
Nico yang sekarang sedang bersama sena di sebuah taman, dia di buat shock ketika mendengarkan Sena sedang hamil dan meminta maaf karena telah menyeret namanya dalam permasalahannya.
"Cowok brengsek itu kemana sen? Harusnya dia bertanggung jawab," ujar Nico dan sena hanya diam.
"Jangan bilang cowok itu kakak ipar lo sendiri ya kan?" Sena terkejut mendengarnya, tak percaya Nico mengetahuinya.
"Darimana lo tau tentang itu Nic?"
"Sen gue ini masih mudah gue belum pikun dan gue masing ingat cowok yang mukulin gue pas waktu di cafe itu Dirga kakak ipar lo dan Maudy,"
Ya, Satu persatu semua yang dia tutupi akhirnya telah di ketahui oleh beberapa teman yang lainnya. Percuma juga dia menjelaskan hubungan antara Dirga dan Sarah hal itu sulit untuk di percaya.
"Gue minta maaf karena enggak seharusnya gue bawa-bawa nama lo dalam permasalahan ini,"
Nico sebenarnya tak masalah jika dia harus menikahi Sena, lagi pula diakan memang menyukai Sena tapi kedua orang tuanya apa mau setuju dengan ini semua.
"Udah Sen lo tenang aja, gue enggak masalah kok kalaupun harus menikah dengan lo," Sena menggeleng, tidak ia tidak bermaksud untuk meminta Nico menikahinya tapi kenapa Nico sampai berpikiran sejauh itu.
"Enggak perlu Nic, gue kesini cuma mau minta maaf tentang itu aja bukannya minta lo nikahin gue," ujarnya yang berhasil membuat Nico tersenyum kecut.
"Gue siap kok kalau harus nikahin lo Sen, dua bulan lagi kan kita udah lulus sekolah." dan sekali lagi Sena menggelengkan kepalanya ia tak berminat untuk menikah dengan Nico.
"Nic, gue cuma minta sama lo tetap bersembunyi udah itu aja."
***
Sepulang bertemu dengan Nico ia baru saja hendak masuk ke dalam kamarnya seketika Dirga pun ikut masuk ke dalam dan mengunci pintunya, Sena yang melihat keberadaan pria brengsek itu berhasil membuatnya merasa ketakutan.
"Hai sayang kamu takut sama aku?" Sena mundur saat Dirga menghampirinya.
"Jangan takut Sena, kamu kenapa jadi bersikap seperti ini sih sama aku," tubuh Sena terhimpit dinding tembok, jarak diantara mereka begitu sangat dekat.
"Kita akan menikah," kata Dirga seraya mengelus pipi Sena tapi anehnya Sena menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kamu enggak mau nikah sama aku?" Sena menggeleng.
"Kenapa! Bukannya kita saling cinta, kamu harus menikah sama aku."
"Aku enggak mau mas,"
"Aku enggak butuh jawaban dari kamu intinya secepatnya kita akan menikah," ujarnya yang berhasil membuat Sena terdiam,
__ADS_1
Bagaimana mungkin mereka menikah sedangkan setahu Sena kedua orang tua Dirga sedang mencari keberadaan Nico.
Dirga meraih pinggang sempit wanitanya dan seketika Dirga mencium bibir wanitanya, Sena reflek mendorong Dirga.
"JANGAN SENTUH AKU!"
"Sstt.. Kamu bisa diam enggak, di luar masih ada Sarah dan kedua orang tua aku, kamu mau mereka sampai denger suara kamu itu."
"Aku enggak perduli, biar aja mereka tahu apa yang kamu mau perbuat di kamar aku." ujar Sena berhasil membuat Dirga semakin merasa kesal.
Sejak kapan Sena menjadi wanita pembangkang biasanya wanita itu akan selalu menuruti apa katanya, tapi sekarang berani melawannya.
"Kamu sekarang udah mulai berani melawan ya, ok kalau itu yang kamu mau ayo kita buat mereka semua dengar apa yang akan kita lakukan disini!" ujar seraya mencium bibir Sena dengan ganasnya, membuka paksa pakaian mereka.
Sena ingin berteriak saat Dirga tiba-tiba memasukinya tanpa sepertinya foreplay terlebih dahulu, membuatnya tersentak ia masih waras jadi mana mungkin ia berteriak.
"Ayo cepat berteriak ah," kata Dirga yang masih bermain di belakangnya wanitanya.
"Kamu melarang ku untuk menyentuh kamu, tapi lihat sekarang kamu sendiri menikmatinya kan ah.. " ujarnya di sela-sela permainan panas mereka.
Dirga meremas kedua ****** wanitanya yang menggantung dengan sempurna, ia selalu ketagihan akan tubuh wanitanya sedangkan wanitanya selalu berpikir jika Dirga hanya akan datang kepadanya saat dia membutuhkan penyaluran hasratnya. Bodohnya ia selalu menerima dan sama-sama menikmatinya.
***
"Sudah pak dan sudah saya ajukan ke pihak KUA sesuai perintah dari pak Dirga," jawab Kahfi.
"Ok, silahkan kau kembali ke pekerjaanmu,"
Ya, Dirga sudah mempersiapkan segala yang di perlukan nya lewat Kahfi rencananya besok Dirga akan menikahi Sena secara diam-diam tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.
Hanya dengan cara ini Dirga dapat memiliki Sena seutuhnya, mau tidak mau Sena harus mau menikah dengannya sekalipun dia harus memaksa wanitanya karena akhir-akhir ini Sena sangat sulit untuk mendengarkan perintah darinya.
"Kau membuatku semakin gila, sulit sekali untuk di kendalikan." katanya seraya menyenderkan kepalanya di kursi kebanggaannya.
Jika tidak menikahi Sena wanita itu pasti akan dengan nekat menggugurkan kandungannya atau bisa jadi nanti Sena akan dinikahkan dengan pria lain, Dirga tidak bisa membayangkan jika Sena nanti menikah dengan pria lain lalu dengan siapa lagi jika dia ingin menyalurkan hasratnya.
"Aku punya info penting tentang suamimu, jika kau mau mengetahui info itu datanglah ke Cafe B aku tunggu kedatangan mu di meja nomor 8,"
Setelah mendapatkan pesan singkat itu, Sarah langsung menuju ke Cafe B yang di tentukan si pengirim pesan misterius.
"Info penting apa coba bikin penasaran saja, Arrghh!"
__ADS_1
Sarah yang terburu-buru dalam menyetir sampai tak sengaja ia menyerempet seorang pedagang kaki lima karena jalan menuju Cafe B harus melewati jalanan yang cukup sempit.
"Bangsat!"
Sarah menggebrak setir mobil dan ia keluar karena keadaan sudah semakin parah, jika tak keluar segera juga bisa-bisa kaca mobilnya di pecah.
"Hey keluar lo tanggung jawab nih, sampai gerobaknya rusak parah kayak gini!"
"Ok tenang ya pak bu, saya akan mengganti apa yang rusak dan termasuk biaya pengobatan bapak periksa ke rumah sakit," Sarah mengeluarkan sejumlah uang tak ia hitung terlebih dahulu jumlahnya.
"Segini cukup kan?" uang pemberiannya langsung di terima dan secepatnya ia pergi menjauh dari kerumunan tak perduli, uang cash nya habis.
Perjalanannya jadi terhambat karena kejadian barusan tapi akhirnya ia sampai di Cafe B dan terburu-buru mencari nomor meja 8 di sana ia mendapati Rania yang sedang duduk santai dengan secangkir kopinya.
"Hai Sarah,"
"Rania jadi kamu yang kirim pesan itu, ya ampun aku pikir siapa." katanya seraya duduk di hadapan Rania.
"Huh kau rupanya penasaran sekali ya, sorry sudah membuatmu penasaran akan pesan yang ku kirimkan,"
"Jadi informasi apa yang ingin kamu sampaikan ke aku, tentang Dirga," Rania menyesap kopinya sebelum memulai pembicaraan mereka.
"Kamu sudah siapa mendengarnya, nanti kamu terkejut lho."
"Katakan saja apa itu," Sarah sebenarnya kesal karena Rania terlebih banyak basa-basi.
"Ku dengar suamimu besok akan menikahi adik ipar mu Sena,"
"APA? Kau yakin dengan informasi itu Rania,"
"Sangat yakin, sebaiknya kau secepatnya menggagalkan rencana Dirga."
"Tapi maaf aku enggak tau dimana pernikahan mereka nanti,"
Sekarang kecurigaan Sarah sangat yakin ternyata benar Dirga yang menghamili Sena dan ia tahu betul Dirga pasti tak berani memberitahu kebenarannya pada kedua orang tuanya. Dia baru tahu ternyata sebegitu pengecutnya seorang Dirga bahkan sampai berani menikah Sena secara diam-diam.
"Ok thanks Rania untuk informasinya,"
Kita lihat sejauh mana Dirga menyembunyikan segalanya karena Sarah sendiri yang akan menggagalkan rencana Dirga.
TBC.
__ADS_1
Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)