Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 53


__ADS_3

Nyonya Mona terdiam setelah beberapa saat Gryson pergi dari kamar itu, ia tertegun kala mengingat ucapan anaknya tadi.


Flashback on


"Apa Mama yakin dengan tuduhan itu? Bagaimana jika semua yang Mama tuduhkan itu tidak benar? Apa Mama akan meminta maaf padanya?" tanya Gryson tanpa menatap Nyonya Mona.


"Apa maksudmu, Grys? Mama melakukan semua ini hanya untuk kebahagiaanmu. Mama adalah orang tuamu yang tersisa. Jadi, Mama ingin yang terbaik untukmu dan masa depanmu. Mama tidak peduli jika Filia terbukti benar ataupun salah, yang pasti saat ini Mama hanya ingin dia menjauh darimu."


Gryson sudah merasa pening kepalanya saat ia mendengar kata-kata Nyonya Mona. Bukan yang tidak menghargai apa yang Nyonya Mona inginkan, hanya saja dia memang butuh Filia untuk menjadi istri pertama dan terakhirnya.


"Ma, Grys bahagia dengan Lia. Grys mencintainya. Apa itu tidak cukup meyakinkan Mama?"


"Grys, Filia bukan wanita yang cocok untukmu. Ingat, kalian bertemu di klub malam dan kamu tahu, kan, apa yang biasanya wanita lakukan di klub malam itu? Mama tidak ingin mempunyai cucu dari wanita yang sudah banyak disentuh oleh pria lain."


Inilah yang paling dibenci Gryson dari mamanya, sifat keras kepala dan tidak mau mendengar saran orang lain.


"Ma, Lia bukan wanita seperti itu. Dia wanita baik-baik. Jika Ma–"


"Jika dia wanita baik-baik, kenapa kalian bertemu di klub malam? Apa kamu bisa jelaskan alasan itu, hah?"


"Apa Mama ingin tahu yang sebenarnya?" tanya Gryson serius dan langsung dianggukki oleh Nyonya Mona.


"Baiklah. Aku akan menjelaskannya. Tapi, setelah ini Mama harus meminta maaf pada Filia!"


"Hmmm, terserah kamu saja." Nyonya Mona menjawabnya dengan acuh.


"Grys menemukan Filia saat ia hampir diper*os* pria yang membelinya. Dia di jual oleh sepupunya sendiri, Bellina. Dia dipaksa untuk menemani Bellina menghadiri salah satu acara ulang tahun temannya yang diadakan di klub malam dan saat itulah kami bertemu," ucap Gryson sedikit menjelaskan keadaan yang sebenarnya.

__ADS_1


"Aku tidak mempercayainya. Bahkan Ellena saja tidak menyukai gadis itu. Padahal dia adalah salah satu anggota keluarganya."


Gryson menarik nafas panjang sebelum kembali berkata, "Dia tidak menyukai Filia karena Filia selalu lebih unggul dibandingkan Bellina."


"Halah, padahal Bellina juga tidak kalah cantik dari Filia."


Lagi-lagi Gryson hanya bisa menggeleng pelan mendengar ucapan mamanya. "Mama menilai dia cantik karena dia pandai berdandan dan berpenampilan menarik, sedangkan Filia hanya berdandan saat kami sedang berdua. Untuk sehari-hari dia memilih berpenampilan sederhana."


"Alasan." Nyonya Mona mendelik saat mendengar ucapan anaknya yang terus membanggakan Filia.


"Terserah Mama saja. Karena pada akhirnya, aku yang akan mengalah dan melepaskan kebahagiaanku. Jadi, Mama tidak perlu repot-repot untuk mendengarkan semua penjelasanku, semuanya hanya sia-sia." Gryson pergi meninggalkan Nyonya Mona setelah ia mengucapkan kata-kata itu. Baginya, percuma saja ia terus berbicara karena mamanya tidak akan pernah mau mendengarkannya.


Flashback off


"Apa aku keterlaluan? Tapi, apa yang aku ucapkan itu adalah kenyataan. Lagi pula Filia masih terlalu muda untuk anakku," gumam Nyonya Mona sambil duduk di ranjang.


Rachel dan Gryson dulu adalah sepasang kekasih, hubungan antara mereka terjalin cukup lama, yaitu sekitar hampir empat tahun lamanya dan harus berakhir dengan Rachel yang pergi meninggalkan Gryson tanpa pemberitahuan. Hal itu membuat Gryson sangat kecewa, meskipun hubungan mereka hanya sebatas kekasih dan belum sampai ke jenjang yang lebih serius, tapi tetap saja membuat pria yang kini menjadi suami Filia itu sakit hati.


Nyonya Mona masih berharap jika Rachel kembali pada Gryson. Menurut Nyonya Mona, Rachel adalah tipe ideal calon menantunya. Bukan hanya cantik dan modis, tapi juga karena pendidikan yang tinggi dan mempunyai daya tarik tersendiri.


"Aku harus segera bertanya pada Jeng Lucy tentang kepulangan Rachel. Aku akan kembali mendekatkan mereka seperti dulu." Nyonya Mona bertekad untuk menyatukan sang anak dengan mantan kekasihnya. Ia tidak akan memedulikan Filia, Bellina, ataupun Clara. Menurutnya, mereka bertiga hanyalah penghalang untuk kebahagiaan Gryson.


Di kamar lain, Gryson menatap bantal kosong yang biasa di tempai oleh istrinya. "Sayang, kamu sedang apa di sana? Aku merindukanmu," gumamnya sambil mengelus bantal itu. "Akh, aku tidak tahan hanya berdiam diri seperti ini." Gryson bangkit dari tidurnya dan bergegas mengunci pintu kamarnya, tidak lupa ia juga mengaktifkan kamar mode kedap suara agar mamanya tidak mengetahui aktifitasnya di dalam kamar.


Setelah ia memastikan semua aman, barulah Gryson mengambil ponsel untuk mmenghubungi istrinya. "Semoga saja Lia belum tidur," gumamnya pelan sambil menunggu sambungan telponnya diterima oleh sang pujaan hati. Menunggu hingga beberapa saat kemudian, Filia menerima sambungan telpon itu.


"Halo, sayang. Apa kamu sudah tidur?" tanya Gryson

__ADS_1


"Belum, Mas. Kenapa kamu baru menhubungiku sekarang?" tanya Filia dengan nada merajuk.


Gryson terkekeh pelan saat mendengar nada bicara sang istri. "Maaf, tadi aku menemani Mama untuk berbicara dulu. Lalu, kenapa bukan kamu yang menghubungku terlebih dulu?"


"Ck, bukankah ini idemu, Mas? Aku juga harus berjaga-jaga agar Mama tidak mencurigaiku. Jadi, aku memilih untuk menunggu telpon darimu."


Gryson terdiam sejenak, ia lupa jika dirinyalah yang meminta sang istri untuk menunggu kabar darinya. "Baiklah. Maafkan aku. Aku melupakan hal itu."


"Hmmm ...." Filia menjawab ucapan Gryson hanya dengan deheman saja.


"Sayang, aku benar-benar minta maaf," ucap Gryson penuh sesal. "Aku merindukanmu. Aku juga minta maaf karena sudah membuatmu sedih tadi sore."


"Tidak apa-apa, Mas. Lagi pula itu adalah kesepakatan kita dan saat ini aku juga baik-baik saja," jawab Filia.


Gryson dan Filia sepakat untuk berpura-pura berpisah di hadapan mamanya, itulah mengapa dia tidak mengucapkan kata cerai dan hanya berkata melepaskan saja. Mereka ingin membuat Nyonya Mona menerima Filia secara perlahan. Namun sepertinya mereka harus lebih bersabar karena Nyonya Mona adalah wanita yang cukup keras kepala.


"Sedih rasanya, untuk beberapa hari kedepan kita tidak bisa bertemu," ucap Gryson pelan.


"Aku juga sedih, Mas. Semoga saja Mama cepat merestui pernikahan kita."


"Ya, tentu. Semoga saja."


Sepasang suami istri itu menghabiskan waktu malam mereka dengan telponn hingga dini hari, banyak yang mereka rencanakan tentang hari esok dan percakapan itu harus berakhir karena Filia yang sudah tertidur pulas saat Gryson masih sedang berbicara.


"Sayang, apa kamu sudah tidur?" tanya Gryson yang melihat di layar ponselnya jika Filia sudah dalm keadaan menunduk. Setelah ia panggil pun Filia tidak menjawab ucapan Gryson. Akhirnya pria itu menyerah dan membiarkan istrinya untuk beristirahat.


"Baiklah, sayang. Karena kamu tidah menjawab ucapanku, aku akan mematikan sambungan telponnya. Selamat malam," ucap Gryson sebelum ia memutuskan sambungan telponnya

__ADS_1


__ADS_2