Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 25


__ADS_3

Gryson menatap lekat istrinya sebelum ia menjawab pertanyaan yang di ajukan Filia, ia ingin membuat istrinya itu penasaran terlebih dulu. Meskipun ia selalu mengikinkan Filia tetap di sampingnya, tapi nyatanya gadis itu tidak peka dan masih meragukan kesungguhannya.


"Mas, kenapa tidak menjawab pertanyaanku?" tanya Filia lagi karena melihat Gryson yang hanya menatapnya tanpa berkata apa-apa.


"Jika aku mengatakan keinginanku, apa kamu akan menurutinya?" Gryson bertanya sambil menyuntuh tangan Filia yang masih memegang gelas bekas tadi ia minum.


Filia ragu dengan jawabannya sendiri, entah apa yang kini sedang diinginkan oleh hatinya itu, yang pasti dia sangat ingin ada seseorang yang bisa melindunginya dan memberikan ketenangan seperti saat ini. Ya, tanpa Filia sadari ternyata dia sudah merasa nyaman dengan semua hal yang ia dapatkan dari Gryson. Ia suka dengan cara Gryson berkata padanya, ia suka dengan semua perhatian dan perlakuan yang Gryson berikan padanya.


Jika aku sampai kehilangan sosoknya, akankah aku menemui sosok lain yang seperti dirinya? tanya Filia dalam hatinya.


"Aku tidak tahu, Mas. Tapi aku akan mencoba untuk menurutinya selama itu tidak merugikan untukku," jawab Filia sambil menunduk.


Gryson mengusap pucuk kepala istrinya, ia hanya ingin melindungi gadis kecil yang sudah mencuri sebagian hatinya. Ia tidak tega jika melihat istrinya sedih, apalagi sampai menangis seperti tadi, ada sebagian hatinya yang merasa perih kala melihat hal itu terjadi.


"Keinginanku hanya menikah satu kali seumur hidup dan itu pun bersamamu. Bagaimana menurutmu? Apa kamu keberatan?" tanya Gryson dengan bersungguh-sungguh.


Filia menatap lekat bola mata suaminya, ia mencoba menyelami tatapan itu dan mencari keraguan di sana, tapi sayang, ia tak menemukan keraguan itu. Mata yang sedang menatapnya itu memancarkan ketulusan dan keseriusan.


Bolehkah sekarang aku mengubah keinginanku? Bolehkah aku bersikap egois? Aku ingin memilikinya, aku tidak ingin kehilangannya, batin Filia.


Entah dorongan dari mana, tiba-tiba ia berani mencium bibir suaminya terlebih dahulu sehingga membuat Gryson cukup terkejut dengan tindakan istrinya.


Pertamanya hanya bersentuhan saja, tapi lama kelamaan menjadi sebuah cumbuan yang cukup panas di antara keduanya. Mereka saling menikmati saat-saat itu, hingga akhirnya Filia melepaskannya terlebih dulu karena merasa kehabisan oksigen.


Filia menunduk dan segera membalikkan tubuhnya memunggungi suaminya, ia malu atas tindakannya yang agresif, wajahnya terasa panas dan memerah. Gi*a ...! Kenapa tadi aku melakukan hal itu? gumamnya dalam hati sambil menahan degup jantung yang tiba-tiba berdetak cepat.


Gryson tersenyum melihat isrtinya yang sedang gugup hingga memunggunginya. "Kenapa langsung berbalik?" tanyanya sambil memeluk Filia dari belakang dan membuat gadis itu menegang karena terkejut.


"Ti–tidak apa-apa, Mas," jawab Filia dengan gugup.

__ADS_1


"Lia, mulai sekarang, bisakah kita berbagi kamar?" tanya Gryson tiba-tiba dengan menyimpan dagunya di pundak Filia.


"Berbagi kamar?"


Grison mengangguk membenarkan pertanyaan Filia. "Tenang saja, aku tidak akan memaksamu untuk melakukan hal 'itu' jika kamu belum siap. Aku akan menunggunya sampai kamu merasa siap."


Dengan sedikit ragu, Filia mengangguk dan menyetujui keinginan suaminya. "Baiklah, Mas."


Gryson tersenyum di balik punggung sang istri. Semoga ini menjadi awal bahagia perjalanan rumah tangga kita, batin Gryson penuh harap, sedangkan Filia sendiri tidak yakin dengan ucapannya, ia hanya bisa mempercayai ucapan suaminya saja saat ini.


Setelah cukup menghabiskan waktu mereka berdua, Gryson pun mengajak istrinya untuk tidur karena esok akan bekerja kembali.


"Kenapa ke kamar ini, Mas?" tanya Filia saat Gryson membawanya ke kamar utama rumah itu.


"Mulai sekarang kita akan tidur di kamar ini," jawab Gryson seraya menutup pintu kamarnya.


Ya Tuhan, aku sangat gugup sekali. Benarkah Mas Grys tidak akan memintanya malam ini? tanya Filia dalam hatinya saat ia sudah berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut. Jika seperti itu, bukankah aku yang menjadi wanita jahat karena membiarkan suaminya menahan has*at sendirian?sambungya lagi.


Filia melamun hingga ia tidak menyadari jika Gryson sudah terbaring di sebelahnya dan baru sadar saat suaminya itu memeluk pinggangnya dari belakang.


"Mas?!"


"Biarkan seperti ini, aku hanya ingin memelukmu saja," ucap Gryson sambil memejamkan matanya. Ia sangat menikmati apapun yang dilakukannya terhadap Filia. Mungkin memang benar dia sudah jatuh cinta padanya, hanya saja ia belum menyadari hal itu.


"Apa yang sedang kamu fikirkan, Lia?" tanya Gryson saat menyadari jika istrinya itu belum tertidur dan masih melamun.


"Aku ... Aku masih memikirkan kenapa kedua orang tuaku berubah sikapnya padaku," jawab Filia sambil menggenggam tangan suaminya yang berada di pinggangnya.


"Kita akan cari tahu hal itu. Minggu besok mari kita temui kedua orang tuamu. Lagipula kita sudah lama tidak bertemu dengan mereka," ucap Gryson sambil tersenyum di belakang tubuh Filia.

__ADS_1


Filia membalikkan tubuhnya menghadap Gryson, ia terlihat sangat senang saat suaminya itu mengajaknya untuk menemui kedua orang tuanya.


"Terima kasih, Mas."


"Sama-sama. Sekarang, ayo kita tidur dulu," ucap Gryson seraya membawa istrinya untuk merapat kedalam pelukannya.


Filia bisa mendengar degup jantung suaminya yang berdetak cepat. "Ternyata Mas Grys juga bisa gugup, ya?" tanyanya sambil tersenyum dan mendongak menatap wajah suaminya.


"Memangnya kamu kira aku tidak bisa gugup? Aku juga manusia biasa, Lia." jawab Gryson sambil mencubit pelan hidung istrinya.


"Ish, sakit, Mas!" gerutu Filia.


"Oh, ya? Coba kulihat." Gryson menurunkan pandangannya agar bisa menatap langsung Filia dari dekat. Tanpa diduga, ia mengecup ringan pucuk hidung Filia dan membuatnya mematung seketika.


"Masih sakit?"


Filia masih terdiam menatap wajah suaminya yang berada didepan wajahnya, untuk sesaat mereka saling bertatapan tanpa mengatakan sepatah kata pun, hingga akhirnya Gryson mulai mengecup lagi bibir Filia. Meskipun sempat terkejut, tapi akhirnya ia juga membalas perlakuan suaminya.


Gryson membuat Filia terhanyut dalam permainan yang ia lakukan, sehingga tanpa sadar membuatnya merasakan hal yang belum pernah ia rasakan. Apalagi saat tangan kekar suaminya menjalar menggapai dua benda kembar miliknya, hal itu semakin membuat tubuh Filia menegang dan memanas, keduanya sudah saling dilingkupi na*su. Ia tersadar saat mendengar istrinya mengeluarkan suara de*ahan dan segera menghentikan kegiatannya.


Entah kenapa, Filia merasa kecewa dan kesal saat suaminya menghentikan permainan mereka.


"Kenapa berhenti?" tanya Filia dengan menatap sayu suaminya.


"Maaf, tapi aku tidak bisa melakukannya jika kamu merasa terpaksa." Gryson menjawab sambil memeluk erat tubuh istrinya.


"Bagaimana jika aku juga menginginkannya?"


Gryson menatap lekat istrinya. "Aku tidak ingin membuatmu menyesal nantinya, karena jika kita sampai melakukan hal 'itu' otomatis kamu tidak akan pernah bisa pergi lagi dariku. Apa kamu tidak keberatan?"

__ADS_1


__ADS_2