Love Toxic

Love Toxic
Bab 60 - You Go?


__ADS_3

"Ini berapa Rest?" temannya menggelengkan kepala.


"Udah enggak perlu bayar,"


"Enggak gue bayar aja ini berapa obatnya?" Sena tatap kekeh.


Flo yang melihat keduanya ia menyela mereka, "Obat apaan sih?"


"Obat.. Obat sakit kepala ya kan Sen?"


"Iya obat sakit kepala," Sena memasukkan obatnya ke dalam saku seragamnya.


"Udah lo ambil aja enggak perlu bayar, gue niat bantu lo." ucap Resti berbisik di telinga Sena.


"Thanks Rest,"


Melihat Sena yang seperti ini membuat Resti merasa kasihan, temannya itu entah mungkin terlalu polos atau bagaimana sampai-sampai di buat seperti ini oleh pria seperti Dirga. Sena tak sudah tak seperti dulu, tak seceria dan sebahagia dulu untuk tersenyum saja rasanya ia harus memaksakan bibirnya untuk tersenyum.


Kemarin Dirga yang menjauhinya sekarang keadaannya berbalik setelah mengakhiri hubungan mereka kini Sena yang memilih untuk terus menjauhi Dirga.

__ADS_1


"Sen jangan terlalu banyak pikiran, keputusan lo buat mengakhiri hubungan sama cowok sialan kayak dia itu udah keputusan yang tepat." ujar Resti mengingatkan kembali Sena.


***


Juan menghampiri Sena yang masih duduk menunggu bus datang, sudah lama rasanya Juan tak berhadapan dengan Sena dia memilih untuk terus diam daripada mengejar seperti layaknya Nico.


"Hay masih belum pulang juga, tadi bus kan udah tiba kok masih duduk aja." Sena tak menatap Juan ia lebih memilih menatap kebawah.


Perasaannya sekarang benar-benar sedang berkecamuk, rasanya tak ada gairah hidup dalam dirinya. Apalagi sekarang dirinya sedang hamil mungkin efek dari kehamilannya juga.


"Sena lo kok di tanyain malah diam terus sih lagi ada masalah ya?"


"Apa sebegitu enggak sukanya lo sama gue Sen, lo kalau sama Nico care banget sama gue terus bersikap kayak gini." ujarnya sendiri.


Sebenarnya Sena pun merasa tak enakan pada Juan, dia selalu bersikap acuh pada Juan rasanya tak adil ia bersikap baik pada Nico tapi tidak pada Juan.


Tin.. Suara klakson mobil di sampingnya membuat Sena di buat terkejut, saat ia melihat mobil siapa itu ternyata mobil yang sering ia tumpangi.


"Ayo masuk, biar mas antar pulang." entah mengapa degupan jantungnya begitu cepat saat ia mendengar suara yang sangat ia rindukan.

__ADS_1


"Sena,"


Bukannya menjawab Sena lebih memilih berlari menjauh dari mobil Dirga, beruntung ada angkot yang lewat seketika ia langsung masuk ke dalam angkot.


Pria yang di dalam mobil hanya menatap wanitanya yang sudah masuk ke dalam angkot, ia tidak berniat mengejar karena dia bisa melihat jelas dari raut wajah Sena dia seperti orang ketakutan saat melihat dirinya.


"Kenapa kamu terus menjauhi sih, padahal aku udah mau memperbaiki hubungan kita," ujarnya seraya menundukkan kepalanya di setir mobil.


Dirga mengeluarkan ponselnya mencoba menghubungi Sena lewat aplikasi hijaunya tapi ternyata nomornya sudah di blokir.


"Sial! Kalau kayak gini terus dia bisa benar-benar tambah menjauh," Dirga menggeleng.


"Enggak, kamu enggak akan bisa menjauh dari aku Sena. Kamu harus tetap ada di kehidupan ku," ia menancapkan gas mobilnya melaju dengan cepat.


Kesal semalam Sena berhasil membuatnya tak bisa menyelinap masuk ke dalam mobilnya dan sekarang Sena terus menjauhinya bahkan saat tadi pagi, Dirga tak melihat keberadaan wanitanya.


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)

__ADS_1


__ADS_2