
Pagi ini Gryson merasa enggan untuk bangun dari tempat tidurnya. Entah kenapa hari ini dia merasa sangat mengantuk dan malas untuk berbuat apa-apa. Sampai-sampai Nyonya Mona datang ke kamarnya untuk memaksa Gryson bangun.
"Grys, mau sampai kapan kamu tiduran seperti ini? Bukankah hari ini kamu memiliki pertemuan penting dengan beberapa investor? Kamu akan terlambat jika hanya terus berbaring seperti ini!" ucap Nyonya Mona sambil menarik selimut yang membungkus tubuh sang anak.
Gryson menggeliat saat mengetahui mamanya sudah ada di kamar. Tunggu, kenapa Mama bisa masuk ke dalam kamarku? Seingatku tadi malam sudah mengunci pintunya saat akan menelpon Filia, batinnya sambil mengeratkan selimut agar tidak terlepas dari tubuhnya.
"Ma, hari ini aku sedang tidak enak badan. Mama saja yang mewakilinya, toh tidak ada bedanya antara aku dan Mama," tolak Gryson tanpa menghiraukan Nyonya Mona yang masih saja menarik selimutnya.
"Tidak bisa, Grys. Mama ada pertemuan dengan Tante Lucy. jadi kamu yang harus menghadiri rapat itu."
"Ada perlu apa Mama menemuinya?" Greyson bangkit dari tidurnya dan menatap sang mama yang masih berdiri di samping tempat tidurnya.
"Ck, tentu saja untuk menyambut Rachel yang akan pulang sebentar lagi," jawab Nyonya Mona dengan sumringah.
Gryson memutar bola matanya dengan malas. Ia sudah muak mendengar mamanya yang terus-menerus menginginkan dia untuk kembali dekat dengan Rachel.
"Baiklah. Jika Mama ingin bertemu dengan Tante Lucy silakan saja. Aku tidak akan melarangnya," ucap Gryson. Ia bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Nyonya Mona tersenyum senang saat mendengar ucapan Gryson yang mengira jika sang anak sudah mulai luluh dan mau kembali menjalin hubungan dengan menantu idamannya.
"Grys, apa itu artinya kamu sudah mau melupakan Filia dan menjalin hubungan dengan Rachel lagi?" tanya Nyonya Mona pada Gryson sebelum anaknya itu masuk kamar mandi.
"Untuk apa aku kembali menjalin hubungan dengannya? Aku sudah mempunyai istri dan tidak pantas lagi untuk menjalin hubungan dengan wanita lain di belakang istriku." Gryson meninggalkan Nyonya Mona dan masuk ke kamar mandinya.
"A–apa?! Apa maksud ucapanmu, Grys?"
Nyonya Mona mengepalkan tangannya karena kesal pada sang anak yang tidak menjawab pertanyaannya. Apa maksud dia berbicara seperti itu? Bukankah dia sendiri yang sudah memutuskan untuk menjauhi Filia? Kenapa sekarang dia berbicara seakan-akan Filia masih ada di sini? Dasar, sepertinya wanita pembawa si*l itu masih terus mengganggu kehidupan anakku! Lihat saja apa yang akan aku lakukan jika sampai bertemu dengannya.
__ADS_1
Nyonya Mona berlalu keluar dari kamar Gryson. Tidak ada yang berubah semenjak kepergian Filia kemarin sore karena nyatanya sang anak tidak benar-benar membenci istrinya.
Saat Nyonya Mona sedang melewati ruang tamu, ia mendengar suara ketukan dari luar pintu.
Tidak sopan, siapa yang bertamu sepagi ini ke rumahku? tanya Nyonya Mona dalam hatinya sambil berjalan menuju pintu itu.
Clara dan Bellina sedang berebut untuk bisa mengetuk pintu rumah Gryson terlebih dulu. Entah apa yang ada di pikiran mereka sehingga nekat untuk datang pagi-pagi buta ke rumah orang lain.
"Aku yang lebih dulu sampai di sini!" ucap Clara sambil mendorong Bellina untuk ke belakangnya.
"Heh, anak kecil seperti kamu, berani melawanku? Aku yang lebih dulu sampai di sini." Bellina balas mendorong Clara hingga gadis itu hampir jatuh ke belakang.
"Berhenti mendorongku seperti itu, wanita tua!"
Bellina terlihat sangat marah, ia tidak terima dikatai wanita tua oleh Clara. "Apa maksudmu dengan mengataiku wanita tua? Dasar anak kecil, bocah ingusan sepertimu tidak cocok dengan Gryson!" Bellina kembali mendorong tubuh Clara.
Bellina tidak terima dikatai wanita jal*ng. Padahal beberapa teman prianya sangat mengagumi servicenya yang sangat memuaskan mereka. "Jaga ucapanmu anak kecil! tidak ada yang pernah berani mengataiku seperti itu!"
"Cih, tentu saja ada. Aku buktinya!"
Clara mendorong tubuh Bellina hingga hampir terjatuh, tapi untung saja tidak terjadi karena sudah ditahan secara tidak sengaja oleh Nyonya Mona saat ia membuka pintu rumahnya.
"Apa yang sedang kalian lakukan di depan rumahku sepagi ini?" tanya Nyonya Mona saat melihat dua orang wanita muda yang sedang saling mendorong dan saling mengatai.
Baik Clara maupun Bellina terkesiap mendengar pertanyaan Nyonya Mona yang sangat tajam, serta pandangan sinis pada mereka berdua.
"Ta–tante?!" ucap kedua wanita muda itu bersamaan.
__ADS_1
"Apa yang sedang kalian lakukan di sini?!" tanya Nyonya Mona mengulang kembali perkataannya.
Bellina dan Clara saling menatap satu sama lain, mereka cukup takut melihat mimik wajah tuan rumah yang tidak ramah padanya.
"Ka ... akh, bukan. Maksudnya, aku datang kemari dengan membawa makanan untuk sarapan kita bersama. Maksudnya, kita bertiga." Clara meralat ucapannya sambil menoleh sinis pada Bellina.
Bellina yang tak mau kalah dari Clara pun dengan segera ia memberikan kotak makanan pada Nyonya Mona. "Tante, aku juga membawakan sarapan untuk Tante dan juga Grys. Oh ya, ini aku masak sendiri lho, Tan. Semoga Tante dan Gryson suka masakanku."
Clara mendelik sebal saat mendengar ucapan Bellina yang mengaku jika dia bisa memasak. "Ck, wanita manja sepertimu mana bisa masak? Jangan mengarang di pagi hari."
Nyonya Mona menatap tajam dua wanita muda yang sedang berselisih itu. Diantara mereka tidak ada yang ia suka, tapi jika bukan karena mereka, rencananya mungkin akan gagal.
Hah, menyusahkan saja, batin Nyonya Mona sambil menunduk dan menggeleng pelan.
"Sudah. Masuklah kalian berdua." Nyonya Mona membiarkan kedua wanita muda itu untuk masuk ke rumahnya. Meskipun ia tidak menyukai mereka berdua, tapi ia juga masih tahu cara berbalas budi. Anggap saja ini sebagai bentuk rasa terima kasihku pada mereka karena sudah membantuku memisahkan Gryson dan Filia, batin Nyonya Mona sambil mengikuti langkah kedua wanita yang masih saling menyenggol satu sama lain.
Gryson yang baru saja keluar dari kamarnya, cukup terkejut melihat keberadaan sepupu Filia dan juga adik dari sahabatnya. "Apa yang kalian berdua lakukan di sini?" tanyanya sambil menatap tajam pada dua wanita yang berada di hadapannya.
"Kak Grys, aku membawakan sarapan untuk kita bertiga. Ini buatan Mamaku, lho," ucap Clara sambil memperlihatkan kotak makanan yang ia bawa.
"Aku juga membawakanmu sarapan untukmu, Grys." Bellina tidak mau kalah dari Clara, ia juga memperlihatkan kotak makanan yang di bawanya.
Gryson membuang muka dari hadapan kedua wanita tersebut. Ya Tuhan, baru saja tadi aku merasa tenang. Kenapa sekarang sudah hadir lagi dua makhlukmu yang tidak jelas ini? Gryson mengusap wajahnya dengan kasar dan segera pergi dari rumah itu tanpa sarapan.
"Grys, kamu mau ke mana? Kita belum sarapan, lho!" Nyonya Mona menghentikan langkah Gryson dengan memegang tangannya.
"Aku tidak ingin sarapan bersama mereka, Mama saja yang menemaninya. Aku akan sarapan di luar."
__ADS_1