
Mendengar jawaban Filia yang seperti orang sakit, Gryson kembali khawatir. Meskipun suhu tubuh Filia normal, tapi ia yakin jika istrinya itu sedang tidak baik-baik saja.
"Sayang, katakan yang sebenarnya jika memang sakit, aku sangat mengkhawatirkan mu." Gryson menggenggam tangan istrinya dengan erat. Saat ini ia benar-benar sudah sangat khawatir dengan keadaan Filia.
Sedangkan Filia sendiri bingung bagaimana cara dia menyampaikan, bahwa dia sedang membutuhkan und*rw*re-nya.
"Aku ... aku .... " Filia tidak dapat mengatakannya, ia terlalu malu untuk itu, pada akhirnya ia memilih diam kembali dan memunggungi suaminya.
Tidak putus asa, Gryson tetap bertanya dengan lembut, ia tidak ingin jika istrinya itu merasa tidak nyaman atas hal apapun.
"Sayang, jangan membuatku khawatir seperti ini, katakan padaku jika kamu merasa tidak nyaman. Apa kamu benar-benar tidak nyaman berada di sini?"
"Bukan begitu, Mas. Hanya saja aku butuh ...." Filia pun bangkit dan duduk dengan merapatkan selimut yang ia pakai dan meminta Gryson untuk mendekatinya. Setelah itu, barulah ia membisikkan sesuatu di telinga suaminya itu.
Gryson membulatkan mata dan menepuk jidatnya, ia benar-benar melupakan hal itu, sedangkan Filia sudah kembali menutup tubuhnya rapat-rapat, bahkan kepalanya pun ikut masuk ke dalam selimut itu.
ππ ππ’βππ, πππ’ ππππ’ π πππππ ππππππ‘ππππππ¦π, batin Filia. Wajahnya sudah terasa panas saat ini, mungkin warnanya sudah merah padam bak kepiting rebus.
"Sa-sayang, maafkan aku. Aku sama sekali tidak bermaksud untuk benar-benar melupakannya," ucap Gryson seraya mencoba untuk menyentuh bahu sang istri.
Filia tidak menggubris ucapan suaminya, ia masih kesal dan malu sendiri. Gryson sendiri pergi keluar dari kamar itu setelah meminta maaf pada istrinya,
ππππππππ¦π πππ’ ππππ‘π π‘πππππ ππππ πΊππ π πππ. πΎππ πβππ ππ’ππ πΏππ, batin Gryson. Ia pun segera menghubungi sahabatnya itu agar menolongnya untuk membelikan barang keperluan Filia lewat adik Gio, tidak mungkin juga jika dirinya meminta Gio untuk membelikan secara langsung.
Cukup lama hingga Gio datang ke villa itu bersama adiknya yang bernama Clara, sampai-sampai Gryson dan Filia menikmati makan malam mereka di dalam kamar.
"Kenapa lama sekali, Gi? Mana pesananku tadi?" tanya Gryson saat ia melihat kedatangan dua sahabatnya dan juga Clara.
"Di jalan tadi macet, Grys. Lagi pula kamu meminta perlengkapan perempuan itu untuk siapa?" tanya Gio. Sebenarnya ia sudah merasa penasaran sejak tadi saat Gryson meminta tolong padanya.
Gryson lupa jika ia belum memperkenalkan istrinya pada Gio dan Aramon, karena saat menikah pun ia tidak mengundang kedua sahabatnya itu.
__ADS_1
"Oh, baiklah. Terima kasih, nanti akan ku jelaskan. Sekaligus aku kan memperkenalkannya pada kalian." Gryson pergi dari hadapan kawan-kawannya tanpa mendengar ucapan lain yang Aramon katakan, saat ini dia lebih khawatir pada istrinya.
Tanpa mengetuk pintu kamar terlebih dulu, Gryson langsung memasukinya, ia melihat Filia yang masih terbaring dengan selimut tebal membungkus tubuhnya.
"Sayang, aku membawakanmu ini. Segeralah pakai agar kamu merasa nyaman," ucap Gryson seraya memberikan ππππππ πππ yang ia bawa tadi.
"Apa ini, Mas?" tanya Filia saat iya menerima bungkusan papper bag yang diberikan oleh suaminya.
"Semua adalah kebutuhanmu, aku tadi meminta adik sahabatku untuk membelikannya," jawab Gryson.
Setelah mendengar jawaban suaminya, dengan cepat Filia bangkit dan melangkah menuju kamar mandi untuk kembali mengganti bajunya. Hingga tak lama kemudian, ia pun kembali keluar dari kamar mandi dengan pakaian juga perlengkapan yang sudah dia pakainya.
"Bagaimana, apa kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Gryson saat melihat istrinya yang tersenyum lega.
"Sudah, Mas. Terima kasih ... Tapi, tunggu dulu, kapan kamu keluar dan membeli ini semua? Mas tidak meminta Pak Budi untuk membelinya, kan?"
Gryson tersenyum dan menjawab, "Tentu saja bukan, aku tidak rela milikku diketahui orang lain."
"Lalu?"
Belum sempat Filia mengajukan pertanyaan kembali, Gryson sudah menarik pelan tangan istrinya itu dan mengajaknya berjalan menuju ruang tamu untuk menemui tiga temannya.
"Clara? Mas itu Clara, kan?" tanya Filia saat melihat sosok perempuan yang sepantaran dengannya, ia ingat pernah mempunyai teman dekat saat sekolah menengah pertama dulu.
"Kamu mengenalnya?" tanya Gryson penasaran.
Filia tidak menjawab pertanyaan suaminya, ia segera bergegas untuk menghampiri teman lamanya itu.
"Kamu Clara, kan?"
"Iya. Kamu ... kamu Filia?"
__ADS_1
"Kalian sudah saling mengenal?" tanya Gryson saat ia sudah berdiri di belakang Filia.
"Iya, Mas. Clara adalah teman dekatku saat masih duduk di sekolah menengah pertama, sebelum aku pindah sekolah dulu." Filia menjawab sambil terus memeluk teman lamanya itu.
"Aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di sini. Bagaimana bisa kamu bersama Kak Grys, Fili?" tanya Clara. Ia sangat senang bisa bertemu dengan teman lamanya di sana.
"Grys, kamu harus menjelaskan ini semua pada kami," pinta Aramon yang belum mengetahui jika Gryson menyimpan wanita di villa itu, Gio juga tidak menyangka jika Filia teman adiknya dulu ada bersama sahabatnya.
"Aku dan Filia ... kami adalah pasangan suami istri," jawab Gryson sambil memeluk pinggang Filia.
"APA?" ketiga orang yang berada di sana sangat terkejut mendengar pernyataan Gryson.
"Bagaimana bisa?" tanya Clara.
"Sejak kapan kalian menikah?" tanya Aramon.
"Kenapa kamu tidak memberitahukan kami jika kalian sudah menikah?" tanya Gio.
Gryson menatap temannya itu satu persatu, sedangkan Filia hanya diam dan berdiri di sebelah suaminya.
"Maaf karena tidak memberitahukan kalian tentang ini semua. Kami menikah secara tiba-tiba," jawab Gryson.
"Fili, kamu harus menceritakan semuanya padaku!" ucap Clara dengan tegas meminta penjelasan dari Filia.
"Baiklah, nanti akan aku jelaskan. Tapi bisakah kamu mengganti panggilanmu itu? Ini sudah beberapa tahun berlalu dan kamu masih memanggilku dengan sebutan itu." Filia menjawab sambil melangkah untuk mendekati temannya, Clara.
"Ini sudah menjadi kebiasaanku." Clara kembali memeluk tangan Filia. "Oh, ya, Abang, Kak Ram, Kak Grys, aku dan Fili akan mengobrol di tempat lain," sambungnya sambil menarik pelan tangan Filia dari kumpulan laki-laki itu, sedangkan Gryson sendiri hanya menatap kepergian Filia dan Clara.
Kini yang berada di ruang tamu itu hanyalah tiga sekawan saja, Filia dan Clara sudah pergi menuju ke arah kolam renang yang ada di samping rumah itu dekat ruang tamu.
"Grys, sejak kapan kamu menikah?" tanya Gio yang sudah penasaran sejak tadi, karena seingatnya Gryson baru genap dua minggu berada di kota itu.
__ADS_1
"Iya, bagaimana bisa? Bukankah saat terakhir kali kita bertemu di klub malam itu, kamu tidak mengatakan apa-apa tentang pernikahan? Ini sangat mengejutkan bagi kami." Aramon menatap lekat temannya itu.
Mendapat pertanyaan seperti itu dari kedua sahabatnya, mau tak mau Gryson pun menceritakan apa yang sudah terjadi pada dirinya dan Filia.