Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 7


__ADS_3

Senyum Gryson terpancar kala ia melihat Filia sedang menata roti panggang yang akan menjadi menu sarapan mereka, ia juga melihat secangkir kopi hitam sudah tersedia di sana.


"Wah, sudah siap semua?" tanya Gryson sembari menghampiri Filia.


"Hmmm, anda juga sudah selesai bersiap-siap?" tanya Filia saat melihat Gryson yang sudah memakai pakaian rapi, dan membawa jas di tangannya.


"Seperti yang kau lihat" ucap Gryson tersenyum manis pada Filia.


Filia baru menyadari jika senyuman Gryson sangatlah manis, membuatnya terpaku. Ia menatap Gryson tanpa berkedip.


"Hei, ada apa dengan mu?" tanya Gryson saat melihat Filia yang menatapnya terus.


Seakan tersadar, Filia segera mengembalikan ekspresi wajahnya seperti semula.


"Ti–tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja" jawab Filia malu. Ia malu karena kepergok oleh Gryson saat menatapnya.


"Benarkah?" tanya Gryson, ia tahu jika Filia sedang menatap kagum padanya.


"Hmmm, tentu saja. Sudahlah. Silahkan anda segera sarapan" ucap Filia hendak pergi meninggalkan Gryson.


Gryson segera memegang tangan Filia yang akan pergi dari sana.


"Apa anda membutuhkan sesuatu lagi, tuan?" tanya Filia.


Gryson menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku tidak membutuhkan apa-apa lagi. Tapi, bisakah kau menemaniku sarapan?" tanya Gryson dengan tatapan memohon.


"Kenapa harus?" tanya Filia dengan enggan.


"Karena aku mau kau menemani ku" jawab Gryson tersenyum manis lagi.


Filia seperti tersihir dengan senyuman manis yang Gryson tunjukkan padanya, ia menurut saja saat suaminya itu menyiapkan bangku untuk duduk bersebelahan dengannya, karena biasanya Filia lebih memilih duduk di bangku yang berhadapan dengan Gryson.


"Hei, Filia, apa kau baik-baik saja? Apa ada sesuatu di wajahku" tanya Gryson saat ia menyadari Filia yang menatapnya tanpa berkedip.


"Akh, Hmmm, ti–tidak apa-apa. Aku baik-baik saja" jawab Filia gugup.


"Baiklah jika tidak ada apa-apa. Ayo kita mulai sarapannya" ajak Gryson yang mulai mengambil sepotong roti panggang dengan diolesi selai kesukaannya.

__ADS_1


Namun, saat Gryson sudah mulai dengan acara sarapannya, Filia masih terdiam. Ia masih memikirkan cara agar Gryson mau menandatangani surat kontrak pernikahan yang ia buat.


"Tuan, maukah anda menandatangani surat perjanjian yang saya buat?" tanya Filia dengan penuh harap.


"coba jelaskan padaku, kamu membuat surat perjanjian itu untuk apa dan atas dasar apa? aku perlu alasan yang kuat agar bisa menandatangani surat itu" ucap Gryson.


"Tuan, anda tidak perlu ragu, saya jamin perjanjian ini akan sangat menguntungkan untuk anda" jawab Filia dengan penuh rasa percaya diri.


"Kalau saya tidak tertarik, bagaimana?" tanya Gryson.


Sebenarnya dia hanya ingin mengulur waktu dan membuat Filia menyerah, sehingga tidak terus mendesaknya untuk menandatangani surat perjanjian yang ia buat.


"Tuan, apa anda akan merasa nyaman jika menikah dengan anak kecil seperti saya? saya belum bisa mengurus suami, lho. Saya juga belum bisa mengurus diri saya sendiri dengan baik" ujar Filia, dia masih belum menyerah untuk membujuk Gryson agar menandatangani surat perjanjian itu.


"Aku tidak keberatan, aku juga merasa nyaman denganmu. Atau kamu sendiri yang merasa tidak nyaman dengan ku?" tanya Gryson.


Mendengar pertanyaan Gryson yang seperti itu, membuat Filia segera menggelengkan kepalanya.


"Tidak, tidak, tuan. Tentu saja saya merasa nyaman dengan anda. Hanya saja, seperti yang yang pernah saya katakan, bahwa saya belum siap untuk menjalani rumah tangga seperti saat ini" jawab Filia.


Gryson menatap dalam Filia. Ia sadar, dirinya tidak bisa memaksa gadis itu untuk terus menjalani pernikahan terpaksa mereka.


Ia menyerah, dan memilih untuk mengikuti pilihan yang dibuat oleh Filia. Meskipun Gryson harus menandatangani surat perjanjian itu, tapi dirinya tidak berniat untuk menceraikan Filia nanti. Dia akan berusaha membuat gadis itu berbalik menyukainya hingga mencintainya.


Filia terlihat sangat bahagia saat Gryson menyetujui surat perjanjian yang ia buat. Tanpa menunggu lama, Filia pun bergegas menuju kamarnya dan mengambil surat itu.


"Ini tuan, silakan anda tandatangani di sini" ucap Filia seraya menyerahkan kertas beserta bolpoin yang ia bawa.


"Tunggu. Sebelum aku menandatangani surat ini, maukah kamu menyetujui permintaan ku juga?" tanya Gryson.


Tanpa berpikir panjang, Filia pun langsung mengangguk menyetujui permintaan suaminya itu.


"Tentu saja, apa yang anda inginkan?" tanya Filia.


"Belajarlah untuk bersikap seperti seorang istri selama 40 hari itu, aku tidak memaksamu untuk memasak ataupun melayaniku layaknya seorang istri, aku hanya ingin kamu memperlakukanku layaknya seorang suami. Bagaimana, apa kamu menyetujuinya?" tanya Gryson harap-harap cemas, dia sangat takut jika Filia akan menolak permintaannya.


"Baiklah, selama 40 hari itu aku akan bersikap layaknya seperti istri yang baik untuk suaminya, tapi aku juga minta maaf jika suatu saat aku melakukan kesalahan, karena anda tahu sendiri saya masih belum mengerti dengan dunia pernikahan" jawab Filia


Gryson tersenyum puas, ia cukup bahagia mendengar jawaban Filia yang menyetujui permintaannya itu.

__ADS_1


"Baiklah, sekarang akan aku tandatangani surat ini" ucap Gryson seraya mulai mencoretkan tanda tangannya di atas kertas itu.


"Terimakasih, tuan. Anda memang yang terbaik" ucap Filia bahagia saat melihat kertas perjanjiannya sudah ditandatangani oleh Gryson


Gryson tersenyum menatap Filia yang kegirangan karena surat perjanjiannya sudah saya tanda tangani.


"Surat mu boleh ku tandatangani, tapi aku juga akan berusaha merebut hatimu, agar kamu tidak pernah lagi memintaku untuk menandatangani perjanjian lain" tekad Gryson.


"Apa kau sebegitu bahagianya karena surat perjanjian mu sudah ku tandatangani?" tanya Gryson.


"Iya, tuan. Aku sangat bahagia" jawab Filia.


"Baiklah, terserah kamu saja. Sekarang aku harus berangkat bekerja" ucap Gryson seraya bangkit dari duduknya dan mengambil tas beserta jas yang ia simpan di bangku meja makan sebelahnya.


"Baik, tuan. Mari saya antarkan" ucap Filia sembari mengambil alih jas dan tas yang dipegang oleh suaminya. Mulai saat ini ia harus belajar bersikap seperti layaknya seorang istri.


"Gak apa-apalah, toh cuma 40 hari ini" batin Filia.


"Lia, sebaiknya kamu mengganti nama panggilan padaku. Aku bukan tuan mu, coba panggil aku dengan sebutan yang lain" perintah Gryson sebelum mereka sampai depan pintu apartemennya.


Filia menatap heran pada Gryson.


"Memangnya anda mau saya panggil dengan sebutan apa?" tanya Filia.


"Apa saja, asalkan itu sebutan istri pada suaminya. Dan kamu juga harus membiasakan untuk berbicara santai dengan ku, jangan memanggil Tuan atau pun anda. Aku tidak menyukainya" terang Gryson.


Filia terlihat berpikir sejenak.


"Hmmm, bagaimana jika aku akan memanggil mu dengan sebutan "Kakak" anda kan lebih tua dibandingkan dengan ku?" tanya Filia mengutarakan pendapatnya.


"Tidak, coba panggilan yang lain" tolak Gryson.


"Hmmm, Mas?" tanya Filia pelan, iya merasa malu saat harus memanggil Gryson dengan panggilan "Mas"


Gryson tersenyum puas, ia mengusap kepala Filia.


"Baiklah, Mas mu ini sekarang akan pergi bekerja dulu. Kamu baik-baik di sini, nanti siang akan ada orang yang datang kemari untuk membantumu merapikan apartemen dan juga memasak untuk kita makan" ucap Gryson yang membuat Filia malu.


"Baiklah, Mas. Hati-hati di jalan" jawab Filia

__ADS_1


__ADS_2