
Kini Gryson dan Filia sudah sampai di restoran yang diinginkan oleh Filia. Ya, Filia yang memilihkan tempat untuk makan malam pertama mereka di luar.
"Apa kau yakin kita akan makan di tempat seperti ini, Lia?" tanya Gryson.
Saat ini mereka sedang berada di salah satu tenda yang menyediakan pecel lele/ayam, Gryson kira Filia akan memilih restoran malah untuk makan malam mereka.
"Tentu saja saya yakin, tuan. Ada apa? Apa anda merasa keberatan jika kita makan di sini?" tanya Filia saat melihat wajah Gryson yang terlihat kurang nyaman.
"Tidak, hanya saja saya tidak terbiasa makan di tempat seperti ini" jawab Gryson jujur.
"Ya sudah kalau anda tidak keberatan. Jadi ayo kita masuk, kita harus segera memesan makanannya" ajak Filia, dan dengan berat hati, Gryson pun mulai mengikuti langkah Filia.
Sebenarnya ini pertama kalinya juga bagi Filia makan di pinggir jalan seperti itu, anggap saja itu adalah rencana pertamanya agar Gryson merasa tidak betah bersamanya dan menyetujui perjanjian kontrak yang diajukan oleh Filia.
"Baiklah, terserah kau saja" Gryson pasrah.
"Huh, apa dia baru saja menyetujuinya? Wah, aku kira dia akan langsung menolak" batin Filia.
Mereka pun mulai masuk ke dalam tenda itu dan duduk disalah satu bangku panjang yang ada di sana. Sangat terlihat dari raut wajah Gryson jika dia kurang nyaman berada di sana, lain halnya dengan pilihan yang terlihat sumringah, bukan senang karena makan malam tapi senang dengan raut wajah yang Gryson tunjukkan.
Setelah mereka memesan makanan, Gryson dan Filia pun mulai menyantapnya. Makan dengan cara menggunakan tangan langsung, membuat Gryson sedikit kesulitan. Tanpa Gryson sadari, Filia terlihat senang dengan Gryson yang sedang kesusahan.
"Tuan, apa anda baik-baik saja?" katanya Filia setelah beberapa saat melihat Gryson yang menyudahi acara makanannya.
"Entahlah, aku akan minta sendok dan garpu dulu. Susah juga makan menggunakan tangan langsung" jawab Gryson seraya hendak berdiri dari duduknya.
Akhirnya Filia pun menyerah dan tidak lagi mengerjai Gryson, Filia menahan Gryson yang hendak berdiri.
"Duduklah kembali. Aku akan menyuapi mu" ucap Filia spontan, mungkin karena ia merasa bersalah makanya kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibirnya.
__ADS_1
Yang lebih mengejutkan adalah, Gryson menuruti begitu saja perkataan istri kecilnya itu, dia duduk kembali di tempatnya semula. Dengan telaten, Filia mulai menyuapi Gryson menggunakan tangannya, dan Gryson pun tidak menolak perlakuan Filia padanya. Filia menyuapinya hingga makanan itu tandas.
"Apa anda masih mau nambah, tuan?" tanya Filia saat makanan milik Gryson sudah habis.
"Tidak, aku sudah kenyang" tolak Gryson.
Setelah mereka selesai dengan acara makan malamnya, mereka pun memutuskan untuk kembali ke apartemen. Sepanjang perjalanan pulang, Filia dan Gryson sama-sama terdiam, tak ada yang memulai percakapan sehingga membuat Filia mengantuk dan akhirnya tertidur lelap.
Saat sudah tiba di basement apartemen, Gryson baru menyadari jika Filia terdiam karena sudah tertidur.
"Pantas saja dari tadi diam, ternyata dia sudah tidur" gumam Gryson menatap wajah Filia yang sedang tertidur lelap.
Tanpa sadar, Gryson memperhatikan wajah gadis yang sudah berstatuskan menjadi istrinya.
"Hei, bolehkah aku berharap lebih padamu? Aku tau mungkin kamu tidak akan suka dengan perkataanku saat ini, tapi aku benar-benar tidak ingin melepaskanmu. Bolehkah aku menyebut pertemuan kita itu adalah sebuah takdir?" tanya Gryson pada Filia yang sedang tertidur dengan lelap. Gryson tidak akan mengatakan hal itu jika Filia sedang terbangun.
"Lucu memang, aku menginginkanmu saat ini. Apalagi pertemuan kita baru terjadi beberapa hari yang lalu dan aku merasa nyaman berada di dekat mu" sambungnya lagi.
"Huh, ternyata jika kau sedang tidur sangat lelap ya? Tidak terganggu oleh apapun" gumam Gryson sembari menatap wajah filya yang berada dalam gendongannya.
Gryson cukup kesulitan membuka pintu apartemen dengan Filia yang masih berada di dekapannya, tapi hal itu tidak membuatnya membangunkan Filia. Meskipun sulit, pada akhirnya Gryson bisa masuk ke dalam apartemen dan menidurkan Filia di kamarnya.
Setelah membaringkan tubuh Filia, Gryson pun kembali menatap wajah itu lagi. Entah kenapa dia begitu betah melihat wajah tidur Filia, hingga tanpa sadar ia pun terlelap di sampingnya.
***
Filia begitu enggan untuk bangun dari tidurnya, ia begitu merasa nyaman dengan posisinya saat ini.
"Hangat sekali, nyaman, harum maskulin..." batinnya.
__ADS_1
"Tunggu, kenapa harum maskulin? Seperti parfum pria saja... Parfum pria?" tanya hatinya lagi.
Dengan perlahan, Filia mulai membuka matanya, ia membulatkan matanya karena terkejut dengan posisi tidurnya saat ini.
"Ba–bagaimana bisa aku tidur dengan memeluknya?" gumam Filia seraya melepaskan pelukannya perlahan dan hendak bangkit dari posisi tidurnya, sebelum akhirnya Gryson menariknya hingga membuat Filia terbaring kembali di dekapannya lagi.
"Apa semalam kamu tidur dengan nyenyak? Maaf jika mengagetkan mu pagi-pagi begini, tadi malam aku kelelahan karena sudah mengangkat mu dari basement hingga kamar ini, dan tanpa sadar ikut terlelap di sini bersamamu" ucap Gryson memberikan alasan pada Filia tanpa melepaskan dekapannya.
Filia tidak bisa berkata apa-apa, dia masih sibuk dengan jantungnya yang berpacu sangat kencang, dia juga merasa gugup karena ini pertama kalinya dia bersentuhan dengan lawan jenis. Meskipun dia terlihat bar-bar dengan tingkah lakunya, nyatanya dia hanyalah gadis polos yang belum mengerti apa-apa.
Setelah cukup lama memeluk Filia, akhirnya Gryson pun melepaskan dekapannya, sebenarnya ia enggan untuk bangkit, tapi ia memaksakan diri karena tidak enak hati juga melihat Filia yang hanya terdiam saat dipeluknya.
"Maaf aku sudah lancang memelukmu" ucap Gryson setelah ia bangkit dari tidurnya dan duduk di samping Filia yang juga sama sudah dalam posisi duduk.
"Ti–tidak apa-apa tuan. Terima kasih karena sudah memindahkan saya kemari, dan maaf sudah merepotkan anda" ucap Filia gugup.
"Tidak apa-apa, sudah menjadi tugasku untuk melindungimu" jawab Gryson.
"Ya sudah, aku akan bangun dan bersiap untuk ke kantor. Bisakah kau menolongku untuk membuatkan roti panggang dan menyiapkan kopi?" sambung Gryson lagi.
"Anda memerintah saya tuan?" tanya Filia tidak suka.
"Aku bukan memerintahkan mu, hanya meminta tolong padamu" jawab Gryson.
"Tidak, aku tidak mau" tolak Filia.
"Ayolah, aku ingin merasakan bagaimana rasanya di layani oleh seorang istri. Anggap saja itu sebagai rasa terimakasih mu karena aku sudah menggendong mu semalam" ucap Gryson.
"Anda tidak ikhlas menolong saya?" tanya Filia mulai sinis.
__ADS_1
"Bukannya aku tidak ikhlas. Tapi aku fikir kamu tahu caranya berterima kasih kepada seseorang" ucap Gryson.
Dengan tidak suka akhirnya Filia pun bangkit dari duduknya, dan mencepol rambutnya asal seraya melangkah menuju pintu kamar yang masih terbuka. Gryson menatap kepergian Filia dengan senyum tipis seraya menggelengkan kepalanya pelan.