
Filia terbangun saat mencium wangi masakan yang mengusik tidur lelapnya.
ππ ππ’βππ, πππ’ πππ‘πππ’πππ ...! ππππ π π’π ππ ππ’ππ π‘ππππ ππππππππ’ππππππ’. Filia bergumam sambil bangkit menuju kamar mandi untuk mencuci wajahnya dan menghilangkan rasa kantuk yang tersisa.
Setelah selesai, ia segera menghampiri Mbok Rusmi yang masih berada di dapur.
"Mbok, kenapa tidak membangunkanku?" tanya Filia yang sudah berdiri di belakang simbok.
Mendengar suara nyonya-nya, Mbok Rusmi membalikkan tubuhnya sebelum menjawab, "Maaf, Nyonya. Saya tidak tega, anda sepertinya sangat mengantuk tadi."
"Padahal aku sangat ingin belajar memasak. Tapi sepertinya, sekarang pekerjaan itu sudah selesai," ucap Filia saat melihat makanan yang sudah tersaji di atas meja makan.
"Mungkin kita bisa belajar dilain hari, Nyonya." Mbok Rusmi mencoba untuk menghibur Filia yang terlihat sedih.
"Baiklah."
Setelah melihat nyonya-nya kembali tersenyum, Mbok Rusmi pun merasa lega. "Nyonya, bagaimana jika anda membawakan makanan ini pada Tuan Grys. Meskipun ini bukan hasil masakan Anda, tapi sepertinya Tuan akan senang jika kalian bisa makan siang bersama."
Filia terdiam, ia menimang kembali ucapan Mbok Rusmi. "Apa tidak masalah, Mbok? Mas Grys kan kerja di restoran, makanan di sana juga banyak. Apa yang dia mau, tinggal minta buatkan pada πβππ saja." ucapnya sambil menunduk dalam.
Tentu saja ia juga sangat ingin mengantarkan makanan untuk suaminya itu, tapi ia juga khawatir jika Gryson akan menolaknya.
"Kenapa tidak dicoba saja dulu, Nyonya? Saya rasa Tuan akan sangat senang melihat kedatangan Anda di sana." Mbok Rusmi mencoba untuk meyakinkan Filia. "Sudah. Nyonya tidak perlu khawatirkan apa-apa. Sekarang anda segera ganti baju dulu, biar saya yang akan menyiapkan makanannya," sambung Mbok Rusmi lagi.
Filia pun mengangguk pelan dan berucap, "Terima kasih, Mbok."
"Sama-sama, Nyonya."
Setelah itu, Filia pun kembali masuk ke kamarnya untuk mengganti baju, sedangkan simbok sibuk menyiapkan makanan yang akan dibawa nyonya-nya.
***
Gryson memutar-mutar ponsel yang dipegangnya dengan cemas, sudah dari tadi ia mencoba untuk menghubungi Filia, tapi masih belum di jawab oleh istrinya itu.
"Sebenarnya Lia sedang apa? Kenapa dia tidak menghubungiku dan tidak menjawab telponku? Apa dia marah padaku? Tapi, sepertinya tidak. Tadi pagi ia mengantarkanku. Lalu, kenapa sekarang tidak bisa di hubungi? Membuatku cemas saja." Gryson terus menggerutu karena kesal dan cemas di saat bersamaan.
Tak lama kemudian, ia mendengar keributan yang terjadi di luar restoran. Dengan segera, ia menghampiri keributan itu. Di sana juga sudah ada πππππππ yang sedang memegangi seorang wanita, sedangkan di sudut lain, Gryson juga melihat Julian sedang melindungi wanita lain yangkr ada di belakangnya.
__ADS_1
"Ada apa ini?!" tanya Gryson dengan tegas, sehingga menghentikan wanita yang sedang mengamuk tadi.
"Tu-tuan?!"
"Mas ...!"
Saat Filia mendengar suara suaminya, ia segera bangkit dari duduknya dan memeluk Gryson secara tiba-tiba.
"Sayang, ada apa? Kenapa kamu sampai berantakan seperti ini?" tanya Gryson dengan khawatir sambil membantu membersihkan rambut Filia dari sisa-sia tumpahan makanan.
Orang-orang yang berada di sana sangat terkejut saat Gryson memanggil Filia dengan sebutan 'Sayang', kecuali Julian yang sudah mengetahui hubungan atasannya dengan Filia.
"Temui aku di ruangan SE-KA-RANG JU-GA!" desis Gryson dengan menekan kata-katanya.
Saat ini ia sangat marah karena tahu jika karyawannya sudah melakukan kekerasan pada istrinya, bahkan wajahnya sudah memerah menahan amarah.
Filia sendiri tidak menyangka kedatangannya siang itu akan berantakan seperti ini, ia yang tadinya berniat membawakan makan siang untuk suaminya, kini berakhir berantakan akibat salah satu karyawannya yang ternyata sudah memendam kesal padanya.
Gryson membawa Filia dalam dekapannya, tidak lupa juga ia meminta maaf pada pelanggan yang merasa tidak nyaman atas kejadian tersebut.
πππππππ Antoni membawa salah satu karyawan yang tadi membuat keributan dan melakukan kekerasan pada istri tuannya. "Emilia, kali ini aku benar-benar tidak bisa lagi membantumu. Aku sudah cukup kecewa atas apa yang kamu lakukan tadi."
π·ππ ππ π€ππππ‘π ππππππππ! π»πππ’π ππ¦π ππ’ππ πΊππ¦π πππππππ πππππππ’! π΄ππ’ π¦πππ π πππππ πππ π π’ππβ ππππ ππππ ππππ ππππππ¦π! π΄ππ’ ππ’ππ π π’ππβ ππππ’π πβπ π’ππ‘π’π πππππ’ππ‘ππ¦π ππππππ ππ‘ππ πππππππππ’! πΎπππππ π πππππππ πππ π¦πππ ππππππππ‘πππππ¦π? π΄πβ ...! π*ππ ...! batin Emi sambil menatap tajam punggung Filia yang berada di depannya. Ia tidak mempedulikan ucapan πππππππ Antoni, yang ada dalam hatinya saat ini adalah bagaimana cara untuk menyingkirkan Filia dari kehidupan Gryson.
"Katakan, apa yang sudah terjadi?!"
π ππππππππ ππ
Filia turun dari taksi yang mengantarkannya, ia menatap bangunan restoran yang ada di depannya. Dengan gugup, ia melangkah memasuki area restoran itu setelah sebelumnya ia merapikan penampilannya kembali.
Saat ia masuk ke dalam restoran itu, tiba-tiba tangannya ditarik seorang wanita yang Filia ketahui bernama Emilia.
"Em, kenapa kamu menarik tanganku?!" tanya Filia tidak suka, ia juga berusaha menarik kembali tangannya dari cengkraman Emilia.
"Aku yang seharusnya bertanya! Kenapa kamu datang lagi kemari?" tanya Emilia sambil menatap sinis wanita muda yang berdiri di hadapannya.
"Aku datang kemari karena ingin mengantarkan makan untuk Mas Grys. Apa ada yang salah?" tanya Filia sambil memperlihatkan kotak makanan yang ia bawa.
__ADS_1
Emi menatap tidak suka setelah mendengar jawaban Filia, ia langsung mengambil kotak makan itu, membukanya dan menumpahkan isinya pada Filia hingga mengenai rambut juga bajunya.
"Em, kamu kenapa melakukan ini terhadapku?! Kita bahkan baru kenal kemarin! Aku juga tidak merasa mempunyai masalah denganmu!" pekik Filia yang terkejut dengan tindakan Emilia.
"Huh! Kamu masih bertanya kenapa? Tentu saja karena aku tidak menyukaimu, Lia. Kamu sudah merebut Tuan Grys dariku, kamu juga mengambil perhatian Julian. Apa kamu tidak tahu, jika Tuan Grys itu sudah menikah? Aku saja tidak berani terang-terangan menatapnya, tapi kamu ...?!" Emilia menunjuk Filia tepat di wajahnya. "Kamu sudah berani menggodanya di depan umum! Dasar wanita murahan!" Emilia habis-habisan memaki Filia tanpa mengetahui yang sebenarnya.
Filia sendiri terkejut dengan perkataan Emilia apa lagi saat wanita itu mengatainya wanita murahan, sedangkan di sana sudah ada pengunjung yang melihat kejadian itu.
"Emi, cukup ...! Apa yang kamu katakan itu tidaklah benar dan lagi pula aku ini istrinya. Apa aku salah jika mengunjungi tempat kerja suamiku sendiri?" tanya Filia balas menatap Emilia. Ia juga sama marahnya, hanya saja Filia memilih untuk bicara baik-baik.
"Istri? Apa kamu sedang bermimpi?" Secara tiba-tiba ia mendorong Filia hingga jatuh tersungkur dihadapannya. "Jangan berharap lebih, Filia. Kau tidak lebih baik dariku, mana mungkin Tuan Gryson memiliki istri seperti dirimu yang hanya anak bau kencur," sambungnya lagi dengan nafas yang memburu.
Saat Filia hendak bangkit untuk menjawab kata-kata pedas Emilia, tiba-tiba wanita itu kembali mendorongnya. Saat itulah Julian datang dan mencoba melerai mereka dengan cara menjauhkan Filia dari Emilia.
"Em, apa yang kamu lakukan pada Nyonya Lia, hah?" tanya Julian setelah membantu Filia berdiri.
"Jul, apa kamu juga percaya dengan kata-kata dia?" tunjuk Emilia pada Filia.
"Em, Filia adalah istri Tuan Gryson. Kenapa kamu tidak percaya?"
Emilia menyeringai, ia tersenyum sinis.
"Kalian para laki-laki bo*doh, bisa-bisanya di tipu wanita murahan seperti dia. Biarkan aku usir dia, dia tidak pantas berada di sini." Ia pun melangkah untuk mendekati Filia yang berada di belakang tubuh Julian.
"Em, sudah, cukup! Jika kamu tidak mau mendengarkanku, aku akan memanggil Pak Toni," ancam Julian.
"Aku tidak takut. Coba saja jika kamu berani."
Tepat saat Emilia hampir menyentuh tangan Filia, πππππππ Antoni datang dan menghampiri mereka. Ia melihat Filia yang sedang berada di belakang tubuh Julian dengan ketakutan.
"Ada apa ini?!" tanyanya.
Belum mendapatkan jawaban, Emilia kembali mendekati Filia.
"Keluar kamu wanita murahan ...!" πππππππ Toni segera memegangi tangan Emilia agar tidak melukai Filia.
"Em, hentikan! Kali ini kamu sudah benar-benar membuatku malu ...!"
__ADS_1
"Lepas ... aku tidak akan membiarkan dia kabur lagi!" Emilia memberontak di pegangan Manager Toni.
π ππππππππ ππ π