
Waktu sudah menunjukkan sore hari, Gryson segera membereskan pekerjaannya. Ia tahu Filia sudah menunggunya di parkiran, tadi istrinya itu sempat mengirimkan pesan padanya.
Dari kejauhan ia melihat jika istrinya sedang bersama salah satu karyawannya. Dengan langkah cepat, Gryson menghampiri mereka berdua, ia mendengar jika karyawannya itu sedang menawarkan diri untuk mengantar pulang Filia.
"Saya yang akan mengantarnya pulang," ucap Gryson saat ia sudah berada tepat dibelakang istrinya.
Baik Filia maupun Julian cukup terkejut mendengar suara Gryson dan langsung menoleh padanya.
"Tu–tuan, sepertinya anda tidak perlu mengantarkannya pulang. Lebih baik saya saja yang mengantarkannya," ucap Julian dengan tegas. Ia tidak tahu jika mereka adalah pasangan suami-istri.
Gryson menatap tajam Julian, rahangnya tiba-tiba mengeras mendengar ucapan karyawannya itu. Filia melihat jika suaminya itu sedang kesal, ia segera menolak ucapan Julian yang ingin mengantarkannya pulang.
"Maaf, Kak. Aku akan pulang bersama Tuan Gryson saja," ucap Filia.
"Tidak, Lia. Kamu jangan pulang bersamanya, Tuan Grys sudah memiliki seorang istri," bisik Julian pelan, tapi Gryson bisa mendengar ucpannya.
"Ehem." Gryson meenghentikan tindakan Julian yang sedang berbisik pada istrinya.
Mendengar tuannya berdehem, Julian segera menjauhkan diri dari Filia.
"Dia istriku," ucap Gryson dengan singkat, padat dan jelas.
Seketika itu juga, baik Filia maupun Julian langsung menatap ke arahnya.
"A–apa?" tanya Julian tidak percaya.
"Mas?!" Filia tidak percaya jika suami sudah membeberkan status mereka pada Julian.
"Sudahlah, sayang. Lambat laun mereka juga harus mengetahui status kita," jawab Gryson tanpa rasa bersalah, bahkan suaminya itu kini sudah berdiri di samping dan memeluk pinggangnya.
__ADS_1
Julian hanya menatap mereka dengan pandangan tidak percaya, ia pikir teman-temannya tadi hanya berbicara omong kosong tentang Filia dan bosnya, yang mengatakan jika mereka mempunyai hubungan khusus.
"Jadi kabar itu benar, ya?" tanya Julian sambil menunduk dalam, ia merasa sedih sekaligus kecewa, karena ternyata wanita yang diincarnya sudah menjadi milik orang lain.
"Kabar apa, Kak?" tanya Filia yang tidak mengetahui tentang gosip mereka.
"Tidak ada. Jangan terlalu dipikirkan. Maaf, saya pulang lebih dulu, selamat sore," ucap Julian pamit pada mereka berdua sebelum ia berlalu dari sana.
Filia menatap suaminya, ia mencoba mencari tahu tentang gosip apa yang menyebar di antara para karyawan.
"Apa Mas mengetahui sesuatu?" tanya Filia.
Gryson menggeleng pelan, ia tidak mengetahui tentang gosip apapun dan ia juga tidak peduli akan hal itu. Ia malah bersyukur jika memang para karyawannya mengetahui tentang hubungan mereka yang sebenarnya, jadi mereka tidak perlu lagi untuk menutupinya.
"Aku tidak tahu apa-apa dan aku juga tidak mengatakan apapun pada mereka," kilah Gryson. "Sudahlah. Lebih baik kita pulang sekarang, aku yakin kamu juga sudah lelah, kan?" sambungnya lagi yang langsung diangguki oleh Filia.
Mereka pun langsung memasuki mobilnya dan meninggalkan area pelataran restoran itu, tanpa mengetahui jika ada seseorang yang terus memperhatikan mereka berdua dengan mengepalkan tangannya.
Gryson mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, tapi wajahnya tertekuk kesal. Ia menyesal mengizinkan istrinya untuk bekerja di restoran miliknya, karena ternyata banyak yang menyukai Filia.
Filia sendiri terus memperhatikan suaminya, ia merasa sedikit heran lantaran wajah suaminya itu ditekuk dalam, sedangkan yang seharusnya merasa kesal itu adalah dia.
"Mas, kamu kenapa?" tanya Filia karena sudah tidak tahan lagi melihat suaminya yang hanya terdiam.
"Tidak. Aku tidak apa-apa." Gryson menjawab tanpa mengalihkan perhatiannya dari jalanan.
"Apa kamu marah karena Julian tadi?" tanya Filia sambil menyentuh tangan Gryson yang ada di sampingnya, ini pertama kalinya ia berinisiatif untuk melakukan touch skin terlebih dahulu.
"Aku hanya kesal saja padanya," jawab Gryson dengan meraih tangan Filia yang tadi menyentuhnya dan mengecup singkat lalu menggenggamnya.
__ADS_1
Filia membiarkan Gryson melakukan hal itu padanya, karena dia juga senang mendapatkan perlakuan manis seperti itu dari suaminya.
"Hmmm, baiklah. Aku mengerti," jawab Filia.
Mereka kembali sama-sama terdiam dengan tangan Filia masih di genggaman suaminya. Hingga beberapa saat kemudian, mereka pun sampai ke rumah dan ternyata Nyonya Mona sudah menunggu kedatangan mereka berdua.
"Kalian dari mana saja?" tanya Nyonya Mona pada anak dan menantunya, ia belum menyadari jika mereka berdua sedang berjalan dengan bergandengan tangan.
"Kami baru pulang bekerja, Ma," jawab Gryson sambil melangkah mendekati sang ibu.
"Kerja? Memangnya kalian kerja di mana? Apa ada perusahaan yang akan mempekerjakan orang yang tidak bisa berbuat apa-apa?" tanyanya lagi sambil melirik menantunya dengan sinis, ia memang bermaksud untuk menyinggung Filia.
"Ma, jangan seperti itu. Bukankah kita sudah sepakat, Mama tidak akan lagi mencampuri urusan pernikahanku, karena aku sudah menyerahkan perusahaan padamu?" tanya Gryson yang tidak suka jika mamanya mengingkari janji.
Filia sedikit terkejut dengan penuturan suaminya. Jadi benar, Mas Grys keluar dari perusahaan karena memilihku? tanya Filia dalam hatinya.
"Maksud Mama bukan seperti itu, Grys. Seharusnya seorang istri itu diam di rumah dan menanti suaminya yang pulang bekerja, bukan malah sama-sama sibuk bekerja," terang Nyonya Mona.
Baik Gryson maupun Filia, mereka sama-sama diam dan tidak menanggapi ucapan mamanya karena mereka terlalu bingung dengan keinginan Nyonya Mona.
Kemarin menyuruhku bekerja, sekarang menyuruhku untuk diam di rumah, besok akan menyuruhku apa lagi? tanya Filia dalam hatinya sambil menggeleng samar, ia benar-benar tidak mengerti dengan keinginan mertuanya.
"Ma, kami masih lelah. Jika Mama berniat untuk beradu argument, kami tidak akan menanggapinya." Gryson jawab sambil membukakan pintu untuk mereka bertiga.
Setelah mamanya masuk, Filia dan Gryson pun mengikutinya dari belakang. Nyonya Mona langsung duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Filia dan Gryson memilih untuk langsung membersihkan diri mereka di kamar masing-masing.
Filia terlebih dahulu berjalan ke arah dapur untuk menyimpan makanan yang mereka bawa dari restoran tadi. Gryson yang meminta chef di sana untuk memasakannya, ia tahu jika istrinya itu pasti lelah setelah seharian tadi bekerja. Jadi, ia memutuskan untuk membawa makanan dari sana.
Nyonya Mona mengikuti langkah Filia ke dapur, ia melihat menantunya itu sedang menata makanan yang di bawanya.
__ADS_1
"Sebagai seorang istri, harusnya kamu itu bisa berhemat. Jangan terus menerus membeli makanan dari luar, Filia," ucapnya lagi sambil duduk di kursi meja makan.
Ya Tuhan, aku benar-benar tidak mengerti dengan keinginannya, batin Filia seraya melihat mertuanya yang mulai menyendok nasi beserta lauk-pauk ke atas piringnya.