Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 21


__ADS_3

Setelah obrolan mereka malam tadi, pagi ini sikap Filia sudah kembali biasa, bahkan ia membantu Gryson menyiapkan sarapan untuk mereka berdua tanpa ada kecanggungan. Gryson juga bersyukur, kini istrinya itu tidak lagi acuh dan lebih bersikap sangat hangat padanya. Filia juga menerima dengan baik perhatian yang ia tunjukkan padanya.


"Mas, bolehkah aku ikut bekerja denganmu?" tanya Filia saat mereka sedang duduk untuk sarapan bersama, ia sangat bosan jika harus berdiam diri di rumah sendirian.


Mendengar permintaan sang istri, Gryson mengernyitkan keningnya. Ia berfikir jika Filia bukanlah gadis pekerja keras, jadi sedikit ragu untuk mengajaknya. Akan tetapi jika ia menolak keinginannya, Gryson khawatir Filia akan tersinggung.


"Apa kamu yakin ingin ikut bekerja? Maksudku, apa sebelumnya kamu pernah bekerja?"


Filia terdiam, ia sama sekali belum pernah bekerja. Selama ini hidupnya ditanggung oleh papanya, tapi sekarang ia ingin mandiri, ia ingin menunjukkan pada kedua orang tuanya, jika dirinya juga bisa seperti Bellina yang bisa hidup mandiri.


"Aku belum pernah bekerja di manapun, Mas," jawab Filia pelan sambil menunduk dan memainkan jari yang berada di atas pangkuannya.


Gryson mengangguk mengerti. "Baiklah, kamu boleh ikut denganku. Nanti aku akan meminta Anthoni untuk menempatkan mu di bagian asistenku," jawabnya.


"Tidak, Mas. Aku tidak ingin jadi asisten mu," tolak Filia langsung.


"Kenapa?" tanya Gryson heran. Biasanya jika orang yang di tawari pekerjaan mudah, akan langsung menyetujuinya. Kenapa istrinya itu tidak mau?


"Aku ingin memulai semuanya dari bawah, Mas. Aku tidak mau terburu-buru, lagipula aku belum punya pengalaman apa-apa," jawab Filia menjelaskan keinginannya.


"Oh, aku kira kamu tidak ingin bersamaku setiap waktu." Gryson berucap setengah berbisik sehingga Filia tidak terlalu mendengarnya.


"Apa Mas mengucapkan sesuatu?" tanya Filia. Ia penasaran dengan ucapan suaminya barusan.


Gryson menggeleng pelan, tentu saja ia malu jika mengatakannya secara langsung. Meskipun ia sangat berharap Filia mau menjadi asistennya, tapi ia juga tidak ingin memaksakan kehendaknya sendiri.


"Setidaknya aku masih bisa melihatnya seharian nanti meskipun hanya dari kejauhan saja," gumamnya dalam hati.


"Baiklah, terserah kamu saja, yang penting kamu nyaman," jawab Gryson.


"Terima kasih, Mas." Filia tersenyum senang saat suaminya itu mengijinkannya untuk ikut bekerja.

__ADS_1


"Sama-sama, Lia."


Merekapun menyelesaikan sarapannya dan segera bersiap untuk berangkat ke restoran bersama. Sepenjang perjalanan Filia tidak henti-hentinya mengembangkan senyuman, ia senang sekaligus gugup karena dirinya sudah beberapa hari ini tidak berinteraksi dengan banyak orang.


"Sepertinya kamu sangat senang, Lia?" tanya Gryson yang sedari tadi melihat Filia tersenyum dari ekor matanya.


"Iya, Mas. Aku sangat gugup, ini pertama kalinya aku akan bekerja. Semoga saja aku tidak membuat masalah di restoran mu nanti," ucap Filia.


Gryson tersenyum sambil menggeleng pelan, bagaimana bisa mamanya berfikiran buruk tentang istrinya yang begitu polos.


"Kenapa Mas menertawakan ku?" tanya Filia saat menyadari jika Gryson sedang tertawa.


"Aku sedang tidak menertawakan mu, Lia. Jangan salah paham seperti itu," ucap Gryson sambil mengusap kepala istrinya.


"Benarkah? Bagaimana jika aku tidak percaya?" tanya Filia.


"Tentu saja kamu harus mulai mempercayaiku," jawab Gryson sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.


Melihat Gryson yang bersikap manis seperti itu, membuat Filia salah tingkah. Ia mulai terpesona dengan suaminya, ia membuang pandangannya kearah lain agar Gryson tidak melihat wajah merahnya.


"Ti–tidak. Ta–tadi aku melihat sesuatu yang menarik di ujung jalan sana," jawab Filia dengan terbata-bata akibat terlalu gugup.


Gryson tersenyum kecil, ia tahu jika istrinya itu sedang gugup, tapi ia tidak tahu penyebabnya. Tak lama kemudian, mobil yang mereka tumpangi pun sampai di pelataran restoran. Sebelum Gryson turun, Filia menahan tangan laki-laki itu dan membuatnya menoleh kearah Filia dengan heran.


"Apa ada hal yang membuatmu ragu?" tanya Gryson.


Sebelum Filia berbicara, gadis itu terlihat ragu untuk menyampaikan isi hatinya.


"Ada apa?" tanya Gryson lagi saat Filia tidak kunjung berbicara.


"Janji jangan marah padaku, jika aku sudah mengatakannya." Filia berucap sambil menudingkan tangannya kearah sang suami.

__ADS_1


Gryson mengangguk pelan, meskipun ia tidak mengerti dengan maksud ucapan istrinya. "Katakanlah!"


"Aku ingin pernikahan kita tidak diketahui oleh para pegawai restoran mu, apa bisa?" tanya Filia dengan ragu.


"Alasannya?"


Filia menarik nafas panjang sebelum ia menjawabnya.


"Aku hanya tidak ingin mereka baik terhadapku karena mengetahui jika aku adalah istrimu."


"Kenapa? Maksudku, bukankah bagus jika mereka mengetahui hal itu, jadi mereka bisa menjaga kesopanannya terhadapmu?" tanya Gryson, ia tidak mengerti dengan cara pemikiran istrinya.


"Aku tahu, tapi aku tidak ingin mereka terpaksa baik padaku hanya karena hal itu," jawab Filia sambil menunduk. Ia hanya ingin mempunyai teman yang tulus padanya, tanpa harus memedulikan status sebagai istri seorang pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.


mendengar penjelasan istrinya, Gryson kembali diam. Niat hati tadinya ia ingin pamer pada karyawannya tentang sang istri, harus ia urungkan sekarang.


"Seharusnya kamu tidak perlu punya pikiran seperti itu, aku yakin para karyawan di sini orangnya baik-baik semua, jadi kamu tidak perlu takut dan khawatir," ucap Gryson untuk menenangkan Filia.


Filia menggeleng lagi. "Justru jika mereka memang baik, seharusnya itu tidak jadi masalah, kan?"


"Baiklah, akan kuturuti," ucap Gryson yang mengalah pada istrinya.


Setelah mereka sepakat untuk menyembunyikan statusnya, barulah mereka berdua turun dari mobil itu secara bergiliran. Bahkan saat menuju pintu masuk pun, Filia lebih memilih berjalan di belakangnya.


Seperti biasa, Gryson akan mengadakan briefing terlebih dahulu sebelum mereka memulai pekerjaannya. Disaat itu juga, Gryson mengenalkan Filia sebagai salah satu karyawan yang akan ikut bekerja di sana.


Filia memilih untuk menjadi pelayan di sana, padahal sebelumnya Gryson akan menempatkannya di bagian supervisor, tapi di tolaknya. Jadi, disinilah ia sekarang tepatnya di loker khusus yang di sediakan untuk para waiters.


"Hai ...! Anak baru, ya? Kenalkan, namaku Julian," ucap salah satu laki-laki yang mengajak Filia berkenalan.


"Salam kenal, aku Filia. Panggil Lia saja. Senang bisa berkenalan denganmu, mohon arahannya," jawab Filia sambil sedikit membungkuk.

__ADS_1


Ia berusaha untuk menjaga jarak dengan pria lain, karena ia juga menghargai Gryson sebagai suaminya. Di sana memang tidak hanya mereka berdua, tapi tetap saja ia juga harus punya aturannya sendiri.


Setelah selesai menyimpan barang-barangnya, Filia segera pergi dari sana untuk kembali menghadap supervisor yang akan mengarahkan pekerjaan pertamanya.


__ADS_2