Love After Agreement

Love After Agreement
Bab 36


__ADS_3

Di rumah milik Filia dan Gryson


Nyonya Mona datang ke kediaman anak dan menantunya sore hari, tapi ia tidak menemukan keberadaan mereka. Ia sudah mencoba untuk menghubungi anaknya, tetapi panggilannya tidak tersambung.


"Pak, sebenarnya Gryson dan istrinya itu sedang pergi kemana?" tanya Nyonya Mona pada security yang bertugas di sana.


"Maaf, Nyonya Besar. Saya juga tidak tahu. Kemarin Tuan hanya berpesan, jika beliau sedang pergi keluar kota bersama Nyonya Filia," jawab scurity itu sambil menunduk, ia memang tidak tahu jelas kemana perginya Gryson dan Filia.


Nyonya Mona menatap scurity itu dengan sinis, pasalnya Gryson tidak biasa keluar tanpa memberitahukan dirinya akan pergi.


"Kamu tidak sedang berbohong, kan?"


Scurity itu menggeleng kuat-kuat, ia menampik ucapan Nyonya besarnya.


"Tidak, Nyonya. Tuan memang pergi tanpa memberitahukan ke mana tujuannya."


Nyonya Mona mendelik, ia kesal karena tidak bisa bertemu dengan anaknya. Padahal kedatangannya kali ini untuk meminta Gryson kembali lagi bekerja di perusahaan. Telah terjadi masalah yang tidak bisa ia selesaikan sendiri di sana.


"Kapan dia akan pulang?" tanyanya lagi.


"Maaf, Nyonya. Saya juga tidak tahu hal itu," jawab security itu.


Nyonya Mona semakin kesal setelah mendengar jawabannya, ia mengepalkan tangannya kuat-kuat.


π΄π‘›π‘Žπ‘˜ 𝑖𝑑𝑒! 𝐷𝑖 π‘ π‘Žπ‘Žπ‘‘ π‘”π‘Žπ‘€π‘Žπ‘‘ π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– 𝑖𝑛𝑖 π‘šπ‘Žπ‘™π‘Žβ„Ž π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘Žπ‘‘π‘Ž 𝑑𝑖 π‘Ÿπ‘’π‘šπ‘Žβ„Ž! π΄π‘π‘Ž 𝑖𝑛𝑖 π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž π‘π‘’π‘—π‘’π‘˜π‘Žπ‘› π‘”π‘Žπ‘‘π‘–π‘  𝑖𝑑𝑒? π΄π‘˜β„Ž! π΅π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿ-π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿ π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘π‘–π‘ π‘Ž π‘‘π‘–π‘π‘–π‘Žπ‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘›. π΄π‘˜π‘’ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘  π‘ π‘’π‘”π‘’π‘Ÿπ‘Ž π‘šπ‘’π‘›π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– π‘π‘Žπ‘Ÿπ‘Ž π‘’π‘›π‘‘π‘’π‘˜ π‘šπ‘’π‘šπ‘–π‘ π‘Žβ„Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘”π‘Žπ‘‘π‘–π‘  π‘π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘€π‘Ž π‘ π‘–π‘Žπ‘™ 𝑖𝑑𝑒 π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– πΊπ‘Ÿπ‘¦π‘ . π½π‘–π‘˜π‘Ž π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘  π‘‘π‘–π‘π‘–π‘Žπ‘Ÿπ‘˜π‘Žπ‘› π‘ π‘’π‘π‘’π‘Ÿπ‘‘π‘– 𝑖𝑛𝑖, π‘π‘–π‘ π‘Ž-π‘π‘–π‘ π‘Ž πΊπ‘Ÿπ‘¦π‘  π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘šπ‘Žπ‘˜π‘Žπ‘› π‘œπ‘™π‘’β„Ž π‘ π‘’π‘šπ‘’π‘Ž π‘’π‘π‘Žπ‘π‘›π‘›π‘¦π‘Ž, batinnya.


Setelah terdiam beberapa saat, Nyonya Mona pun akhirnya meminta kunci cadangan rumah itu. Dia memutuskan untuk menunggu kedatangan Gryson dan Filia di rumahnya


"Aku minta kunci rumahnya," ucap Nyonya Mona sambil menodongkan tangannya dan meminta kunci rumah itu pada security yang berjaga di sana.


"Ta–tapi, Nyonya ... ." Security itu ragu untuk memberikan kunci rumah milik Gryson, pasalnya pemilik rumah melarang siapa pun memasuki rumahnya saat dirinya tidak ada di tempat.


"Apa? Kamu mau melarangku untuk masuk ke rumah anakku sendiri?" teriak nyonya Mona di hadapan security itu.


"A–ampun, Nyonya." Security itu pun akhirnya menuruti keinginan Nyonya Mona dan memberikan kunci rumah milik tuannya.

__ADS_1


π‘†π‘’π‘šπ‘œπ‘”π‘Ž π‘ π‘Žπ‘—π‘Ž π‘‡π‘’π‘Žπ‘› πΊπ‘Ÿπ‘¦π‘  π‘‘π‘–π‘‘π‘Žπ‘˜ π‘šπ‘Žπ‘Ÿπ‘Žβ„Ž π‘˜π‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘›π‘Ž π‘Žπ‘˜π‘’ π‘šπ‘’π‘šπ‘π‘’π‘Ÿπ‘–π‘˜π‘Žπ‘› π‘˜π‘’π‘›π‘π‘– π‘Ÿπ‘’π‘šπ‘Žβ„Ž 𝑖𝑑𝑒 π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘π‘¦π‘œπ‘›π‘¦π‘Ž π‘€π‘œπ‘›π‘Ž, batinnya.


"Nah, gitu dong. Tidak sulit, kan?" tanya Nyonya Mona sambil merebut kunci rumah.


Setelah mendapatkan kunci rumah itu, Nyonya Mona pun pergi dari sana dengan melenggang ke anggun memasuki rumah sang anak.


Ia berjalan memasuki salah satu kamar yang pernah ditempati Filia. Di dalam kamar itu, Nyonya Mona memperhatikan setiap barang yang tertata rapi di sana. Entah apa yang dicarinya, tetapi pandangannya sangat menelisik setiap penjuru kamar itu hingga tatapannya terpaku pada sebuah map yang disimpan di atas lemari baju Filia.


Ia pun melangkah untuk menggapai map plastik itu.


π‘€π‘Žπ‘ π‘Žπ‘π‘Ž 𝑖𝑛𝑖? πΎπ‘’π‘›π‘Žπ‘π‘Ž 𝑑𝑖 π‘ π‘–π‘šπ‘π‘Žπ‘› π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘π‘–π‘ π‘Žβ„Ž 𝑑𝑖 𝑠𝑖𝑛𝑖? gumamnya.


Saat hendak ia sudah mengambil map itu, tiba-tiba saja secarik kertas terjatuh dari selipan map itu.


πΎπ‘’π‘Ÿπ‘‘π‘Žπ‘  π‘Žπ‘π‘Ž 𝑖𝑛𝑖? tanya Nyonya Mona sambil mengambil kertas yang terjatuh di hadapannya. Ia berjalan ke arah kasur yang tak jauh dari tempatnya berdiri sambil membaca secarik kertas yang ia temukan tadi.


π΄π‘˜β„Ž, π‘—π‘Žπ‘‘π‘– 𝑖𝑛𝑖 π‘Žπ‘™π‘Žπ‘ π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž π‘€π‘Žπ‘˜π‘‘π‘’ 𝑖𝑑𝑒 ... ." Ia tersenyum misterius saat telah membaca tulisan di kertas itu.


***


Hari beranjak petang. Setelah selesai dari danau, Filia kukuh mengajak Gryson untuk pulang. Entah kenapa hatinya begitu cemas saat memikirkan rumah.


"Sabar, sayang. Memangnya ada apa? Bukankah rencananya kita akan bermalam di sini sehari lagi? Dan baru akan pulang esok hari?" tanya Gryson. Baru kali ini ia melihat istrinya itu sangat cemas sehingga memaksanya untuk cepat-cepat pulang.


"Aku ... perasaanku tidak enak, Mas. Aku cemas akan sesuatu yang tidak aku ketahui," jawab Filia pelan.


Gryson meraih bahu istrinya dan berkata, "Sayang, berhentilah untuk mencemaskan sesuatu yang belum tentu benar. Kamu boleh punya firasat, tapi jangan sampai menjadikanmu beban."


Filia terdiam dan mengangguk, ia hanya tidak ingin jika kejadian buruk yang dialaminya terulang kembali.


"Baiklah, maafkan aku, Mas."


"Jadi, apa sekarang kamu masih ingin pulang?" tanya Gryson saat melihat istrinya yang sudah mulai terlihat tenang.


Filia mengangguk pelan, ia masih tetap ingin pulang dan memastikan sesuatu.

__ADS_1


Akhirnya Gryson mengalah, ia menarik nafasnya panjang. "Baiklah, ayo segera bersiap. Kita akan pulang sekarang," ucapnya.


Mendengar ucapan suaminya, seketika itu juga bibir Filia langsung tersenyum. Ia senang karena Gryson mau mengertikan dirinya.


"Terima kasih, Mas."


"Sama-sama, sayang."


Setelah itu mereka pun bersiap untuk pulang kembali, Gryson bisa melihat kecemasan di wajah istrinya yang tidak juga hilang.


π‘†π‘’π‘π‘’π‘›π‘Žπ‘Ÿπ‘›π‘¦π‘Ž π‘Žπ‘π‘Ž π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘—π‘Žπ‘‘π‘– 𝑑𝑖 π‘ π‘Žπ‘›π‘Ž? πΎπ‘’π‘›π‘Žπ‘π‘Ž πΏπ‘–π‘Ž 𝑏𝑒𝑔𝑖𝑑𝑒 π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘™π‘–β„Žπ‘Žπ‘‘ π‘π‘’π‘šπ‘Žπ‘ ? π΄π‘π‘Ž π‘ π‘’π‘‘π‘Žβ„Ž π‘‘π‘’π‘Ÿπ‘—π‘Žπ‘‘π‘– π‘ π‘’π‘ π‘’π‘Žπ‘‘π‘’ β„Žπ‘Žπ‘™ π‘¦π‘Žπ‘›π‘” π‘π‘’π‘Ÿπ‘’π‘˜ π‘π‘Žπ‘‘π‘Ž π‘˜π‘’π‘™π‘’π‘Žπ‘Ÿπ‘”π‘Žπ‘›π‘¦π‘Ž? π΄π‘˜π‘’ β„Žπ‘Žπ‘Ÿπ‘’π‘  π‘šπ‘’π‘šπ‘Žπ‘ π‘‘π‘–π‘˜π‘Žπ‘›π‘›π‘¦π‘Ž π‘Žπ‘”π‘Žπ‘Ÿ π‘–π‘Ž π‘˜π‘’π‘šπ‘π‘Žπ‘™π‘– π‘‘π‘’π‘›π‘Žπ‘›π‘”, batin Gryson.


Sepanjang perjalanan pulang, Filia sama sekali tidak berkata apa-apa. Dia lebih banyak diam dan hanya memperhatikan jalan yang mereka lalui. Hal itu membuat Gryson semakin khawatir terjadi sesuatu pada istrinya.


"Sayang, sebaiknya kita berhenti dulu untuk beristirahat," ucap Gryson karena kebetulan dirinya merasa lelah.


Filia hanya mengangguk samar sebagai jawaban. "Tapi, jangan lama-lama, ya, Mas," ucapnya.


Gryson mendesah pelan, "Baiklah. Kita hanya beristirahat di sini sebentar."


Gryson berhenti di salah satu restoran yang mereka lalui. Setelah mendapatkan meja kosong, ia pun mengajak Filia untuk duduk di sana.


"Sayang, kamu mau pesan apa?" tanya Gryson saat melihat istrinya sama sekali tidak menyentuh buku menu yang tersedia di sana.


"Samakan saja denganmu, Mas." Filia menjawab dengan tidak bersemangat.


"Baiklah." Akhirnya Gryson yang memutuskan pesanan makanan untuk mereka.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, Gryson mencoba untuk mengajak istrinya berbicara.


"Sayang, apa yang kamu fikirkan saat ini? Apa aku boleh tahu alasan yang membuatmu cemas seperti ini?"


"Aku ... aku juga tidak tahu, Mas. Hanya saja aku tahu, jika sudah terjadi suatu hal yang tidak kita duga," jawab Filia. Ia tahu, jika suaminya itu tidak akan langsung mempercayai ucapannya.


"Benarkah? Apa itu tentang keluargamu atau–"

__ADS_1


"Tentang kita. Tentang masa depan rumah tangga kita," jawab Filia spontan dan menghentikan pertanyaan suaminya.


Gryson terdiam setelah mendengar ucapan istrinya, ia juga tidak mengetahui apa yang sebenarnya sedang terjadi, sangat sulit jika hanya mengira-ngira.


__ADS_2