
Empat bulan kemudian...
Sena melahirkan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki yang di beri nama Adrian Sebastian nama pemberian dari Dirga untuknya.
Menjadi seorang ibu tidaklah muda apalagi diusia Sena yang masih 19 tahun terkadang ia harus sering bangun malam untuk menyusui anaknya /pun ketika bayinya sedang rewel Sena harus siap begadang seperti sekarang bayi kecilnya itu masih belum juga tertidur sedangkan mata Sena sudah sangatlah mengantuk.
"Sayang kenapa kamu enggak mau tidur sih, kenapa? Ini udah malam lho tidur ya," ujarnya seraya menepuk-nepuk pelan bayinya tapi tidak berpengaruh sama sekali bayinya masih saja belum tertidur.
"Kamu masih belum juga tidur?" tanya Dirga seraya menguap.
"Kamu enggak lihat apa anak kita belum tidur juga," jawabnya.
"Hei Adrian kamu jam segini masih belum tidur juga, tidur dong sayang kasihan mama kamu,"
"Udah sana kamu lanjut tidur lagi aja besok kan kamu harus bangun buat kerja," kata Sena ia masih bisa menangani bayinya sendirian.
Ya beginilah aktivitasnya sekarang selalu bangun di malam hari dan berakhir tidur di pagi hari tapi beruntung Dirga tidak pernah komplain padanya yang sering tidur pagi bersama bayinya karena bagaimana pun juga Dirga sendiri tidak akan mampu seperti Sena. Tapi, disisi lain ia pun terkadang jika berada di hari libur sering menggantikan Sena untuk begadang menemani putranya kecilnya itu.
***
Sore ini mereka bertiga tengah menikmati udara sejuk di taman yang ada di rumahnya sambil menemani bayinya yang sedang menyusu di botol yang sudah terdapat air asi di dalamnya.
"Kok Adrian mirip banget kayak kamu sih mas? Padahal kan aku yang hamil,"
"Ya kamu yang hamil tapi kalau enggak ada aku kan enggak mungkin bisa hamil, tapi bibirnya mirip sama kamu kok tuh,"
"Iya cuma bibirnya aja kamu sih keseringan cium aku kali ya," Dirga tertawa mendengarnya.
Saking gemasnya Dirga sampai memeluk Sena dan beberapa kali menciumi pipinya berhasil membuat sang empu merasa geli.
"Mas ada anak kita kamu enggak lihat apa,"
"Adrian kan masih kecil sayang, aku tuh lagi merasa senang karena kebahagiaan ku akhirnya lengkap sudah ada kamu dan ada Adrian di kehidupan kita tapi rencananya aku mau nambah momongan mumpung kamu masih muda," ujarnya seraya mengedipkan matanya.
"Nanti nambah nya Adrian masih dua bulan sekarang tuh, aku juga baru selesai nifas nya kamu mah pikirannya itu mulu,"
"Apanya yang itu sih sayang lagian juga aku enggak minta sekarang kalau sekarang juga boleh aja sih kalau kamu ngasih," Sena memukul bahu Dirga bisa-bisanya pria itu memikirkan hal semacam itu di saat jahitan sehabis ia melahirkan belum mengering benar.
"Bercanda sayangku," katanya sambil mengecup bibir istrinya.
"Ingat ya jangan sampai tergoda sama wanita lain di luaran sana,"
"Ngapain sih aku tergoda kalau di rumah aja jauh lebih sangat menggoda di bandingkan di luaran sana," Sena tersipu mendengarnya suaminya itu memang selalu bisa membuatnya merasa blushing.
Seketika Adrian menangis yang berada di gendongan Sena, mungkin bayi mereka menangis karena di abaikan oleh kemesraan kedua orang tuanya.
__ADS_1
"Cup-cup udah ya sayang jangan nangis gara-gara Papa sih bikin mama sampai lupa sama kamu," kata Sena
"Ya Papa juga kan butuh kasih sayang dari mama kamu," sahut Dirga yang berhasil membuat Sena menggelengkan kepalanya.
Tapi disisi lain Sena pun merasa bahagia akan kehadiran Adrian di tengah-tengah mereka berdua, bayi kecilnya itu berhasil selalu membuat kesibukan Dirga yang padat jadi teralihkan karenanya, Dirga jadi pulang sering lebih awal meskipun terkadang Sena cemburu jika suaminya rela pulang lebih awal demi bayi mereka jika dulu mereka pasti akan berantem terlebih dahulu hanya untuk Dirga agar pulang lebih awal. Ya, meskipun begitu ia tahu suaminya hanya mencintainya seorang.
***
Beberapa bulan kemudian usia Adrian semakin bertambah menjadi 6 bulan bayi mereka semakin bertambah sedikit gemuk, pipinya yang chubby membuat beberapa orang yang melihatnya merasa gemas bahkan Adrian sering di bawa ke rumah Renata dan Bastian.
"Ya ampun cucu omah tambah chubby aja ya minum susunya banyak ya sayang," kata Renata seraya menggendong Adrian.
"Dirga mana Sena?" tanya Bastian.
"Mas Dirga masih tidur Pa kayaknya kecapean semalam kan gantiin aku buat nemenin Adrian yang sering bangun kalau malam," tuturnya
"Oh jadi cucu Opah sering begadang ya sayang," Bastian mengambil alih bayi besar itu di tangannya.
Cucu pertama memang sering menjadi cucu kesayangan bagi Nenek dan Kakeknya. Sena merasa bahagia karena kedua mertuanya mau menerima kehadiran Adrian di keluarganya dan bahkan memperlakukan Adrian begitu istimewa bersyukur kehidupan putranya sangat banyak di sayangi orang sekelilingnya tidak seperti kehidupannya dulu.
"Sena siang ini Adrian mama pinjam dulu ya buat di bawa ke rumah soalnya ada beberapa teman mama yang mau main ke rumah nanti sore kamu jemput saja sama Dirga ke rumah ya," ujar Renata yang berniat untuk memperkenalkan cucunya pada teman-temannya.
"Ya udah iya ma nanti Sena siapin beberapa perlengkapan yang di butuhkan Adrian di sana,"
***
"Sayang Adrian mana kok aku enggak lihat dia di box nya?" tanya Dirga yang sudah turun dengan keadaan segarnya.
"Adrian di bawa mama sama papa mas,"
"Kebiasaan mama tuh ya," kata Dirga seraya ikut duduk di samping Sena.
"Udah biarin aja Adrian kan cucu mereka masa enggak boleh sih di bawa," Sena mencium bau wangi di tubuh suaminya.
"Kamu wangi banget hari ini,"
"Masa sih? Perasaan tadi pakai minyak wangi enggak terlalu banyak deh,"
"Kamu gayanya kayak masih muda aja,"
"Iya kita kan masih muda sayang, Oh iya Adrian di jemput nya jam berapa nanti?"
"Sore kata mama,"
Dirga tersenyum mendengarnya seketika dia memajukan wajahnya berhasil membuat Sena mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Mas mau apa?"
"Mau kamu, ayo kita main mumpung Adrian di bawa sama Mama kita bisa main sampai Sore," katanya seraya mengedipkan matanya.
Sena menggelengkan kepalanya, "Ih kamu kayak orang kebelet banget deh,"
"Iya emang udah kebelet sayang kamu lupa setiap kita mau main pasti Adrian bangun kalau enggak bangun ya pasti enggak tidur-tidur. Ayo dong sayang,"
Sena tampak berpikir sebelum sampai akhirnya dia menganggukkan kepalanya dan berhasil membuat Dirga merasa kegirangan dan langsung mengajak Sena ke kamar tamu yang ada di lantai bawah.
Lagi pula Sena pun sama menginginkannya juga mereka sudah sangat jarang sekali bermain bersama karena disibukkan dengan Adrian putra mereka.
***
Dirga terus menciumi ****** Sena yang sekarang sangat menegang bahkan ia beberapa menyedotnya dan ia baru tahu bagaimana rasanya asi itu.
"Pantas aja Adrian suka banget sama asi rasanya lumayan enak lho sayang," goda Dirga seraya terus menjilati nya.
Sena menarik celana pendek Dirga menampakan kepemilikan suaminya yang begitu sangat menantang untuk di pegang nya.
"Iya terus begitu sayang uh," katanya seraya memejamkan matanya merasakan jilatan bibir wanitanya di bawah sana. Ia mengangkat tubuh Sena untuk duduk diatasnya keduanya telah sama-sama naked.
"Masukin sayang," Sena mengangguk menurun pahanya seraya memasukkan milik Dirga yang besar itu.
"Iya.. iya terus sayang, terus begitu uh,"
Mereka kembali berciuman dengan terus menaik turunkan pahanya dan rasanya miliknya sangat terasa di jepit kuat oleh milik Sena di sana bahkan kehangatannya ini sangat di rindukannya. Keduanya sama-sama saling memberikan kehangatannya, wanitanya selalu memberikan hal yang terbaik untuknya sampai berhasil membuatnya tak bisa berpaling darinya.
***
"AKU HAMIL MAS," ia menunjukkan hasil testpack nya.
"Aku senang dengarnya sayang, terimakasih sudah memberikan ku anak kembali." ujarnya seraya memeluk istrinya dan beberapa kali menciumi puncak kepala istrinya.
Ya, setelah percintaan panas mereka beberapa bulan kemudian Sena dinyatakan hamil anak keduanya dan hal itu berhasil membuat keduanya merasa senang, tapi disisi lain Sena pun terkadang memikirkan kenapa begitu sangat cepat padahal putra pertama mereka saja baru berusia 10 bulan.
Tapi mau tidak mau Sena harus tetap menerima kehamilan keduanya, dan mungkin karena dirinya yang masih berusia lumayan muda menjadikan rahimnya mudah untuk di buahi tapi bukankah dengan begini kehidupannya akan bertambah bahagia setelah menambah momongan kembali.
"AKU CINTA SAMA KAMU MAS," katanya seraya berhamburan ke dalam pelukan suaminya.
"AKU JUGA MENCINTAI KAMU ISTRIKU," Dirga mengecup bibir istrinya, ia akan siap menjaga keutuhan keluarga kecilnya.
...THE END...
Terimakasih untuk kalian semua yang telah membaca karya saya yang berjudul LOVE TOXIC dan jangan lupa untuk mampir ke karya saya yang lainnya ya..
__ADS_1