Love Toxic

Love Toxic
Bab 79 - New Home


__ADS_3

"Ini dimana lagi mas, kamu mau sembunyikan aku disini?" tanya Sena setelah mereka sampai di sebuah rumah besar dan mewah.


"Ini rumah baru yang baru aku beli, lebih tepatnya rumah baru kita." kata Dirga seraya menarik Sena masuk ke dalam rumah baru mereka.


Dirga memang sengaja mempersiapkan rumah baru untuk Sena dia ingin memulai kehidupan baru bersama Sena dan lagi pula sebentar lagi Sena akan melahirkan jadi pastinya Dirga sudah mempersiapkan segalanya untuk anak dan istrinya nanti.


"Kamu mau makan apa nanti aku pesanin makanan?" kata Dirga yang sekarang mereka tengah duduk di ruang living room.


"Terserah," jawab Sena yang mengalihkan pandangannya.


"Bakso, kamu mau makan bakso?" Sena mengangguk.


Dirga pergi ke kamar mandi sebentar, dia percaya jika wanitanya tidak akan melarikan diri lagi dari kehidupannya jadi dia tidak akan mengurung ataupun bersikap selayaknya dia takut kehilangan wanitanya. Sena yang saat ini sendirian di ruang living room ia tampak melihat-lihat desain rumah baru mereka, Dirga memang pandai dalam memilih desain rumah yang menurut pandangannya sangatlah unik dan bagus.

__ADS_1


"Kamu mau lihat kamar baru kita?" Sena terkejut melihat kedatangan Dirga secara tiba-tiba di belakangnya.


Sena menganggukkan kepalanya dan Dirga membawa Sena ke kamar utama di rumah mereka, saat masuk ke dalam kamar Sena di buat takjub kembali dengan luas dan desainnya.


"Kamu kalau capek istirahat aja, nanti kalau makanannya udah datang aku bawain kesini," Sena mengangguk kali ini Dirga benar-benar harus bersabar dengan


Pikiran dan tubuh Sena memang sedang lelah dia harus kembali di kehidupan yang membuat segala pikirannya pasti akan di buat berkecamuk kembali, padahal dia baru saja mengalami sedikit ketenangan setelah memilih untuk pergi.


***


Apa Dirga terlalu egois mempertahankan wanita berusia 19 tahun ini untuk terus-terusan hidup bersamanya. Dirga terlalu mencintainya sampai dia tak rela jika wanitanya meninggalkannya.


"Eughh.. " Sena menggeliat dari tidurnya dan ia terbangun sontak ia di buat terkejut ketika wajah Dirga terlalu dekat dengannya.

__ADS_1


"Maaf, aku enggak bermaksud gangguin kamu tidur. Mm.. Ini baksonya kamu makan aja dulu, mumpung masih hangat," ujar Dirga menyiapkan makanannya.


"Nico gimana?" kata Sena.


Kalimat itu berhasil membuat Dirga diam sejenak entah ia harus marah atau bagaimana karena yang di tanyakan wanitanya adalah pria lain.


"Dia udah aku lepasin dan orang suruhan ku udah antar kan dia ke rumah sakit," jawab Dirga yang mencoba menahan emosinya.


"Ini kamu makan, mas akan keluar dan kamu bisa makan dengan tenang," ujarnya seraya keluar dari kamar mereka.


Di luar rumahnya Dirga mengisap rokoknya mencoba menenangkan pikirannya katakanlah sekarang dirinya sedang merasa cemburu karena wanitanya justru malah khawatir dengan pria lain, bahkan saat sekarang mereka hanya berdua Sena lebih banyak memilih untuk diam dan tampak sangat bersikap acuh kepadanya.


Dirga bahkan berpikir, apa selama sebulan lebih Sena tak bersamanya membuat wanitanya itu sudah mulai berpaling kepada Nico di bandingkan dirinya. Padahal, Dirga baru saja ingin memiliki kehidupan baru bersama Sena, dia juga mempunyai niatan untuk mengakui segalanya di hadapan kedua orang tuanya sikap Sena yang sekarang membuatnya jadi merasa kecewa.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2