Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 56


__ADS_3

Gryson terus menggerutu dalam hatinya karena hari yang ia lalui terasa sangat lambat, padahal ia ingin segera cepat-cepat pulang ke apartemen agar bisa menghabiskan waktu bersama istri tercintanya, Filia.


Namun, waktu seakan tak mendukungnya. Meskipun ini sudah jam pulang kerja, tapi dia belum bisa pulang karena masih harus menyelesaikan beberapa berkas penting untuk meeting esok hari. Gryson berada di gedung itu dengan ditemani oleh asistennya, Alvin.


"Vin, setelah ini, apa masih ada berkas yang lain?" tanya Gryson yang sudah mulai kesal karena pekerjaannya tidak juga berkurang.


Alvin yang merasa terpanggil oleh atasannya segera menghampiri dan menatap beberapa berkas yang ada di atas meja Gryson.


"Tidak ada lagi, Tuan."


Gryson seakan mendapat angin segar setelah mendengar jawaban asistennya, ia pun kembali mengecek berkas yang tinggal sedikit lagi.


"Baiklah. Bawa sebagian olehmu, aku akan mengerjakan yang ini saja," perintahnya sambil menyuruh Alvin kembali ke meja kerjanya.


Alvin terlihat lesu setelah menerima perintah sang atasan, tadinya ia berpikir bisa segera pulang ke rumah, tapi kini ia juga harus membantu Gryson menyelesaikan semua berkas-berkas itu.


"Baiklah ...." Alvin membawa berkas berkas di tangannya dan kembali ke meja kerja. Ia sempat menoleh kebelakang dan melihat atasannya kembali tersenyum semangat. Ada apa dengan Tuan Gryson? Aku dengar jika beliau sudah mengusir Nyonya Filia. Lalu, apa alasannya bertingkah seperti itu? tanyanya dalam hati.


Alvin begitu sangat penasaran dengan kehidupan pribadi sekarang. Jika dulu ia yang selalu paling tahu, kini Alvin sudah tidak banyak mengetahui hal pribadi atasannya. Ingin bertanya pun ia tidak berani.


Sebenarnya apa yang sudah terjadi dengan rumah tangga Tuan Gryson? Tidak mungkin jika dia langsung berpindah hati begitu saja. Lalu, apa ini ada hubungannya dengan Nona Rachel yang sebentar lagi akan pulang? batin Alvin sambil terus memperhatikan Gryson dari ruangnya yang hanya tertutup kaca.


Gryson yang merasaa sedang diperhatikan, lantas ia menoleh ke ruangan sang asisten dan benar saja, ia melihat Alvin yang terburu-buru mengambil berkas, pura-pura mengeceknya.


Apa aku bereaksi terlalu berlebihan? Sampai-sampai si Alvin terus memperhatikanku, batin Gryson. Ia menatap tajam asistennya dari ruang kerja miliknya.


***


Di apartemen, Filia tidak henti-hentinya menatap jam yang terpasang di dinding, atau sesekali ia menengok ke arah pintu dan berharap seseorang yang sedang di rindukannya datang.


"Malam sudah semakin larut, tapi kenapa Mas Grys belum datang juga? Apa mungkin dia lupa dengan ucapannya tadi pagi?" tanya Filia pada dirinya sendiri. Ia bangkit dari duduk dan berjalan menuju pintu balkon apartemen.


Pemandangan yang indah terlihat dari balkon apartemennya. Gryson memang menyiapkan apartemen itu di lantai paling tinggi, ia tahu jika istrinya sangat menyukai pemandangan kota dari atas gedung.

__ADS_1


Angin yang berembus menerpanya terasa sedikit dingin karena ia hanya memakai pakaian tidur berbahan satin. Rambut panjang yang tergerai terlihat indah saat diterpa angin.


"Kenapa aku seperti menjadi selingkuhannya, ya? Padahal pernikahan kami terdaftar di pengadilan agama dan juga negara," gumamnya sambil terkekeh pelan.


Namun, kekehan itu terhenti saat ada seseorang yang tiba-tiba memeluknya dari belakang dan membuat Filia terjengkit kaget.


"Ya Tuhan, Mas! Kamu membuatku terkejut!" Filia memegangi dadanya yang berdebar kencang.


"Maaf, sayang. Tadi aku sudah memanggilmu beberapa kali, aku juga sudah mencarimu di kamar tapi tidak menemukanmu dan aku pikir kamu sedang berada di sini, jadi aku datang kemari lalu memelukmu." Gryson kembali mengeratkan pelukannya.


Filia memejamkan matanya, ia mulai meresapi hawa hangat yang diberikan oleh sang suami. Sangat nyaman, batinnya.


"Kenapa pulang larut, Mas?" tanya Filia masih dengan memejamkan matanya.


"Maaf, pekerjaan di kantor sedang banyak. Jadi aku harus menyelesaikannya terlebih dulu. Maaf karena sudah membuatmu menunggu lama," jawab Gryson tanpa melepaskan pelukannya.


"Oh, kupikir kamu sudah lupa dengan ucapanmu sendiri." Filia membalikkan tubuhnya dan menatap langsung mata sang suami.


Filia tersenyum kala mendapat perlakuan manis dari sang suami. Meskipun usia mereka terpaut jauh, tapi nyatanya tidak membuat cinta di kedua sepasang suami istri itu memudar. Filia yang masih labil pun bisa mengimbangi Gryson yang sudah dewasa, begitupun sebaliknya Gryson yang bisa mengerti jika istrinya masih dalam usia yang labil.


"Benarkah?"


"Hmmm, tentu saja. Kamu adalah bidadari tercantik yang kumiliki setelah Mama," jawab Gryson.


Filia terkekeh renyah saat mendengar jawaban sang suami, entah sejak kapan Gryson pintar menggombalinya.


"Mas, sejak kapan kamu pintar menggombal?"


"Sepertinya sejak kamu hadir di kehidupanku. Duniaku seakan lebih berwarna saat sudah mengenalmu."


Filia kembali tersenyum manis, ia mengalungkan tangan di leher Greyson dan sedikit berjinjit untuk mengecup bibirnya. "Terima kasih karena sudah menerima semua kekuranganku, Mas." ucapnya setelah mengecup sekilas bibir sang suami.


"Aku juga tidak sesempurna yang kamu kira, sayang." Gryson tersenyum dan memeluknya Filia.

__ADS_1


Sesaat Filia menikmati pelukan suaminya, hingga ia tersadar dan ingat jika Gryson mungkin belum makan malam karena sudah pulang terlambat.


"Mas, kamu sudah makan malam, belum?"


"Belum. Setelah pulang dari kantor, aku langsung kemari. Kenapa?"


Filia melepaskan pelukannya ia menarik pelan tangan Greyson untuk masuk, mereka berjalan menuju ruang makan. Gryson melihat beberapa hidangan yang sudah terjadi di atas meja makan.


"Kamu makan dulu, ya!" Filia mulai mengambilkan sepiring nasi beserta lauk pauknya dan disimpan di hadapan sang suami.


"Baiklah. Kamu sendiri, apa sudah makan?"


Filia menggeleng dan menjawab, "Aku ingin makan malam bersamamu, tapi aku ingin disuapi olehmu."


"Wah ... wah ... wah ... apa sekarang istriku sudah mulai manja?" Gryson menggoda Filia dengan mencubit pelan hidungnya.


"Ish, sakit, Mas!" ucap Filia sambil menepis tangan sang suami.


"Kamu lucu jika sedang merajuk seperti itu." Bukannya minta maaf, Gryson malah semakin menggodanya.


"Ayolah, Mas. Aku sudah lapar karena menunggu kedatanganmu."


"Baiklah, baiklah. Sekarang kita makan dulu." Gryson mulai menyuapi Filia sambil bergantian dengannya. Kedua insan manusia itu sedang menikmati kebersamaan mereka dengan suasana bahagia. Tentu saja, tak ada yang lebih membahagiakan lagi selain bisa tetap bersama dengan orang yang mereka cintai.


***


Di sudut lain, lebih tepatnya di rumah Gryson. Nyonya Mona tengah menatap foto sang anak yang diam-diam mengunjungi sebuah apartemen dengan gelagat yang mencurigakan. Namun, bukan hal itu yang membuatnya marah, justru wanita yang ia lihat di depan pintu apartemen yang membuatnya marah.


"Si*l, jal*ng itu ternyata tidak benar-benar melepaskan anakku! Ternyata mereka masih saling berhubungan di belakangku."


Nyonya Mona mengutus seorang mata-mata untuk terus mengawasi gerak-gerik Gryson, ia mencurigai gelagat sang anak karena tidak terlihat sedih saat Filia pergi dari rumah dan kini kecurigaan yang pun terbukti.


"Awas saja, aku benar-benar akan memisahkan mereka berdua dengan tanganku sendiri!" Nyonya Mona berucap sambil mengepalkan tangannya, kemudian menyobek foto Filia.

__ADS_1


__ADS_2