yakin tidak ada keluargamu yang lain di sini, Mas?" tanyanya sedikit ragu.


"Percayalah, keluargaku sudah lama tidak datang kemari. Lagi pula di sini suasananya nyaman. Ayo, sebaiknya kita istirahat dulu. Nanti kita akan keliling, jika kamu sudah merasa tidak lelah."


Kedatangan mereka disambut oleh satpam yang bekerja di sana.


"Selamat sore, Tuan Muda," sambut pak satpam yang biasa dipanggil Pak Budi itu. Dia yang bertugas untuk menjaga villa milik keluarga Atmajaya.


"Sore juga, Pak. Kami akan menginap disini untuk dua malam, tolong siapkan semuanya," jawab Gryson. "Oh, iya, saya hampir lupa untuk memperkenalkan seseorang. Dia adalah istri saya namanya Filia," sambung Gryson sambil memeluk pinggang Filia.


"Halo, Pak. Salam kenal, saya Filia," ucap Filia memperkenalkan dirinya.


Satpam itu terlihat tertegun, ia sama sekali tidak mendapat kabar jika tuan mudanya itu sudah menikah, karena selama ini baik keluarganya ataupun keluarga tuannya selalu berhubungan dan menjalin silaturahmi dengan baik.


"Maaf, Tuan. Saya tidak mengetahui jika Anda sudah menikah," ucap Pak Budi sambil menunduk segan menatap kedua majikannya.


"Iya, Pak. Kami menikah baru beberapa hari yang lalu," jawab Gryson lagi.


"Baiklah, saya mengerti. Silakan masuk, ini kuncinya. Saya akan menyiapkan semua kebutuhan Anda selama di sini," ucap Pak Budi sambil menyerahkan kunci villa yang ia pegang, setelah itu ia pun pergi dari hadapan kedua majikannya itu.


"Iya, Pak. Maaf, karena sudah membuatmu repot." Gryson pun mengambil kunci villa itu dari tangan Pak Budi dan mempersilakan satpam itu untuk menyiapkan semua kebutuhan mereka.


Sementara itu Gryson dan Filia masuk ke dalam villa, ia mengajak istrinya untuk beristirahat di salah satu kamar yang biasa ia tempati.

__ADS_1


"Mas, aku tidak mempunyai baju ganti di sini," ucap Filia yang sedari tadi hanya terdiam. Gryson mengajaknya pergi ke villa itu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu, jadilah sekarang dia tidak memiliki perlengkapan semua kebutuhannya.


Gryson melangkah untuk mendekati lemari, seingatnya di sana masih tersimpan baju kaos serta kemeja lamanya.


"Sayang, ini ada kemeja lamaku. Untuk sementara pakailah ini dulu," ucap Gryson sambil menyerahkan baju kemejanya.


Filia mengambil baju yang diserahkan oleh suaminya, sebenarnya ia sedikit ragu untuk memakai baju itu, tapi setelah dilihat lagi, ia pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh dan mengganti pakaiannya.


"Lumayan juga. Setidaknya ini terlihat seperti daster di tubuhku," gumam Filia saat ia bercermin sambil memutar tubuhnya.


Filia keluar kamar mandi dengan memakai kemeja milik suaminya, meskipun merasa sedikit aneh, tapi ia bersikap seperti biasa.


"Sayang, kamu sudah selesai?" tanya Gryson sambil menghampiri sang istri.


Filia langsung mundur saat suaminya hendak mendekatinya. "Aku sudah selesai!" ucapnya sambil merentangkan tangan untuk menyetop langkah suaminya.


Gryson mengernyitkan keningnya, iya tidak mengerti dengan sikap Filia yang menurutnya aneh.


"Sayang, ada apa denganmu?" tanya Gryson dan mencoba kembali mendekati Filia.


"Mas?! Diam di sana dan segera ke kamar mandi ...!"


Sebenarnya Filia bersikap seperti itu karena dia merasa malu dan was-was sekaligus, saat ini dirinya tidak memakai und*rw*ar, jadi ia malu jika Gryson mengetahuinya.


Tidak mau membuat Filia marah, akhirnya Gryson pun mengalah dan membiarkan Filia dengan kemauannya.


Sepeninggalan Gryson, Filia menarik nafas lega dan segera menghampiri tempat tidur, ia membalut tubuhnya dengan selimut serapat mungkin.


***


Tak lama kemudian, Gryson keluar dari kamar mandi dengan pakaian lain yang tersedia di lemari itu. Lagi-lagi ia dibuat mengernyitkan kening saat melihat tingkah istrinya yang membelitkan selimut di sekujur tubuhnya.

__ADS_1


"Sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Gryson khawatir sambil menyentuh kening istrinya itu.


"A–aku ... aku baik-baik saja, Mas." Filia menjawabnya dengan gugup, bahkan nada bicaranya pun sedikit bergetar.


__ADS_2