
Filia terbangun dari tidurnya karena mencium wangi masakan, sedari siang ia tidak makan apapun dan hanya meminum teh itu juga saat ada mertuanya saja.
"Kamu sudah bangun?" tanya Gryson karena melihat Filia yang sudah bergerak-gerak.
"Hmmm, rasanya tidur nyenyak sekali hari ini," ucap Filia saat ia sudah membenarkan posisinya menjadi duduk.
Gryson tersenyum tipis mendengar ucapan istrinya. Tentu saja nyaman jika tidur sambil pelukan, cuaca di luar juga sangat mendukung, batinnya.
"Sudah. Sekarang kamu segera bersihkan diri dulu, aku sudah masak untuk makan malam kita," perintah Gryson yang langsung diangguki oleh Filia.
"Hmmm, baiklah." Filia bangkit dari duduknya dan segera melangkah menuju kamar yang ia tempati. Saat melewati kamar utama yang kosong, ia tersenyum kecil mengingat semalam Gryson yang menggendongnya masuk ke kamar itu.
Seandainya aku membatalkan perjanjian itu, akankah aku mendapatkan kebahagiaan? tanya Filia dalam hatinya.
Ia pun menggeleng dan menepis semua angan-angannya, saat ini ia harus mengungkap siapa orang yang menjadi dalang dalam kasus penjebakan dirinya. Ia juga harus meyakinkan kedua orang tuanya, agar kembali mempercayainya.
Ya, untuk saat ini aku tidak boleh berpikiran hal yang lain-lain dulu, aku harus fokus pada tujuanku, batin Filia lagi.
Setelah beberapa saat berdiam diri di depan pintu kamar utama, ia pun segera memasuki kamar miliknya dan segera membersihkan diri.
Begitu juga dengan Gryson, setelah selesai memasak, ia segera berlalu memasuki kamarnya dan membersihkan dirinya dengan segera.
Sesudah selesai semuanya, baik Gryson maupun Filia segera berjalan menuju ruang makan. Filia menatap takjub pada hidangan yang tersedia di sana.
"Mas? Kamu delivery?" tanya Filia saat ia melihat hidangan yang lezat di sana yang sudah tertata rapi di sana.
__ADS_1
"Jika aku menjawab 'Aku yang memasaknya', apa kamu akan percaya?" Gryson balik bertanya sambil mendorong keluar kursi untuk Filia duduk.
"Hmmm, aku tidak tahu, karena aku tidak menemukan perbedaan antara keduanya." Filia menjawab seraya mendudukkan dirinya di kursi yang sudah disediakan oleh suaminya.
"Apa itu sebuah pujian?"
Filia tersenyum mendengar pertanyaan suaminya, tentu saja ia tahu jika Gryson yang memasak semua hidangan itu, ia juga tahu saat suaminya bangun terlebih dahulu untuk memasak makan malam mereka.
"Aku becanda, Mas. Aku tahu semua masakan ini adalah buatan mu. Terima kasih, aku sangat tersanjung akan hal itu," ucap Filia sambil memperlihatkan senyum manisnya.
Gryson membalas senyuman istrinya. Apa sekarang aku boleh berharap, hubungan kita kedepannya akan berlangsung selamanya? tanya Gryson dalam hatinya.
Mereka pun mulai makan malam dengan tenang, Gryson senang melihat Filia yang memakan lahap masakannya. Bahkan dari awal sampai saat ini, Filia tidak pernah sekalipun berusaha untuk menutupi image-nya, ia selalu tampil apa adanya. Itulah yang membuat Gryson semakin jatuh hati dan diam-diam memperhatikannya.
"Mas, kenapa menatapku seperti itu?" tanya Filia yang berhasil memergoki Gryson saat sedang mencuri pandang ke arahnya.
"Kamu cantik, aku menyukaimu." Gryson menjawab tanpa ada keraguan.
Blush ....
Seketika itu juga wajah Filia langsung memerah, ia menunduk malu. Gryson yang sekarang lebih banyak menunjukkan perhatiannya secara terang-terangan.
"Te–terima kasih," jawab Filia pelan dengan gugup.
"Hey, tidak perlu gugup seperti itu. Aku mengatakan yang sebenarnya," ucap Gryson sambil menyentuh tangan Filia yang berada di atas meja dan menggenggamnya.
__ADS_1
Tidak sia-sia Gryson mempersiapkan makan malam itu dengan baik, karena ia bisa lebih dekat dengan istrinya.
Selesai makan malam, mereka pun membereskan semuanya bersama-sama. Bahkan Gryson juga membantu Filia mencuci piring kotor bekas mereka makan. Suasana yang mereka ciptakan sangatlah hangat tanpa ada jarak diantara keduanya, Gryson juga bisa melihat jika Filia ia tidak sesedih tadi siang, ia bersyukur karena bisa melihat istrinya tersenyum kembali.
Selesai dengan mencuci piring, mereka pun memutuskan untuk bersantai bersama di ruangan keluarga sambil meminum teh hangat dan menonton televisi. Filia memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya tentang pekerjaan Gryson saat ini, ia masih terus memikirkan ucapan mertuanya yang mengatakan jika suaminya itu sudah keluar dari perusahaan dan tidak lagi bekerja di sana.
"Mas, apa benar kemarin kamu keluar dari perusahaan?" tanya Filia pelan saat mereka sudah berada di ruang keluarga.
Gryson tidak langsung menjawabnya, pria itu hanya mengangguk pelan membenarkan pertanyaan istrinya. "Ya, Mama memberikan pilihan padaku, antara perusahaan atau dirimu, dan aku lebih memilih kamu. Aku sama sekali tidak keberatan jika harus keluar dari perusahaan, asalkan masih tetap bisa bersamamu."
Filia terdiam mendengar ucapan suaminya, ia merasa tidak enak hati karena ternyata Gryson keluar dari perusahaan itu karena ulahnya. "Apa itu karena aku?"
"Tidak. Itu bukan karena mu," tolak Gryson dengan cepat. iya tidak ingin jika Filia merasa bersalah akan hal itu. "Sebenarnya aku hanya ingin mengikuti apa kata hatiku saja. Aaku sudah terlalu lelah untuk terus-menerus dikekang oleh Mama. Dari dulu aku selalu menuruti keinginan Mama dan sekarang, aku ingin Mama menghargai apa yang menjadi keputusanku saat ini. Aku tidak bermaksud untuk membuat mama sedih, tapi apa salah jika kali ini aku memutuskan sendiri siapa yang akan menjadi pendamping hidupku untuk selamanya?"
Filia tertegun, mendengar penuturan suaminya. Ia merasa bersalah karena sudah membiarkan Gryson berjuang demi hubungan mereka sendirian, sementara dirinya memilih diam dan pura-pura tidak mengetahui apa-apa.
Apa aku sudah menjadi orang jahat saai ini? Membiarkan suaminya berjuang sedirian, sedangkan aku memilih diam, batin Filia.
"Maaf. Maaf karena sudah membiarkanmu berjuang demi hubungan kita sendirian," ucap Filia pelan sambil menunduk.
Gryson meraih bahu istrinya agar bisa menatapnya dengan tegak. "Aku akan terus berjuang mempertahankanmu sampai kapanpun, tapi akujuga tidak ingin membuatmu merasa bersalah dan ter paksa menjalani ini semua. Jadi biarkan saja waktu yang menjawab untuk penantianku itu."
"Terima kasih, Mas. Aku tidak akan menutup diri lagi darimu, tapi aku juga tidak bisa menjanjikan hal yang pasti untuk kedepannya. Aku harap kamu tidak kecewa di kemudian hari, apapun yang akan terjadi nanti," ucap Filia.
Mulai saat ini ia akan menerima semua perlakuan baik suaminya, Filia tidak akan menutup hatinya lagi.
__ADS_1