Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 58


__ADS_3

Filia mulai mengerjapkan matanya, ia menatap sekeliling ruangan yang terasa asing baginya.


Di mana aku? Apa yang sudah terjadi? tanyanya dalam hati.


"Nona, Anda sudah sadar?" tanya seorang pria yang sudah berdiri di samping Filia.


Filia menatap pria tersebut dengan mengerutkan keningnya, ia mencoba mengingat-ingat siapa pria yang kini sedang ada dihadapannya.


"Bukankah kamu Tuan Alvin?" tanya Filia saat ia sudah mengingat nama pria itu.


"Benar, Nona. Saya Alvin. Bagaimana perasaan Anda, apakah ada keluhan?" tanya Alvin dengan sopan.


Filia terdiam dan mencoba untuk mengingat-ingat hal yang terakhir kali ia lakukan, sebelum akhirnya terbangun di brankar rumah sakit.


"Apa yang sudah terjadi padaku? Di mana suamiku?" tanya Filia saat ia sudah mengingatnya.


Alvin terlihat bingung saat akan menjawab pertanyaan Filia, pria itu sesekali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Nyonya ... sebenarnya ...," ucapan Alvin menggantung, ia tidak tega jika harus menyampaikan kondisi Gryson pada istri atasannya itu.


"Ada apa, Tuan? Jangan membuatku khawatir!" Filia sudah meninggikan suaranya akibat kesal karena Alvin tidak berbicara dengan benar.


"Maaf, Nyonya. Sebenarnya Tuan Gryson terluka parah akibat menggantikan Anda yang hampir tertabrak mobil." Alvin berbicara dengan cepat dan lantang. Meskipun hatinya berat dan tidak tega, tapi ia juga tidak bisa menyembunyikan kondisi majikan.


"A–apa?" Filia menutup mulutnya karena terkejut mendengar jawaban asisten suaminya. "I–itu tidak mungkin terjadi, kan? kamu sedang menakut-nakutiku saja, kan?"


Dada Filia terasa sesak seakan ia tidak mendapatkan oksigen, tidak pernah ia bayangkan jika hal ini akan terjadi pada suaminya.


Tak cukup sampai di situ, saat Filia masih berusaha untuk mengatur nafasnya, tiba-tiba pintu ruangan miliknya dibuka keras oleh seseorang.

__ADS_1


Nyonya Mona datang dengan wajah yang merah menahan amarah, ia tidak terima karena kini anaknya sedang terbaring, tidak sadarkan diri di atas ranjang kesakitan akibat menolong istrinya yang hampir tertabrak mobil.


"Apa kamu puas sekarang, hah?!" teriak Nyonya Mona saat ia sudah berada di hadapan sang menantu.


Tubuh Filia bergetar saat mendengar teriakan Nyonya Mona. "Ma–mama ...."


"Jangan panggil aku Mama! Kamu bukan anakku, ataupun menantuku. Kamu hanyalah wanita pembawa si*l untuk keluargaku!" Nyonya Mona menunjuk-nunjuk Filia dengan kasar, ia juga tidak segan-segan memukul tangan Filia.


"Nyo–nyonya, apa yang sudah terjadi pada suamiku?" katanya Felia dengan berderai air mata.


"Suami?! Kamu tidak pantas untuk menyandang status istri dari anakku! Gara-gara menolongmu, kini dia tidak sadarkan diri dan kondisinya kritis!" Nyonya Mona berteriak tepat di depan wajah Filia untuk memberitahukan kondisi anaknya saat ini.


Lagi-lagi Filia menutup mulutnya, ia tidak percaya dengan ucapan Nyonya Mona yang mengatakan jika Gryson sedang dalam kondisi kritis. "I–itu tidak mungkin terjadi, kan, Ma? Mas Grys tidak apa-apa, kan?" Filia menangis tersedu.


Sedangkan Nyonya Mona hanya memalingkan wajahnya saat melihat menantunya sedang menangisi sang anak. "Jangan pura-pura bersedih seperti itu! Aku tidak akan pernah terbujuk oleh air mata buayamu. Dasar wanita rendahan, pembawa si*l, jal*ng?!" Tidak henti-hentinya Nyonya Mona terus mengumpati Filia.


Hati ibu yang mana yang tidak hancur, jika melihat anak semata wayangnya terbaring lemah di rumah sakit dalam kondisi kritis.


"Nyonya, aku ... aku tidak mengetahui apa-apa. Aku tidak menyangka hal ini akan terjadi."


"Halah, wanita sepertimu itu banyak cara untuk menggoda pria dan membuat mereka bertekuk lutut di hadapanmu. Malangnya anakku harus menikahi wanita jal*ng sepertimu." Nyonya Mona terus memaki Filia sebelum ia pergi dari sana.


Nyonya Mona sendiri pun tidak menyangka jika rencana yang sudah ia buat sematang mungkin, akan gagal seperti ini dan menjadikan anaknya sebagai korban.


Kenapa? Kenapa harus jadi seperti ini? Harusnya wanita murahan itu yang ada di posisi Gryson! Bahkan mati sekalian. Tapi ... sekarang kenapa malah anakku yang menjadi korbannya?" tanya Nyonya Mona dalam hatinya. Ia duduk di salah satu bangku taman yang ada di rumah sakit dan menumpahkan semua perasaannya sendirian di sana.


***


Filia masih terduduk diam, semua yang terjadi saat ini masih terasa bagai mimpi. Baru saja malam kemarin mereka menghabiskan waktu, memadu kasih bersama. Namun kini, suaminya sedang berbaring tak berdaya dalam keadaan kritis.

__ADS_1


Alvin menatap iba pada istri tuannya, ia melihat Filia yang hanya terdiam dengan pandangan kosong.


"Nyonya, apa ada yang Anda butuhkan?" tanya Alvin saat ia sudah berada di samping Filia.


Filia yang tengah melamun sedikit terperanjat kaget karena tiba-tiba mendengar suara Alvin. "Anda mengejutkan saya, Tuan."


"Maaf, Nyonya. Saya tidak bermaksud untuk membuat Anda terkejut," ucap Alvin merasa sedikit bersalah.


Filia tidak menjawab ucapan asisten suaminya, ia terdiam lagi. Namun sedetik kemudian, mulai terisak. Filia mengingat jika Gryson adalah orang yang paling sering mengejutkan dirinya.


Alvin gelagapan sendiri saat melihat Filia yang sudah menangis terisak pilu. "Nyonya, ada apa? Kenapa Anda tiba-tiba menangis? Apa ada bagian tubuh yang terasa sakit?"


"Aku ... aku ingin melihat keadaan suamiku," jawab Filia pelan. Meskipun saat ini tubuhnya terasa remuk sakit, tapi tidak ia rasakan. Hatinya jauh lebih sakit dari pada badannya.


"Tapi, Nyonya. Dokter melarang anda untuk keluar dari ruangan ini," ucap Alvin.


Filia menggeleng pelan, saat ini dirinya hanya ingin melihat keadaan sang suami. "Tolonglah, Tuan. Aku hanya ingin melihat keadaan Mas Grys. Tolong bantu aku untuk bisa menemuinya," mohon Filia dengan sangat.


Alvin yang tidak tega melihat majikannya memohon seperti itu pun langsung keluar dan meminta salah satu perawat untuk membantunya.


"Nyonya, mari saya bantu Anda," ucap salah seorang perawat wanita yang sudah masuk bersama Alvin.


Filia segera mengangguk dan mulai memegang tangan perawat wanita itu untuk membantunya turun dari ranjang untuk menaiki kursi roda.


"Terima kasih karena sudah membantuku, Sus," ucap Filia pada perawat wanita itu.


"Tidak apa-apa, Nyonya. Saya juga akan membantu Anda untuk mendorongnya." Filia, Alvin dan juga perawat itu mulai keluar dari ruang rawat Filia, mereka berjalan melalui beberapa lorong rumah sakit itu untuk segera sampai di ruangan milik Gryson.


Sesampai di sana, Filia tidak diperbolehkan masuk oleh Nyonya Mona, ia hanya bisa melihat suaminya yang masih terbaring lemah dengan beberapa selang yang menempel pada tubuh, juga oksigen yang membantu saluran pernafasannya.

__ADS_1


"Mas Grys ...." Filia mengusap kaca yang menjadi dinding ruang rawat suaminya, ia kembali menangis terisak. Perawat dan asisten Alvin yang melihat Filia menangis pun merasa iba, lantas mereka segera membawa Filia kembali ke ruangannya untuk beristirahat di sana.


__ADS_2