Love Toxic

Love Toxic
Bab 62 - Feel


__ADS_3

Sena masih tak kunjung belum meminum obat penggugur kandungan dari Resti, tadi pagi saja saat ia terbangun dan mendapati dirinya yang tidur terlelap di peluk Dirga ia sontak langsung buru-buru keluar dari kamarnya sebelum Dirga bangun dari tidurnya. Dan sekarang, pria itu menunggunya kembali di depan gerbang sekolahnya.


"Mau apalagi sih dia, tadi menjauhi sendiri sekarang mendekati," ujarnya seraya menatap Dirga yang tengah menunggunya.


Saat mata mereka bertemu seketika Dirga tersenyum kearahnya dan menghampirinya, rasanya Sena ingin berlari tapi kakinya terus berdiam diri.


"Ayo pulang," Dirga meraih tangan Sena dan tak ada perlawanan dari sang empu ia hanya menunjukkan wajah datarnya.


Dia membawa Sena ke dalam mobilnya, dan bodohnya Sena menurut saja. Bahkan, sekarang di dalam mobil pun tak ada pembicaraan diantara mereka kecuali sekarang Sena mengingatkan sesuatu pada Dirga.


"Kita udah enggak ada hubungan mas, jadi lebih baik kamu enggak perlu jemput aku sekolah lagi dan kamu juga enggak perlu tidur di kamar aku." ujar Sena tanpa melihat kearah lawannya.


"Kata siapa kita enggak ada hubungan, kita masih pacaran buktinya sekarang kamu mau ada mobil aku kan,"


"Aku begini karena menghargai kamu yang udah mau jemput aku pulang," Dirga menggeleng ia tak merespon balik.


Terserah Sena mau berkata apa baginya Sena tetap menjadi wanitanya.


***


Seketika mata Sena melihat kearah Dirga, mobil yang sedang di tumpangi nya bukan pulang menuju kearah rumah Dirga tapi ke tempat vila.


"Aku mau pulang ngapain kamu ajak aku kesini,"

__ADS_1


"Udah deh kamu diam aja, bawel banget sih."


"APA! Kamu bilang aku bawel, aku ingatin sekali lagi sama kamu mas kita enggak ada hubungan apapun." tepat ia mengatakan kalimat itu mobilnya telah sampai di pekarangan vila.


Dirga keluar dan membukakan pintu untuk wanitanya, tapi Sena enggan untuk keluar.


"Ayo keluar, udah deh kamu jangan bersikap keras kayak gini sama aku,"


"AKU ENGGAK MAU, AKU MAU PULANG!" bukannya mendengarkan apa yang Sena katakan, Dirga malah menarik paksa Sena untuk ikut bersama masuk ke dalam vila nya.


Sena meronta tapi cengkraman tangan Dirga jauh lebih kuat di bandingkan tenaganya.


"Mas lepasin tanganku, aku mau pulang." bentaknya dan berhasil Dirga melepaskannya tapi sekarang mereka sudah berada di dalam vila besar milik Dirga.


"Kita udah putus mas dan udah enggak ada hubungan apapun jadi kamu enggak ada hak buat bersikap kayak gini sama aku," Dirga memicingkan matanya mendengar ucapan Sena barusan.


"Kamu lupa udah berapa uang yang aku keluarkan untuk pengobatan ayah kamu itu, dan sekarang kamu bilang aku enggak ada hak?"


"Aku berhak bersikap apapun sama kamu! Anggap saja dengan kamu menuruti apa yang aku mau itu kompensasi atas uang yang udah aku keluarkan untuk ayah kamu,"


Plak! Tamparan keras di pipi Dirga terasa panas wajah yang di tampar nya memerah Dirga menahan amarahnya, ingin sekali dia balik menampar wajah Sena.


"KAMU PIKIR HARGA DIRI AKU INI APA MAS!" katanya tapi Dirga mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Dengan sikap kamu yang seperti ini sama aku segala ucapan maaf kamu itu enggak ada artinya sama sekali,"


Ya, benar permintaan maaf Dirga memang tidak ada artinya baru saja semalam pria itu meminta maaf tapi sekarang bersikap dan berbicara seenaknya padanya, apa yang sudah di berikan Sena pada Dirga tak sebanding dengan jumlah uang yang di berikan Dirga padanya.


"Mas,"


Tapi, Dirga dia adalah pria keras kepala bukannya mendengarkan ucapan Sena padanya, sekarang dia malah mencium bibir Sena dengan rakusnya.


"Lepashh.. " Sena memukuli wajah Dirga yang masih mencium bibirnya, tapi percuma pukulan itu tak ada rasa sakitnya sama sekali.


Pria itu mendorong tubuh wanitanya sampai jatuh ke sofa ia menciumnya dengan ganas, kesal karena tak kunjung membuka bibirnya terpaksa Dirga mengigit bibirnya dan berhasil menyusupkan lidahnya ke mulut wanitanya.


Dirga yang sudah beberapa hari menahannya, ia membuka resleting celananya dan menyibak paksa rok abu-abu wanitanya.


"AKU ENGGAK MAU MAS,"


Pria itu sudah berada di ambang libidonya jadi ia menghiraukan ucapan Sena bahkan sekarang berhasil melepaskan c-d wanitanya dan memasukan paksa miliknya ke dalamnya.


"Sst.. Nikmati saja kita kan sudah biasa melakukannya," Sena menggeleng,


Dia tak menerima permainan panas mereka saat ini berbeda dengan Dirga yang tengah menikmatinya meskipun sekarang wanitanya tengah menangis.


Sekarang Sena tahu rasanya di perkosa itu seperti apa, ia di paksa melakukan sesuatu yang tak ingin dia lakukan tapi pria brengsek itu terus bermain diatasnya.

__ADS_1


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


__ADS_2