Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 50


__ADS_3

Seorang laki-laki tengah terdiam sambil menatap foto yang berserakan di atas meja kerjanya. Beberapa saat yang lalu, Gryson tiba-tiba mendapatkan sebuah paket yang berisikan foto-foto Filia bersama dengan seorang pria di toko buku, pusat perbelanjaan yang tadi mereka datangi.


Gryson menatap foto itu dengan dingin, ia tidak menunjukkan ekspresi apapun, tak ada raut wajah kesal atau marah, yang terlihat hanyalah tatapan tajam serta bibir yang membungkam.


"Grys, ada apa?" tanya Nyonya Mona yang kebetulan saat itu sedang mengunjungi perusahaan.


"Tidak ada apa-apa, Ma." Gryson segera merapikan kembali foto-foto yang ada di atas meja kerjanya. Namun, ia melupakan satu foto yang sedikit terselip di antara berkas-berkas yang ada di meja itu.


Nyonya Mona melihat tingkah gelagat aneh sang anak, ia segera menghampiri meja kerja anaknya dan tak sengaja melihat selipan sebuah foto dalam berkas di sana. Tangannya terulur untuk mengambil salah satu foto itu. Matanya membulat seketika, saat ia melihat foto Filia, sang menantu sedang ada di sebuah toko buku bersama pria lain.


"Grys, apa istrimu sudah gila? Kenapa dia berani-beraninya bermain dengan pria lain di belakangmu?" cecar Nyonya Mona sambil melipat tangannya kesal, sementara dalam hatinya ia tersenyum puas Lihatlah Filia, suamimu saat ini sangat marah besar padamu, batinnya sambil menyeringai.


Gryson tidak menanggapi ucapan mamanya, entah apa yang harus ia katakan saat ini. Pria itu hanya mengusap wajahnya dengan kasar, sebelum berucap, "Sudahlah, Ma. Mungkin itu hanya salah satu teman yang dia temui tidak sengaja di sana."


"Ck, kamu terlalu mempercayai wanita seperti dia, Grys. Tidak ada untungnya juga jika kamu terus mempertahankan wanita rubah itu." Nyonya Mona berdecak kesal melihat anaknya yang terlalu mempercayai Filia.


"Ma, kali ini–" Gryson menatap serius mamanya sebelum kembali berkata, "Kali ini tolong jangan terlalu ikut campur pada urusan rumah tangga aku."


Nyonya Mona mengepalkan tangan saat mendengar ucapan sang anak, ia menantang sang anak dengan menatapnya tajam. "Grys, kamu adalah laki-laki pintar dan masih banyak wanita di luaran sana yang selalu menginginkanmu. Jadi, jangan membuat dirimu bodoh hanya karena wanita seperti Filia."


"Ma!" Gryson tanpa sadar meninggikan suaranya saat mendengar Nyonya Mona membanding-bandingkan Filia.


"Gryson Atmajaya!" Nyonya Mona tak kalah tinggi suaranya dari Gryson. "Mama tidak menyukai gadis itu! Apalagi setelah Mama mengetahui jika bukan hanya dirimu yang ada di hatinya."


"Aku yakin, dia punya alasan untuk menemuinya," jawab Gryson tanpa mengalihkan perhatiannya dari berkas-berkas di atas meja.


"Terus saja kamu membelanya, Grys. Tapi, Mama akan buktikan padamu jika dia bukanlah wanita yang tepat untukmu!" Nyonya Mona berbalik pergi meninggalkan ruangan Gryson dengan kesal, ia juga sempat membantingkan pintu ruangan itu hingga berbunyi keras.

__ADS_1


Gryson hanya menggeleng pelan, saat Nyonya Mona keluar dari ruangannya, ia akan membicarakan hal itu nanti dengan sang istri.


***


Di tempat lain, Filia dan Clara masih berada di dalam mobil taksi online yang mereka tumpangi. Sepanjang perjalanan pulang, Filia lebih banyak diam dan tidak terlalu menanggapi ocehan Clara yang mengira bahwa pria tadi adalah salah satu temannya. Dia terus bertanya-tanya tentangnya, padahal Filia sendiri memang benar-benar tidak mengetahui siapa orang itu.


"Ayolah, Lia. Aku ingin tahu, siapa pria yang tadi bersamamu?" tanya Clara untuk kesekian kalinya.


Filia sudah sangat jengkel pada temannya itu. Berkali-kali dia menolak untuk menjawabnya. Namun, Clara tidak juga menyerah dan kembali mempertanyakan hal yang sama.


"Ra ... sudah kukatakan padamu, aku benar-benar tidak mengenali pria tadi. Berapa kali harus kukatakan padamu tentang hal itu?"


"Ayolah, Lia. Kamu bisa menceritakan semuanya padaku, aku bisa menutup mulut dan menyimpan rahasia juga," ucap Clara sambil sedikit berbisik.


Filia menggeleng lemah mendengar perkataan Clara. Sepertinya dia benar-benar mencari kelemahanku, percuma saja jika aku terus menjawabnya, dia akan semakin penasaran, lebih baik kudiamkan saja. Nanti juga dia pasti akan bosan sendiri jika aku tidak menjawab pertanyaan itu, batinnya sambil menatap keluar jendela.


Filia memilih untuk mengantarkan Clara terlebih dahulu ke rumahnya.


"Lho, Lia. Kenapa kamu mengantarkanku pulang?" tanya Clara saat ia menyadari jika mobil yang mereka tumpangi melewati jalan ke rumahnya.


"Aku akan mengantarkanmu terlebih dahulu." Filia menjawab tanpa menatap temannya itu.


Clara mengernyitkan keningnya mendengar jawaban Filia, tadinya ia pikir jika Filia akan langsung pulang ke rumahnya. Namun sekarang, dirinyalah yang akan terlebih dahulu pulang ke rumah.


"Tapi, kenapa, Lia? Kenapa tidak kamu duluan saja yang pulang?" tanya Clara lagi.


"Aku ada urusan mendadak dan perlu kendaraan lagi. Jadi, lebih baik mengantarkanmu pulang terlebih dahulu sebelum aku kembali pergi."

__ADS_1


"Kamu mau kemana? Apa perlu aku menemanimu? Aku sedang senggang dan tidak sibuk. Jadi ... ayo biar aku temani!" ucap Clara dengan semangat.


Filia memutar bola matanya malas dan bertanya dengan kesal. "Clara Adisukma, sejak kapan kamu menjadi wanita yang sering mengurusi masalah orang?"


Clara terkesiap mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Filia, ia cukup terkejut Filia akan mengatakan hal seperti itu padanya.


"Li–Lia, bukan seperti itu maksudku. Aku hanya menawarkan diri saja untuk menemanimu, tapi jika kamu tidak mau ... ya sudah, aku tidak akan memaksamu." Clara berekspresi sesedih mungkin, sehingga membuat sopir taksi online itu menoleh ke arah mereka.


Lagi-lagi Filia harus ekstra sabar dalam menghadapi Clara. Gadis yang dia kenal dulu baik, sekarang sudah berubah.


Filia tidak menanggapi ucapan Clara, ia memilih untuk diam dan tenang. Meskipun ia tahu bahwa temannya itu sedang kesal padanya, tapi Filia memilih untuk bungkam dan tidak peduli.


Sesampai di depan rumah Clara, Filia membiarkan temannya itu keluar dari mobil, sedangkan dirinya tidak ikut turun.


"Apa kamu tidak mau mampir ke rumahku?" tanya Clara saat melihat Filia yang masih duduk manis di jok penumpang belakang.


"Aku ada urusan. Terima kasih karena sudah menemaniku hari ini," jawab Filia dari dalam mobil.


"Hmmm, baiklah. Hati-hati di jalan," ucap Clara sebelum mobil itu jalan kembali meninggalkan pekarangan rumahnya. Sebenarnya ia sangat penasaran dengan urusan Filia. Tadinya ia berharap jika Filia akan mengajaknya dan urusan temannya itu.


Apa aku ikuti saja? Sepertinya dia akan menemui seorang. Aku harus mencari tahu. Aku yakin, dia pasti sedang menyembunyikan sesuatu dari suaminya. Clara segera masuk rumahnya untuk mengambil kunci mobil, ia memilih membuntuti kemana Filia pergi.


Filia meminta sopir taksi online itu untuk mengantarkannya ke sebuah hotel yang berada di pinggir kota. Wajah Filia begitu sangat bahagia saat mengetahui seseorang sudah menunggu kedatangannya di sana.


Sesampai di hotel, Filia segera turun dari mobil, tidak lupa ia juga sempat membayar ongkosnya terlebih dahulu, sebelum masuk ke dalam bangunan hotel itu.


Mau apa Filia masuk ke hotel? Dia juga tampak bahagia, batin Clara. Dia sempat memotret Filia saat sedang memasuki bangunan hotel itu. Aku akan membongkar semua belangmu, Filia.

__ADS_1


Clara mengikuti langkah Filia dengan perlahan mengendap-endap di belakangnya sampai di depan pintu kamar, ia terus memperhatikan gerak-gerik Filia yang sedikit mencurigakan.


__ADS_2