Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 29


__ADS_3

Setelah Gryson mendengar cerita yang sebenarnya terjadi, termasuk melihat CCTV yang terpasang di sana, ia pun memutuskan untuk memecat Emilia tanpa berpikir panjang lagi, karena semuanya sudah jelas bahwa Emilia-lah yang bersalah.


"Lia, maafkan aku. Kamu sampai mengalami ini semua karena salahku yang tidak bisa mendidik karyawan sendiri dengan benar," ucap Gryson seraya memberikan minuman hangat yang ia pinta tadi dari pelayan di restoran itu.


"Aku juga tidak menyangka, jika kehadiranku kali ini akan membuat keributan dan aku juga tidak mengetahui jika Emilia ternyata mempunyai perasaan terhadapmu, Mas," jawab Filia sambil menunduk.


"Jangan fikirkan dia, Lia. Aku sama sekali tidak menyukainya," jelas Gryson. Ia tidak ingin Filia kembali salah paham terhadapnya.


"Tapi tetap saja itu membuatku kesal, Mas."


Tentu saja dia kesal, memangnya ada orang yang sudah dipermalukan di depan umum, tidak merasa kesal pada orang yang sudah mempermalukannya?


"Tenanglah, aku sudah memberikan hukuman yang setimpal padanya. Semoga saja dengan kejadian ini dia tidak akan berani bermacam-macam lagi terhadapmu di lain hari," ucap Gryson seraya mengusap bahu istrinya agar lebih tenang.


"Terima kasih, Mas. Aku sudah merasa lebih baik sekarang. Maaf, karena makanan yang kubawa tadi sudah hancur dan berantakan." Filia kembali sedih saat mengingat kotak makanan yang ia bawa sudah pecah, juga makanannya yang sudah berhamburan.


"Tidak masalah, sayang. Aku sudah meminta koki untuk menyiapkan makanan kesukaanmu, tadi. Mungkin sebentar lagi akan segera datang," jawab Gryson.


Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya makanan yang ia pesan pun datang.


"Silakan, Tuan, Nyonya," ucap pelayan setelah selesai menata makanan yang ia bawa.


"Terima kasih. Kamu boleh pergi."

__ADS_1


"Baik, Tuan." Pelayan itu mengangguk dan pergi dari hadapan Filia serta Gryson.


Gryson dan istrinya pun akhirnya menikmati makan siang bersama, setelah tadi Filia sempat mandi dan mengganti bajunya terlebih dahulu.


"Sayang, setelah makan siang selesai, aku akan mengajakmu untuk memperkenalkan diri pada semua staf yang bekerja di sini, aku tidak ingin jika kejadian seperti Emilia tadi terulang kembali," ucap Gryson di sela-sela acara makan siang mereka.


Filia mengangguk dan tersenyum.


"Tentu, Mas. Kali ini aku tidak akan menolak lagi," jawab Filia menyetujui ajakan suaminya. "Maaf karena sudah menolak usulan kemarin, andai saja mereka mengetahui identitasku lebih awal, mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi," sambungnya penuh dengan rasa sesal.


"Tidak apa-apa, sayang. Lagi pula aku menghargai keinginanmu kemarin." Gryson menjawab seraya tersenyum dan mengusap pelan kepala istrinya. Setelah itu mereka pun kembali makan dalam keheningan.


***


"Selamat siang, semuanya." Gryson menyapa para pekerjaannya terlebih dahulu sebelum ia memperkenalkan Filia.


Sebagian para staf yang tidak mengetahui kejadian tadi sempat bertanya-tanya, saat melihat salah seorang karyawan baru berdiri di samping bosnya.


"Selamat siang juga, Tuan," jawab para karyawan itu.


"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa saya sampai menutup sementara restoran ini. Sebenarnya hal itu saya lakukan untuk memperkenalkan istri saya, Filia," ucap Gryson sambil memeluk pinggang istrinya untuk lebih mendekat padanya.


Sontak semua staf itu membelalakan matanya saat mendengar ucapan yang disampaikan oleh Gryson, mereka tidak menyangka jika pelayan yang baru kemarin masuk itu adalah istrinya. Filia maju selangkah untuk memperkenalkan dirinya secara resmi.

__ADS_1


"Halo, semuanya. Sepertinya kalian tahu nama saya adalah Filia, saya adalah istri dari pemilik restoran ini. Kemarin saya tidak memperkenalkan diri seperti ini karena saya tidak berpikir jika akan mengalami kejadian memalukan seperti tadi. Maaf, bukan maksud untuk membohongi kalian, hanya saja saya memiliki alasan khusus untuk melakukan itu semua," ucap Filia.


"Kami juga mohon maaf jika ada sesuatu hal yang tidak berkenan di hati Anda kemarin, Nyonya," ucap salah satu koki senior yang berada di sana.


"Tidak apa-apa justru saya senang karena kalian sudah bersikap baik padaku, kemarin."


Setelah perkenalan itu selesai pun kembali masuk ke ruangan bersama suaminya, sekarang dia merasa lebih tenang setelah mengungkapkan semuanya.


"Bagaimana perasaanmu saat ini? Apakah kamu merasa keberatan setelah perkenalan tadi?" tanya Gryson saat ia ikut duduk di sofa bersama istrinya.


Filia menggeleng sambil tersenyum dan menjawab, "Tidak, Mas. Sekarang aku merasa lebih baik."


"Syukurlah. Aku senang mendengarnya," ucap Gryson. "Setelah pulang nanti, ayo kita ke rumah orang tuamu," ajak Gryson secara tiba-tiba.


Mendengar ajakan suaminya Filia terlihat senang dan mengangguk. "Ayo, Mas. Aku sudah sangat merindukan mereka."


"Maat, karena baru sempat mengajakmu hari ini," sesal Gryson. Bukan ia tidak ingin berkunjung ke rumah mertuanya, hanya saja ia baru memiliki waktu senggang hari ini. Tadinya ia berpikir untuk mengajak istrinya itu akhir minggu ini, tetapi setelah ia pikirkan lagi dan melihat jadwalnya, ia bisa mengajak istrinya pergi sore nanti.


"Tunggu, bukankah kamu mengajakku akhir minggu ini? Kenapa jadi sekarang?" tanya Filia yang baru ingat ucapan suaminya tempo hari.


"Jadwal ku sekarang tidak sedang sibuk, jadi kita bisa pergi hari ini dan jika kamu ingin berkunjung lagi week end ini, aku akan kembali mengantarnya," jawab Gryson.


"Oh, baiklah. Terima kasih, Mas."

__ADS_1


__ADS_2