
Nyonya Mona baru pergi dari sana setelah numpang makan malam di rumah anak dan menantunya. Tak lupa, ia juga mengkritik semua hal yang Filia lakukan. Bahkan ia juga baru mengetahui jika menantunya itu tidak bisa memasak sama sekali dan itu membuatnya semakin memojokan Filia, tapi beruntung Gryson selalu membelanya.
FLASHBACK ON
Saat Filia selesai memindahkan makanan yang ia bawa, Nyonya Mona menghampirinya dan bertanya, "Kenapa kamu tidak memasak di rumah?"
Filia mendongkak dan menatap mertuanya sebelum menjawab, "Maaf, Ma. Lia masih belajar masaknya, belum terlalu mahir."
Nyonya Mona mengerutkan keningnya sambil menatap lekat sang menantu. "Jangan bilang kalau kamu sama sekali tidak bisa memasak?"
Filia menunduk dan mengangguk pelan. "Maaf, Ma. Lia memang bukan menantu idaman Mama," jawabnya.
"Huh ... ku tidak mengerti, kenapa anakku memilihmu menjadi istrinya? Bahkan memasak pun kamu tidak bisa," ucap Nyonya Mona sambil mencebik tak suka pada Filia.
Saat Nyonya Mona masih menghakimi Filia, Gryson datang menghampiri mereka dengan penampilan yang lebil segar.
"Ma, harus berapa kali aku mengatakan 'Mama jangan terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga'ku?" tanya Gryson saat ia sudah berdiri di samping istrinya yang sedang menunduk.
"Ck, kamu ini. Mama hanya ingin yang terbaik untuk kamu, Grys!" ucap Nyonya Mona dengan nada tinggi.
Gryson menarik nafasnya kasar, ia meminta Filia untuk pergi ke kamar dan membersihkan dirinya, sedangkan dia sendiri akan berbicara berdua dengan mamanya.
Setelah kepergian Filia, barulah Gryson menghampiri Nyonya Mona, mengajaknya untuk berbicara empat mata antara ibu dan anak.
"Ma, aku menghargai keinginan Mama. Tapi aku sudah memutuskan untuk memilih Filia yang akan menjadi pendamping hidupku. Tolong, kali ini Mama jangan menghalangi keinginanku," ucap Gryson sambil memegang kedua tangan mamanya.
Nyonya Mona memalingkan wajahnya, ia enggan menatap anak semata wayangnya itu. Walau bagaimanapun pernikahan anaknya dengan Filia harus berakhir secepatnya itu adalah niatan dari Nyonya Mona, ia tidak ingin memiliki menantu seperti Filia yang saat ini tidak bisa melakukan pekerjaan apapun.
__ADS_1
"Grys, Mama yakin di luaran sana masih ada wanita yang lebih baik daripada istrimu yang sekarang, kenapa kamu sangat ingin mempertahankan wanita itu. Apakah kamu sudah mencintainya?" tanya Nyonya Mona dengan serius dan menatapnya lekat.
Gryson terdiam, saat ini ia memang belum mengetahui secara pasti perasaannya itu pada Filia, tapi di sisi lain ia juga tidak ingin jika Filia sampai benar-benar pergi meninggalkannya.
Melihat keterdiaman sang anak, Nyonya Mona bisa menyimpulkan jika Gryson belum memiliki perasaan apapun pada istrinya itu. Aku bisa menebak, jika saat ini Gryson belum memiliki perasaan padanya dan hal itu akan memudahkan ku untuk menjauhkan mereka berdua, batin Nyonya Mona sambil menyeringai puas.
"Mungkin untuk saat ini aku belum benar-benar mencintainya, tapi itu tidak menutup kemungkinan jika ke depannya aku akan sangat mencintai istriku, Ma." Gryson menjawab sambil menatap mamanya dengan sungguh-sungguh, ia akan meyakinkan mamanya sehingga bisa memberikan restu untuk dirinya dan juga Filia.
Nyonya Mona menatap anaknya dengan kesal, "Terserah kamu saja, Grys. Tapi Mama tidak akan membiarkan ini dengan mudah," ucap Nyonya Mona sambil membuang pandngannya ke arah lain.
FLASHBACK OFF
Setelah kepulangan Nyonya Mona, Filia lebih banyak diam. Ia sempat mendengar percakapan mereka sedikit dan Filia juga mendengar jika Nyonya Mona tidak akan membiarkan ini berjalan dengan mudah.
Sekarang aku harus bersikap seperti apa? Apa yng harus kulakukan? Bisakah aku bertahan sampai empat minggu kedepan? batin Filia sambil menatap layar televisi dengan pandangan kosong.
Ma, Lia rindu Mama dan Papa yang dulu, yang selalu sayang dan mengkhawatirkanku, batin Filia lagi sambil mengusap air mata yang tiba-tiba menggenang di sudut matanya.
Gryson memeluk Filia, ia tahu jika istrinya itu sedang merasa sedih, tapi ia belum benar-benar tahu alasan kesedihan sang istri. Filia tidak menceritakan keadaan tentang keluarganya.
"Menangislah sampai kamu merasa lebih tenang," ucap Gryson tanpa melepaskan pelukannya.
Filia semakin mengeratkan pelukannya pada punggung suaminya, ia menangis di dada Gryson hingga beberapa saat. Setelah dirasa istrinya lebih tenang, Gryson mulai menanyai penyebab Filia menangis sampai tersedu seperti itu.
"Apa aku boleh tahu penyebab kamu menangis seperti tadi?" tanya Gryson saat ia sudah memberikan air minum pada Filia.
"Aku rindu Mama dan Papa," jawab Filia dengan pelan sambil menunduk dan memainkan bibir gelas yang baru saja ia pakai.
__ADS_1
"Jika rindu, kenapa tidak mencoba untuk menelpon mereka dan menanyakan kabarnya? Atau kamu bisa menemui mereka di rumahnya, aku akan mengantarkan mu untuk menemui mereka, kapan pun kamu mau." Gryson mencoba untuk menghibur istrinya dengan mengatakan hal itu. Ia sama sekali tidak tega jika harus melihat istrinya bersedih seperti tadi.
Filia terdiam, ia pun menggeleng dengan pelan. "Tidak sesingkat itu. Mereka bahkan tidak mau jika aku menelponnya," jawab Filia sambil sesekali mengusap sudut ujung matanya.
Gryson tidak mengerti dengan ucapan istrinya, ia mengerutkan keningnya, pasalnya baru kali ini ia mendengar jika ada orang tua yang tidak suka ditelepon oleh anaknya.
"Apa kamu tahu penyebab mereka berubah sikap terhadapmu?" tanya Gryson.
Filia lagi-lagi menggeleng pelan, ia hanya mengetahui jika mama dan papanya itu menyalakannya atas kejadian pernikahan mereka.
"Aku tidak tahu dengan pasti. Mereka hanya selalu menyalahkan ku atas pernikahan ini dan juga mereka seakan membanding-bandingkan ku dengan Bellina," jawab Filia, ia mendongakkan kepalanya untuk menghalau air mata yang akan kembali menetes.
Gryson mengusap pelan tangan istrinya untuk memberikan ketenangan dan kekuata, ia tidak menyangka jika keluarga Filia akan bersikap seperti itu pada istrinya.
"Tenanglah. Aku akan berusaha untuk membantumu kembali berbaikan dengan orang tuamu," ucap Gryson sambil terus mengusap lengan atas istrinya.
"Terima kasih karena sudah mempedulikanku, Mas," jawab Filia sambil menatap suaminya dan tersenyum kecil.
"Jangan memaksakan untuk tersenyum seperti itu," ucap Gryson sambil mencubit pelan pipi Filia.
Filia menekuk wajahnya setelah mendengar ucapan suaminya. Menurut Filia, Gryson terkadang menjadi orang yang sangat menyebalkan dan usil, tapi ia menyukainya.
"Mas, aku ingin bertanya sesuatu padamu dan ini hal yang menurutku serius!" ucap Filia tiba-tiba sambil membenarkan posisi duduknya dan menghadap Gryson.
"Bertanya tentang masalah apa?"
"Jika nanti kita sampai berpisah, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Filia dengan penasaran ia ingin mengetahui hati Gryson yang sesungguhnya.
__ADS_1