Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 15


__ADS_3

Sesampai di rumah, Filia lebih banyak diam. Ia mengikuti arahan Gryson, tapi tidak seperti biasanya yang banyak mengutarakan pendapat, Filia benar-benar hanya menjawab dan melakukan apapun seperlunya.


Gryson melihat itu semua, tapi ia juga bingung harus berbuat apa. Dia sudah meminta maaf pada Filia dan Filia juga sudah memaafkannya, hanya saja sikapnya jadi lebih dingin dari sebelumnya. Jika biasanya Filia akan cerewet dan keras kepala, maka sekarang ia menjadi pendiam dan patuh.


"Filia, bisakah kita bicara sebentar?" tanya Gryson saat gadis itu selesai mencuci piring bekas makannya sendiri.


"Maaf, Tuan. Saya sudah lelah," jawab Filia tanpa repot-repot berbalik menatapnya.


Gryson tidak kehilangan akal, ia mencoba menghentikan langkahnya dengan mencekal pelan tangan istrinya.


"Lia, aku mohon, bicaralah dengan benar. Aku tidak mengerti kenapa kamu jadi berubah seperti ini?" tanya Gryson tanpa melepaskan cekalan'nya.


"Aku tidak apa-apa, aku juga tidak berubah menjadi apapun, mungkin itu hanya perasaan anda saja, Tuan." Filia berucap sambil mencoba melepaskan tangannya dari Gryson.


"Jelas-jelas kamu berubah, Filia. Kamu bahkan memanggilku dengan sebutan 'Tuan', apa kamu tidak sadar mengatakan hal itu?" desis Gryson yang mulai kesal.


Filia menipiskan bibirnya sambil tertunduk. Kini ia tahu, Gryson bukanlah orang yang benar-benar tulus menerimanya.


"Cukup, Tuan. Apakah anda sudah lupa dengan batasan dan perjanjian kita?" tanya Filia secara tiba-tiba.


Gryson melepaskan cekalan'nya, ia benar-benar tidak mengerti dengan pemikiran gadis yang sedang berdiri di hadapannya itu. "Apa? Batasan apa maksudmu?"


"Bukankah kita sudah sepakat? Dari awal tidak ada kontak fisik berlebihan, ataupun perasaan yang lebih diantara kita?" tanya Filia dengan menggebu.


Gryson mengusap wajahnya kasar, ia benar-benar tidak habis pikir dengan Filia, tapi ia juga tidak ingin jika harus kehilangannya.


"Lia, bisakah kita bicarakan ini secara baik-baik?" tanya Gryson pelan. Meskipun saat ia sangat kesal dan marah, tapi ia tidak bisa memperlihatkannya di depan Filia.

__ADS_1


"Tidak, tidak ada yang perlu kita bahas lagi. Anda tetap harus menceraikan saya, tepat empat puluh hari setelah pernikahan itu digelar," jawab Filia dengan menatap tajam Gryson.


Lagi-lagi Gryson terdiam atas ucapan Filia. Haruskah aku melakukannya? Agar dia tetap berada di sampingku? Tapi aku juga tidak ingin membuatnya semakin membenciku.


Setelah terdiam beberapa saat, Gryson pun menarik tangan Filia secara tiba-tiba dan mencumbunya. Filia sendiri berusaha memberontak bahkan ia sampai menggigit bibir Gryson untuk melepaskan ciumannya.


"Akh ...!" Gryson mengaduh kesakitan saat bibirnya digigit oleh Filia hingga berdarah.


"Tuan, apa anda sudah gila?! Saya bukan wanita yang mudah dibujuk dengan cara seperti itu ...!" teriak Filia dengan kencang.


"Aku benar-benar tidak ingin kehilanganmu sampai kapanpun." Gryson berucap sambil memangku Filia dengan sigap. Filia yang tiba-tiba tubuhnya melayang pun terkejut dan refleks memeluk leher Gryson, suaminya.


"Tu–tuan ...! A–apa yang akan anda lakukan?" tanya Filia terbata, ia takut jika Gryson akan meminta haknya malam ini.


"Tentu saja melakukan hal yang seharusnya kita lakukan sejak beberapa hari yang lalu," bisik Gryson pelan di telinga Filia seraya menampilkan seringai misteriusnya.


"Tuan ... tuan ... kumohon ... jangan lakukan itu, saya ... saya belum siap ..." ucap Filia mengiba di gendongan sang suami.


"Tidak, aku akan tetap melakukannya jika kau terus bersikap dingin dan acuh padaku," ancam Gryson masih melangkah menuju kamar utama yang ia kosongkan. Kosong dalam artian tidak ditempati oleh mereka berdua, meskipun barang-barang di dalam itu sudah lengkap dan berpasangan.


"Tu, maksudku Mas, iya, iya, aku tidak akan mengacuhkan mu lagi. Sekarang mohon turunkan aku."


Gryson tidak mendengarkan ucapan istrinya, ia tetap berjalan ke arah pintu kamar. Filia pun sudah berusaha untuk memberontak, tapi tidak berhasil.


"Ma–Mas, kamu tidak akan benar-benar melakukannya, kan?" Filia masih berharap jika suaminya itu hanya sekedar menggertak saja.


Gryson membuka pintu kamar itu, Filia cukup di buat takjub saat memasuki kamar utama yang di dominasi warna white-gold itu, sangat elegan menurutnya.

__ADS_1


"Tu, Mas ..." Kali ini Filia sudah sangat berharap jika Gryson mengurungkan niatnya untuk melewati malam pertama bersamanya.


Gryson membaringkan tubuh Filia dan menindihnya, perlahan ia mulai menciumi istrinya itu dari kening, turun ke pipi, hidung dan yang terakhir di bibirnya. Gryson mencium bibir Filia meskipun awalnya hanya saling bersentuhan, tapi saat Filia tidak memberontak, iapun mulai menciuminya dengan lembut.


Ada apa dengan diriku? Kenapa aku tidak menolak perlakuannya? Padahal dia sudah berbuat sejauh ini padaku, batin Filia yang sudah ikut terbawa suasana oleh permainan yang diberikan oleh suaminya itu.


Gryson menghentikan kegiatannya dan memeluk tubuh sang istri dengan erat, Filia sempat terheran-heran karena Gryson yang tiba-tiba menghentikan ciumannya dan memilih untuk memeluk erat dirinya.


"Maaf, kau pasti sangat tersinggung atas ucapanku tadi siang, aku benar-benar menyesal sudah mengucapkan hal seperti itu padamu. Jangan marah lagi, ya?"


Filia terdiam mendengar ucapan suaminya. *A*pa dia benar-benar merasa bersalah padaku? batinnya.


"Baiklah aku sudah memaafkan mu."


"Terima kasih, sekarang tidurlah, aku tidak akan melakukannya tanpa seijin mu," ucap Gryson sambil memejamkan matanya. Ya, dia hanya berniat untuk menggertak Filia saja, agar istrinya itu tidak lagi mengacuhkan ataupun mendiamkannya seperti tadi.


"Terima kasih karena tidak memaksaku."


Filia pun mencoba untuk memejamkan matanya, ini bukan kali pertamanya mereka tidur bersama, tapi tetap saja membuat Filia tidak nyaman. Dia belum terbiasa dengan kehadiran orang lain membuatnya sedikit risih.


setelah memastikan Gryson tertidur, Filia melepaskan pelukannya perlahan agar ia bisa pindah ke kamarnya sendiri, terlalu was-was untuk tidur bersama pria dewasa menurutnya.


Ukh, susah juga melepaskan diri darinya, batin Filia saat ia berusaha untuk melepaskan dirinya dari pelukan sang suami. perlu beberapa saat baginya untuk bisa benar-benar lepas dari tangan Gryson, Filia menarik nafas lega setelah berhasil bangun dan bangkit dari tidurnya.


Akh akhirnya lepas juga ...


Dengan gerakan perlahan dan mengendap-endap, ia pun segera keluar dari kamar itu meninggalkan suaminya yang sedang tertidur lelap.

__ADS_1


"Akh nyamannya punya kamar sendiri" gumam Filia sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur. Ia pun mulai memejamkan matanya yang memang sudah mengantuk sedari tadi.


__ADS_2