Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 66


__ADS_3

Seorang wanita paruh baya tengah menatap kosong ke arah sang anak, sudah hampir dua minggu setelah kejadian kecelakaan yang menimpanya, tapi anaknya belum juga sadarkan diri.


"Grys, kapan kamu akan bangun, Nak? Ini sudah terlalu lama, sayang. Bangunlah," gumam Nyonya Mona sambil terus mengusap lengan sang anak.


"Tante, sabar, ya. Mudah-mudahan Gryson cepat kembali pulih," ucap seorang wanita muda yang ikut menemani Nyonya Mona. Wanita muda itu adalah Rachel, gadis yang akan dijodohkan dengan Gryson.


"Tapi ini sudah hampir dua minggu, Hel. Gryson belum juga bangun dari komanya," jawab Nyonya Mona, walau bagaimanapun ia ingin anaknya segera bangun dan kembali sehat.


Semua ini gara-gara gadis si*lan yang dilindungi Gryson! Andai saja waktu itu aku tudak menyetujui pernikhan mereka, pasti sekarang Rachel yang akan menjadi menantuku dan mereka akan hidup bahagia, batin Nyonya Mona yang tetap saja menyalahkan Filia, meskipun dia sadar jika semua kejadian ini adalah ulahnya.


"Sabar, Tante. Aku yakin Gryson akan segera sadar, lagipula dokter sudah mengatakan jika dia sudah melewati masa kritisnya dan dia bisa bangun kapan pun," ucap Rachel yang kembali menenangkan Nyonya Mona.


Rachel terpaksa mengikuti Nyonya Mona ke Negara J, setelah ibu dari mantan kekasihnya itu menangis dan memohon padanya untuk tetap mempertahankan Gryson.


Beberapa hari yang lalu Gryson dinyatakan berhasil melewati masa kritisnya, tapi semenjak saat itu juga Gryson masih belum membuka matanya.


Nyonya Mona bangkit dari duduknya, seharian ini ia sama sekali tidak menjauhi ranjang yang di tempati Gryson. Pekerjaannya pun ia titipkan pada Alvin, sekretaris kepercayaan Gryson.


"Tante, mau kemana?" tanya Rachel saat melihat Nyonya Mona hendak keluar dari ruangan, ia juga membawa tasnya.


"Aku ingin keluar sebentar, mungkin saja angin luar bisa membantu untuk menjernihkan kembali pikiranku," jawab Nyonya Mona sebelum ia keluar dari ruang rawat Gryson, bahkan ia sama sekali tidak menolehkan wajahnya saat Rachel bertanya tadi.


Tunggu, apa maksudnya dia menyuruhku berdiam diri di sini? Sementara dia keluar dan berjalan-jalan? tanya Rachel dalam hatinya.


"Akh, si*al! Kenapa jadi aku yang harus diam menunggui pasien? Ini tidak adil, dia 'kan hanya mantanku saja. Dan, lagipula aku tidak berniat untuk kembali padanya," gumam Rachel sambil melipat tangannya di dada dan menatap sinis Gryson.


"Tante Mona keterlaluan! Dia hanya memikirkan dirinya sendiri. Harusnya aku yang keluar saat ini, bukan dia!" Rachel terus menggerutu saat Nyonya Mona sudah keluar dari ruang rawat Gryson. Wanita itu tidak menyadari jika pria yang sadang ia tunggu sudah sadarkan diri, hanya saja belum sepenuhnya sadar. Tanpa berfikir lama lagi, Rachel menyusul Nyonya Mona keluar dari ruangan itu. Ia meninggalkan Gryson begitu saja.

__ADS_1


Tak lama kemudian, dokter yang biasa berkeliling pun datang untuk meninjau kondisi terkini para pasiennya dan mendapati Gryson sudah membuka mata. Namun, ia tak melihat keluarga pasien.


"Tuan, Anda sudah sadar?" tanya dokter wanita itu.


"A ... air." Gryson meminta air karena tenggorokannya terasa sangat kering.


Dokter itu segera memberikan Gryson minum, ia juga membantunya dengan sedikit menahan kepalan Gryson.


Kemana keluarganya? Kenapa dia ditinggalkan sendirian? batin dokter itu bertanya-tanya dalam hatinya. Setelah Gryson minum, dokter itu kembali membenarkan posisi sang pasien.


Gryson menatap dokter itu dengan lekat, ia juga menatap sekeliling ruangannya yang tak dikenalinya. "Sa–saya ada di mana?"


"Anda sedang berada di rumah sakit, Tuan. Bagaimana perasaan Anda saat ini? Apa ada keluhan?" tanya dokter itu.


Gryson tidak langsung menjawab pertanyaan yang diajukan oleh dokter wanita di hadapannya, hanya tatapan bingung yang ia tunjukkan.


"Tuan, apa Anda baik-baik saja?" tanya dokter itu lagi setelah menunggu beberapa saat. Namun, Gryson tidak juga menjawab pertanyaannya.


Dokter itu pun mengangguk-angguk kepalanya seakan mengerti apa yang menjadi keluhan pasiennya. "Baiklah, saya mengerti. Maaf, biar saya periksa lagi."


Setelah mendapat anggukan dari Gryson, dokter itu pun kembali memeriksa dirinya. Setelah selesai, akhirnya ia pun mengetahui jika pasiennya mengalami amnesia ringan.


"Baiklah, lebih baik Anda kembali istirahat. Saya akan menyampaikan kondisi Tuan pada keluarga Anda." Dokter itu kembali membereskan stetoskop dan senter kecil yang dibawanya.


"Keluarga? Apa keluarga saya berada di sini?" tanya Gryson yang terlihat bingung.


"Tentu saja ada, Tuan. Hanya saja mungkin saat ini mereka sedang keluar." Dokter itu kembali tersenyum sebelum ia pergi meninggalkan pasiennya sendirian.

__ADS_1


Jika aku mempunyai keluarga, kenapa sejak tadi aku tidak melihat keberadaan mereka? Tadi pun hanya sempat mendengar seseorang menggerutu saja, batin Gryson sambil menatap langit-langit putih di atasnya.


Cukup lama pria itu berdiam diri didalam ruangan sendirian, sampai akhirnya ada seseorang yang membuka pintu ruangannya secara tiba-tiba.


"Grys?! Syukurlah kamu sudah siuman, Mama sangat senang sekali," ucap Nyonya Mona sambil memeluk anaknya dengan erat.


"Mama?" tanya Gryson dengan bingung.


Nyonya Mona menatap heran sang anak, ia belum mengetahui kondisi Gryson yang sebenarnya. Saat berada di luar tadi, pihak rumah sakit hanya memberitahukan jika Gryson sudah siuman dan sedang sendirian di dalam ruangannya.


Kemana Rachel? Kenapa dia tidak menemani Gryson? tanya Nyonya Mona dalam hatinya.


"Ini Mama, Grys. Apa kamu tidak mengingat Mama?" tanya Nyonya Mona sambil menatap sedih sang anak.


Gryson menggeleng pelan, ia sama sekali tidak mengingat apapun yang bersangkutan dengan keluarganya, maupun tentang dirinya sendiri.


Ini adalah kabar bagus untukku, syukur-syukur Gryson bisa lupa dengan Filia dan membuat dia kembali bersatu bersama Rachel nantinya, batin Nyonya Mona dengan senang. Jadi, aku tidak perlu susah payah untuk memikirkan cara bagaimana memisahkan mereka lagi, sambungnya.


"Tidak apa-apa. Kamu akan segera mengingatnya," ucap Nyonya Mona menenangkan Gryson, sambil mengecup sekilas kening sang anak.


Setelah pelukan itu terlepas, pintu ruangan kembali terbuka. Kali ini seorang wanita cantik yang masuk dalam sana, Gryson tidak mampu mengalihkan pandangannya dari wanita yang baru saja masuk ke dalam ruangan.


Sedangkan, Rachel sendiri mematung saat melihat Nyonya Mona sedang menatap tajam dirinya. Si*l, kenapa Tante Mona sudah berada di sini? tanyanya dalam hati.


"Ma, dia siapa?" tanya Gryson sambil terus menatap Rachel yang masih berdiri di ambang pintu.


Rachel menatap Gryson dengan pandangan tidak percaya, ia belum mengetahui jika pria itu mengalami amnesia ringan.

__ADS_1


"Tante?!" Rachel mencoba bertanya pada Nyonya Mona lewat tatapan, tetapi wanita paruh baya itu tidak mengindahkan pertanyaan yang Rachel ajukan lewat mata ia langsung memalingkan pandangannya ke arah lain.


"Dia ... dia ...." Nyonya Mona terlihat gelisah sebelum menjawab pertanyaan sang anak. Ia sendiri pun bingung mau menjawab apa, setelah beberapa saat terdiam, akhirnya ia pun memilih untuk berkata, "Dia adalah tunanganmu."


__ADS_2