Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 19


__ADS_3

Nyonya Mona terus berkeliling melihat keadaan rumah anak dan menantunya itu, ia yakin jika sang anak tidak memiliki pekerjaan lain selain di perusahaannya, maka ia akan menggunakan kelemahannya yaitu Filia untuk mengancam gadis itu agar menjauh dari anaknya, supaya Gryson bisa kembali bekerja di perusahaan.


"Kasihan sekali anakku, dia harus menanggung biaya untuk rumah tangga kalian sementara dia sendiri tidak mempunyai penghasilan," ucap Nyonya Mona dengan nada yang begitu sedih sambil memegangi cangkir yang berisikan teh hijau.


Filia masih terdiam mendengarkan perkataan selanjutnya dari sang mertua ia hanya duduk manis dan memandangnya.


Nyonya Mona sedikit kesal saat melihat menantunya yang tidak bereaksi apa-apa saat ia membicarakan tentang kemalangan yang menimpa Gryson, anaknya.


"Apa kamu tidak merasa bersalah?" tanya Nyonya Mona pada Filia. "Sebelum Grys mengenalmu, dia adalah anak yang penurut dan sangat berbakti padaku, tapi saat ia sudah menikah denganmu, sikapnya berubah terhadapku," sambungnya lagi tanpa repot-repot menunggu Filia menjawabnya.


Filia sadar jika mertuanya ini sedang mencoba untuk menjatuhkannya, hanya saja ia tidak ingin jika harus kembali ditindas oleh orang lain, meskipun itu adalah mertuanya sendiri. Baginya cukup keluarga saja yang menjatuhkannya, jangan sampai orang lain ikut menjatuhkannya juga.


"Tentu saja, Mama. Aku juga merasa bersalah saat mengetahui hal itu, tapi apa yang bisa kulakukan? Mas Grys bukan lagi anak kemarin sore yang masih harus diatur oleh orang tuanya. Aku yakin, dia tahu mana yang terbaik untuk dirinya dan juga masa depannya," jawab Filia sambil menatap lurus mertuanya.


Nyonya Mona terlihat mencengkram erat gelas yang ia pegang sejak tadi, niat hati ingin membuat Filia marah dan sedih, kini dirinyalah yang emosi akibat mendengar jawaban menantunya.


"Apa kamu masih tidak sadar diri juga? Gryson seperti itu karena gara-gara kamu ...! Kamu yang sudah menghancurkan masa depan anakku ...!" geram Nyonya Mona, ia sudah tidak bisa lagi membendung kekesalannya terhadap Filia.


Filia tersenyum kecil, baginya kata-kata Nyonya Mona bukanlah apa-apa, ia sudah cukup kebal dengan perkataan itu.


"Mama, anda tenang saja. Kami sudah membuat kesepakatan pernikahan," ucap Filia.

__ADS_1


Nyonya Mona menyipitkan matanya, ia tidak mengerti dengan ucapan menantunya yang mengatakan tentang kesepakatan pernikahan. "Apa maksudmu?"


"Sebenarnya, kami sudah menyetujui kesepakatan pernikahan. Hanya kami berdua saja yang mengetahui hal itu." Filia menjawab sambil meminum sedikit teh miliknya.


"Katakan padaku sekarang juga! Apa maksudmu kesepakatan pernikahan? Jangan sampai nanti kamu malah membuat anakku menderita!" sergah Nyonya Mona, ia harus mengetahui tentang kesepakatan itu, bagaimanapun caranya. Ia tidak ingin jika kesepakatan yang di buat Gryson akan merugikannya.


Filia tersenyum dan menggeleng kecil, ia tidak akan mengatakan apapun pada mertua, ataupun orang tuanya sendiri tentang kesepakatan yang mereka buat. Cukup hanya mereka berdua saja yang tahu.


"Maaf membuat Mama kecewa, tapi kami berdua tidak akan pernah mengatakan kesepakatan itu pada siapapun," jawab Filia penuh sesal.


Nyonya Mona berdiri dari duduknya, tiba-tiba ia menyiramkan teh yang tengah dipegangnya ke kepala Filia. "Berani-beraninya kamu sudah mempermainkan ku ...!"


Setelah Nyonya Mona menyeramkan air teh pada menantunya, ia segera menyambar tas mahal miliknya dan segera pergi meninggalkan rumah itu dengan emosi yang meledak-ledak di dadanya.


Sepeninggalan Nyonya Mona, Filia tersenyum miris menertawakan dirinya sendiri, ia merasa lucu pada dirinya sendiri.


"Kasihan sekali kamu, Filia. Keluarga kandung sudah membuang, sedangkan keluarga suamimu pun tidak pernah menganggapmu sebagai bagian dari keluarganya. Lucu sekali kamu,' ucapnya tanpa menghentikan tawa yang diiringi air mata kepedihan.


Sekarang pada siapa aku mencari perlindungan dan pembelaan? Setelah kejadian kemarin yang dilakukan Bellina padaku, aku tidak bisa mempercayai siapa-siapa lagi, batinnya sambil memeluk erat dirinya sendiri.


Saat ia sedang melamun sendiri, tiba-tiba ada sepasang tangan yang memeluk lehernya dari belakang. Filia sempat terkejut karena hal itu, tapi setelah melihat siapa pemilik tangan itu, Filia kembali menangis tersedu di sana.

__ADS_1


***


Beberapa saat sebelumnya, Gryson mendapat telepon dari mamanya yang mengatakan ingin berkunjung ke rumah baru mereka. Gryson sempat menolak keinginan mamanya itu, karena khawatir jika ia akan menyakiti Filia dan berkata kasar padanya. Akan tetapi, Nyonya Mona bersikeras dan berjanji tidak akan menyakiti Filia, barulah Gryson memberikan alamat rumahnya.


Setelah memberikan alamat rumah kepada mamanya, pikiran dan hati Gryson tidak tenang, ia memikirkan istrinya yang berada di rumah. Pekerjaannya pun ia selesaikan dengan cepat, agar segera bisa pulang dan bisa melihat keadaan istri yang tengah ia perjuangkan.


Hatinya semakin tidak karuan saat ia melihat mamanya keluar dari rumah itu dengan wajah memerah karena emosi dan juga cara jalannya seperti orang terburu-buru.


Sepertinya aku terlambat, Mama sudah terlebih dahulu datang ke rumah, gumam Gryson sembari melangkahkan kakinya dengan cepat.


Saat ia sampai di ambang pintu rumah yang tidak tertutup rapat, hatinya benar-benar sakit karena melihat Filia yang tertawa sambil menangisi dirinya. Ia tidak menyangka jika Filia sangat menderita seperti itu. Dengan cepat, ia segera memeluk istrinya itu dari belakang untuk menenangkannya, tetapi saat ia sudah memeluknya, Filia semakin menangis tersedu dan menumpahkan semua perasaan sakitnya.


Gryson tidak mengatakan apa-apa atau pun bertanya tentang hal apapun, ia hanya diam dan membiarkan Filia untuk melepaskan semua beban yang ada dalam dadanya lewat tangisan yang sangat menyayat hati itu.


Filia menangis hingga dua jam lamanya, setelah lelah menangis, ia pun tertidur di pelukan suaminya, begitupun dengan Gryson yang ikut terlelap di sofa ruang tamu itu.


Gryson terbangun lebih dahulu karena tangannya yang kebas akibat di jadikan bantal oleh Filia.


Ya Tuhan, aku ketiduran. Jam berapa sekarang? tanya Gryson dalam hatinya. Iapun melihat ke arah luar jendela, di luar pun sedang turun hujan. Dengan perlahan, ia meletakkan kepala Filia di bantal sofa, dan segera bangkit dari tidurnya setelah dirasa Filia nyaman dengan posisinya.


"Ya Tuhan, sudah sore. Aku harus segera menyiapkan makan malam," gumam Gryson saat ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul empat sore. Ia segera melangkah ke dapur untuk menyiapkan makan malam mereka berdua, setelah sebelumnya ia sempat mencium kening Filia yang masih tertidur di atas sofa.

__ADS_1


__ADS_2