
"Udah lega kan sekarang kamu mas?" tanya Sena yang masih duduk di ranjang, saat ini hanya tinggal mereka berdua di ruangan itu.
Dirga terkekeh, "Puas kamu bilang? Kamu pikir aku senang dengar kamu bilang kalau anak yang sekarang kamu kandung itu anak Nico!"
"Untuk apa kamu marah? Bukannya sekarang ini kamu memang lagi senang kan jadi kamu enggak perlu susah payah bertanggung jawab," cibir Sena yang tak mau kalah.
Dirga sedang berada di puncak emosinya seketika saat itu juga dia menggebrak laci kecil yang ada di samping ranjang, ia ingin sekali memukul seseorang tapi emosinya coba dia tahan.
"Mending kamu pulang sana, ngapain kamu disini terus! bentar lagi Nico mau jenguk aku kesini aku enggak mau ada yang ganggu waktu aku bersama Nico nanti," ujarnya berbohong semakin membuat Dirga naik pitam mendengarnya.
"Jangan-jangan kamu suka lagi ya sama Nico?" Sena menatap Dirga tak percaya pria itu akan berpikiran seperti itu padanya.
"Kalau iya kenapa bahkan Nico jauh lebih baik dari pada kamu mas," Dirga memukul tembok itu berhasil membuat Sena ketakutan.
"DIAM! BERHENTI SEBUT NAMA PRIA LAIN DI HADAPAN AKU,"
Kalau saja dia tak dapat menahan emosinya mungkin Dirga sudah dengan kasarnya memukul Sena yang terus menyebut nama Dirga, dan sekarang melihat Dirga yang bersikap seperti ini benar-benar membuat Sena merasa ketakutan.
"Maaf sayang aku enggak bermaksud buat nge-bentak kamu," katanya seraya mencoba menggenggam tangan Sena tapi di tepis oleh sang empu.
__ADS_1
"Maafin aku ya, kamu pasti takut ya ngeliat aku marah tadi? Aku minta maaf." Dirga mencium punggung tangan Sena, ia sadar sikapnya sudah berhasil membuat wanitanya ketakutan.
Dirga memeluk Sena sekalipun sang wanita tak mau di peluknya tapi ia tetap memaksanya untuk mau masuk ke dalam pelukannya.
"Lepasin aku mas ini di rumah sakit seseorang bisa aja masuk ke ruangan ini, jaga batasan kamu!" Dirga menggeleng ia tetap memeluk bahkan sesekali mencium dahi wanitanya.
Andai Sena tahu hanya dengan memeluk wanitanya, emosinya pasti akan mereda dan dirinya akan semakin tenang.
***
Beberapa hari kemudian..
"Kita harus mencari tahu pria bernama Nico itu secepatnya dia harus bertanggung jawab apa yang sudah di lakukan nya pada Sena,"
"Enggak perlu repot-repot Pak lagi pula ini kota besar cari yang namanya Nico pasti banyak, Sena kita pulangkan saja ke Aceh nanti Sarah bakalan ngomong ke Papa sama Mama," kata Sarah.
"No, No! Jangan Sarah kamu tahukan ayah kamu itu sakit nanti beliau kena serangan jantung bagaimana jika mendengar Sena hamil, biar nanti anak buah Papa untuk mencari dimana rumah Nico setelah itu kita nikahkan mereka." ujarnya yang berhasil membuat Dirga yang tadinya hanya diam, ia langsung menatap ayahnya mendengar kata menikah itu, ia tak rela wanitanya menikah dengan pria lain.
"Dirga apa kamu ada saran?" tanya Bastian dan seketika Dirga menggelengkan kepalanya ia harus bersikap setenang mungkin.
__ADS_1
Dalam hatinya sekarang yang terpenting adalah mencari cara agar Sena tidak akan menikah dengan pria mana pun, Dirga sendiri merasa kesal pada dirinya sendiri karena lidahnya sangat keluh untuk mengatakan kejujuran itu.
"Kamu mau kemana mas?" tanya Sarah yang melihat Dirga berdiri.
"Ke ruang kerja masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan," jawabnya yang langsung menjauh dari living room.
Melihat tingkah dan sikap Dirga yang sekarang berhasil membuat Sarah semakin yakin kalau yang menghamili Sena itu pasti Dirga, pasalnya pria itu sering sekali keluar masuk ke dalam kamar Sena, tapi anehnya sekarang kenapa Sena mengakui pria lain yang menghamilinya padahal saat itu Sarah sudah sangat yakin sekali jika Sena akan menyebutkan nama Dirga tapi ternyata nama Nico yang di sebutkan.
TBC.
Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)
NOTES!
Saya meminta maaf sebelumnya, tapi disini saya ingin mengatakan kenapa ya yang baca cerita ini ribuan lho dalam satu bab tapi kenapa yang like itu tidak sebanding dengan yang membacanya. Tolonglah minta kerja sama nya kalaupun tidak bisa memberikan komentarnya setidaknya beri like pada cerita ini, saya update setiap hari lho bayangkan penulis di luaran sana update seminggu berapa kali jadi saya mohon minta kerja sama nya jangan hanya kalian saja yang merasa senang dengan cerita ini tapi tidak bisa menghargai author yang menulis.
Kalau pun kalian tidak suka dengan cerita ini silahkan tak perlu membacanya, dikira saya enggak capek dengan mikir ide alur ceritanya.
Sekali lagi saya minta maaf jika saya menulis kalimat ini.
__ADS_1
Terimakasih Happy Reading guys :)