Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 87


__ADS_3

Gryson menatap heran mamanya sejak beberapa saat lalu. Sepulang bekerja, ia melihat Nyonya Mona tengah merapikan sesuatu di kamarnya dengan wajah yang berseri-seri. Bahkan Nyonya Mona juga sampai turun tangan memasakkan makan malam untuknya, itu adalah hal yang sangat jarang terjadi.


Ada apa dengan Mama? Kenapa seharian ini dia terlihat berbeda dari biasanya? Apa terjadi sesuatu setelah tadi Mama bertemu dengan Filia? tanya Gryson dalam hatinya.


Gryson bisa mengetahui jika Nyonya Mona bertemu dengan Filia dari sopir yang ditugaskan untuk terus mengawasi mamanya. Ia tidak ingin Nyonya Mona sampai melakukan hal yang berbahaya pada Filia, istrinya.


Saat Gryson masih termenung, tiba-tiba Nyonya Mona datang menghampirinya sambil tersenyum. Gryson membalas senyuman Nyonya Mona sembari bertanya, "Tumben sekali Mama hari ini terlihat bahagia, ada apa?"


Nyonya Mona mulai menyurutkan senyumannya. Kini yang tampak hanyalah wajah sayu.


"Grys, Mama ingin mengatakan sesuatu padamu. Mama harap kamu cepat mendapatkan kembali ingatan lamamu," ujar Nyonya Mona.


Gryson menautkan kedua alisnya, ia masih belum mengerti arah pembicaraan mamanya. "Maksud Mama apa?"


Nyonya Mona mulai menggenggam tangan Gryson, sebelum berbicara ia juga mengelola nafasnya sesaat.


"Grys, Mama mau mengakui semuanya." Nyonya Mona mulai memandang lekat sang anak, sebelum kembali berkata, "Sebenarnya kamu mengalami kecelakaan akibat menyelamatkan Filia, istrimu," sambungnya.


Gryson mulai mengerti arah pembicaraan sang mama, iya tidak bermaksud untuk menyala atau pun menghentikan perkataan Nyonya Mona selanjutnya.


"Lalu?"


"Mama ingin minta maaf karena Mama—lah yang sudah menyebabkan kecelakaan itu terjadi," terang Nyonya Mona seraya menahan nafasnya, begitupun dengan Gryson. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh Nyonya Mona, Gryson pun menahan nafas dan menunggu kelanjutan perkataan mamanya.

__ADS_1


"Saat itu Mama masih tidak merelakan jika kamu menikah dengan Filia, Mama berusaha menyingkirkan dia dengan mendatangkan Bellina diantara kalian. Namun, hal itu masih gagal karena ternyata Filia bisa melawan sepupunya. Lalu, Mama memutuskan untuk mencelakai Filia dengan menyewa orang yang akan menabraknya, tapi kamu datang secara tiba-tiba dan menyelamatkan dia. Sehingga kamulah yang menjadi korban kecelakaan itu." Nyonya Mona memilih untuk mengeluarkan semua yang ada dalam hatinya, ia berterus terang mengungkapkan apa yang sudah diperbuatnya pada Filia dulu. Meskipun mungkin Gryson akan marah dan kecewa padanya, tapi ia akan menanggung semua itu.


Nyonya Mona mulai kembali terisak saat ia menyadari betapa jahat dirinya yang dulu, Gryson melepaskan genggaman tangan mamanya, kemudian pria itu menatap lekat wanita paruh baya yang sudah melahirkannya.


"Apa sekarang Mama sudah benar-benar menyesali semua perbuatan Mama dulu?" tanya Gryson seraya menatap lurus mamanya. Wajahnya tampak dingin, sehingga Nyonya Mona tidak bisa menebak bagaimana perasaan anaknya saat ini.


Mendengar pertanyaan sang anak, Nyonya Mona mengangguk pasti. Dirinya sekarang benar-benar menyesal atas perbuatan jahat yang pernah dilakukannya dulu.


"Mama menyesal, Grys. Sangat-sangat menyesal," jawab Nyonya Mona masih dengan terisak.


"Apa yang membuat Mama berubah secepat ini?" tanya Gryson.


Nyonya Mona memaksakan dirinya untuk kembali tenang, ia mengambil tissue terlebih dulu sebelum berbicara.


Mungkin penyesalannya memang terlambat, tapi bukankah lebih baik terlambat dan berusaha untuk berubah, daripada tidak menyesal sama sekali dan terus membiarkan masalah itu berlarut-larut.


"Apa hanya karena hal itu?"


"Tidak, Grys. Ada hal lain yang membuat Mama berubah," jawab Nyonya Mona dengan cepat. "Mama ingin kamu kembali bersatu lagi dengan istrimu. Mama ingin melihat kamu bahagia lagi," sambungnya.


Gryson menghela nafasnya yang terasa berat. Mungkinkah sekarang aku bisa mengatakan yang sebenarnya pada Mama? batin Gryson. Nyatanya bukan hanya saja Filia yang meragukan perubahan Nyonya Mona, anaknya pun sama. Mereka sama-sama ragu jika harus percaya bahwa Nyonya Mona sudah berubah.


"Lalu, di mana sekarang istriku itu, Ma? Apa Mama mengetahui keberadaannya?" tanya Gryson yang bersikap seolah-olah ia masih belum mendapatkan kembali ingatannya yang dulu. Setidaknya aku harus benar-benar bisa melihat kesungguhan Mama, batinnya lagi.

__ADS_1


Nyonya Mona langsung mengangguk saat Gryson menanyakan keberadaan Filia. "Bahkan istrimu saat ini tengah hamil muda, Grys."


Gryson nampak tidak terkejut karena ia sudah mengetahui tentang kehamilan Filia sebelumnya. Nyonya Mona memandang heran pada sang anak, padahal ia sangat menantikan reaksi Gryson saat mengetahui jika dirinya akan segera menjadi seorang ayah.


"Grys?!"


"Ya, Ma?"


"Kenapa ... kamu ... diam saja? Apa kamu tidak bahagia mendengar istrimu yang sedang hamil?" tanya Nyonya Mona dengan was-was, ia hawatir jika Gryson tidak mengakui anak dari Filia.


"Aku sudah mengetahuinya," jawab Gryson setelah ia mengembuskan nafas beratnya.


Bola mata Nyonya Mona membulat seketika saat mendengar jawaban sang anak, ia begitu terkejut saat mendengar Gryson yang sudah mengetahui terlebih dulu tentang kehamilan Filia.


"Da–dari mana kamu mengetahui Filia hamil, Grys?" tanya Nyonya Mona seraya memegang kedua lengan atas anaknya.


Gryson mulai membenarkan tubuhnya, ia menatap Nyonya Mona dengan serius.


"Sebenarnya ... sebenarnya aku sudah mendapatkan kembali ingatan lamaku. Maaf karena aku tidak berterus terang dari awal pada Mama." Gryson tampak merasa bersalah, sedangkan Nyonya Mona hanya bisa menggeleng pelan. Ia tidak menyangka anaknya sampai menyembunyikan kebenaran demi bisa melindungi istrinya.


Nyonya Mona segera menarik tubuh Gryson untuk dipeluknya. "Terima kasih, Nak. Terima kasih karena sudah kembali seperti dulu. Maaf, maafkan Mama," gumamannya.


Gryson membalas pelukan mamanya, keduanya larut dalam suasana haru itu. Ia berharap mamanya benar-benar sudah berubah menjadi lebih baik.

__ADS_1


__ADS_2