Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 33


__ADS_3

Clara terdiam dan menatap iba pada temannya itu, ia tidak menyangka jika Filia dan Gryson menikah hanya karena kesalahpahaman para warga.


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, Fil?" tanya Clara penasaran.


"Aku tidak tahu, Ra. untuk sekarang mungkin aku akan menerima pernikahan ini, lagi pula aku juga tidak punya tempat berlindung lain." Filia memberi jawaban yang ambigu untuk Clara, karena sebenarnya dia memang tidak tahu harus berbuat apa jika tidak ada suaminya.


"Apa maksudmu, Fil?"


"Sikap kedua orang tuaku berubah semenjak aku menikah dan semenjak Bellina tinggal bersama mereka," jawab Filia dengan tertunduk, ia kembali sedih saat mengingat perlakuan orang tuanya.


"Bellina? maksudmu Bellina sepupumu itu?" tanya Clara sambil menatap serius pada Filia.


Filia kembali mengangguk dan menjawab, "Iya, Ra. Aku tidak tahu apa yang sudah Bellina katakan pada kedua orang tuaku, tapi semenjak itu pula Mama dan Papa berubah sikapnya padaku."


"Ya Tuhan ... Aku turut bersedih atas apa yang sedang menimpa dirimu, semoga saja masalahnya cepat selesai dan kamu juga mengurungkan niat untuk bercerai dengan Kak Grys."


Filia menatap Clara, sebenarnya ia sedikit penasaran dengan Gryson, ia tidak mengetahui apa-apa tentang suaminya itu.


"Ra, kamu kenal Mas Grys sejak kapan?"


"Kak Grys itu salah satu sahabat Bang Gio dari jaman mereka masih sekolah menengah pertama. Jadi, sudah sangat lama aku kenal dengannya, hanya saja beberapa tahun terakhir, Kak Grys memilih untuk tinggal di negara J dan baru kembali sekitar dua minggu yang lalu."

__ADS_1


"Benarkah? Tapi sepertinya aku belum pernah melihatnya, saat aku masih sering menginap di rumahmu dulu?"


"Iya, kalian memang tidak pernah berpapasan."


"Apa menurutmu Mas Grys orang baik?" tanya Filia penasaran dengan pendapat Clara tentang suaminya.


Clara mengangguk untuk membenarkan jawaban Filia.


"Tentu. Dia adalah orang baik dan hangat pada orang yang dikenalnya, tapi akan bersikap cuek dan dingin saat berhadapan dengan orang asing," jawab Clara, karena seingatnya dulu Gryson selalu membelanya saat ia masih kecil. "Bagaimana menurutmu? Apa yang kamu rasakan darinya? Sepertinya dia juga bersikap baik padamu, Fil?"


Filia menunduk dan tersipu malu, tiba-tiba saja ia mengingat semua kebersamaan dirinya dan juga Gryson, suaminya.


Clara melihat reaksi Filia yang tiba-tiba tersipu, dia pun menyentuh bahu Filia dan bertanya, "Hey, apa kamu sudah jatuh cinta padanya?"


"Ya, dia baik. Saking baiknya, terkadang bisa membuat orang salah paham terhadapnya," ucap Clara pelan dengan menunduk, Filia tidak menyadari perubahan wajah Clara dan dia hanya mengangguk saja.


Setelah itu merekapun lanjut membicarakan hal yang lainnya, hingga tak terasa waktu makan malam pun tiba.


"Nyonya, Nona, makan malam sudah siap. Tuan meminta saya untuk memanggil Anda berdua," jawab Bu Sumi yang merupakan istri dari Pak Budi.


"Oh, iya. Terima kasih, Bu. Kami akan segera ke sana."

__ADS_1


Filia serta Clara bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju ruang makan di villa itu. Filia melihat Gryson beserta kedua temannya sudah ada di sana.


"Maaf, karena harus menunggu lama," ucap Filia sambil duduk disebelah suaminya, sedangkan Clara mengambil duduk di sebelah Gio yang berhadapan langsung dengan Gryson.


"Tidak apa-apa, sayang. Lagi pula kami belum lama duduk di sini," jawab Gryson sambil tersenyum lembut pada istrinya.


Tanpa mereka ketahui, ada seseorang yang mengepalkan tangannya kuat-kuat untuk menahan amarahnya. Gio menyadari jika adiknya itu menatap sinis pasangan suami istri itu, ia segera mengusap lengan Clara untuk menenangkannya, mereka pun melanjutkan makan malam itu dengan tenang.


Setelah makan malam selesai, Gio dan Aramon beserta Clara pamit untuk pulang, mereka tidak ikut menginap di villa itu. Filia sedikit heran saat melihat Clara yang berubah lebih pendiam, tapi ia tidak berusaha untuk menanyakan hal itu.


Gryson mengajak Filia untuk masuk ke rumah setelah mengantarkan kepergian teman-temannya. "Sayang, ayo kita masuk, jangan terlalu lama di luar. Udara di sini sangat dingin dan itu tidak baik untuk kesehatan."


"I–iya, Mas." Filia menjawab sambil mengikuti langkah suaminya, ia masih memikirkan perubahan sikap Clara terhadapnya.


Kira-kira kenapa Clara menjadi dingin seperti itu? Bukankah tadi kami sudah berbicara tentang banyak hal? Tidak memungkinkan jika perkiraanku ini benar, Clara menyukai Mas Gryson?


Gryson menoleh pada istrinya, ia melihat Filia berjalan dengan tidak fokus dan hampir saja menabrak ujung meja. Dengan segera, dlia menarik tangan Filia hingga istrinya itu terjatuh ke dalam pelukannya.


"Sayang, apa yang sedang kamu pikirkan? Kenapa kamu berjalan dengan melamun?" tanya Gryson setelah Filia kembali berdiri disampingnya.


"Maaf, Mas. Aku ... aku tidak apa-apa, aku juga sedang tidak memikirkan apapun." Filia menjawab sambil membuang mukanya dari tatapan sang suami.

__ADS_1


Apa aku perlu bertanya tentang Clara pada Mas Grys? Tapi sepertinya itu tidak perlu atau mungkin lain kali. Filia dibuat bingung dengan keadaannya, ia sangat penasaran pada Clara, tapi ia juga menghargai temannya itu yang sudah lebih dulu Gryson, suaminya.


Mendengar jawaban istrinya, Gryson hanya mengangguk dan kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar mereka berdua untuk beristirahat. Gryson berencana untuk mengajak istrinya jalan-jalan saat pagi hari, untuk melihat pemandangan sekitar villa milik keluarganya.


__ADS_2