Love Toxic

Love Toxic
Bab 59 - Miss


__ADS_3

Setelah mengakhiri hubungannya dengan Dirga entah kenapa sekarang perasaan Sena rasanya sangat merasakan sakit hati, padahal dia sendiri yang mengakhirinya tapi dia sendiri yang merasa kehilangan Dirga.


"Please stop Sena lupain dia,"


Sena menatap dirinya di depan cermin, melihat dirinya sekarang yang terlihat begitu sangat miris keadaannya mengakhiri hubungannya dan sekarang harus berjuang sendirian dalam keadaannya yang sedang hamil.


Malam semakin larut tapi tidak dengan Sena yang sekarang masih meringkuk di atas lantai yang dingin, keadaan kamarnya gelap gulita tanpa penerangan. Dia sengaja mematikan lampu kamarnya dan hanya membuka jendela kamarnya saja agar sinar rembulan masuk menerangi dalam kamarnya yang sunyi itu, ia masih enggan untuk naik ke atas ranjang jika ia tidur di ranjangnya itu hanya akan mengingatkan dirinya pada Dirga.


"Kenapa mas, kenapa kamu bersikap seperti ini sama aku?"


"Kamu pernah bilang sama aku kalau kita akan menikah nanti setelah aku lulus sekolah tapi sekarang, kamu menjauh hanya karena kehamilan ini." Sena menangis, ia benci dengan dirinya sendiri yang menangisi pria seperti Dirga.


Kenop pintunya di putar sepertinya seseorang di luar sana ingin mencoba masuk tapi sayangnya ia tak bisa membukanya.


Ya, Sena sudah memasang kunci ganda di samping pintu kamarnya walaupun seseorang mencoba membuka menggunakan kunci pintu kamar tersebut tetap pintunya tidak akan bisa di buka kecuali di buka dari dalam ataupun harus di dobrak.

__ADS_1


"Sena, ini aku buka pintunya," ia kenal dengan pemilik suara itu siapa lagi kalau bukan Dirga.


Sena masih duduk diam tak bergeming hanya menatap pintu kamarnya dengan datar, ia tak ingin bertemu dengan Dirga, ia harus secepatnya pergi dari rumah Dirga dengan begitu dia tidak akan pernah bertemu dan melihat wajah Dirga lagi.


***


"Keluar kamu dari kamar saya," ujar Dirga yang baru saja masuk ke dalam kamarnya.


"Kenapa aku harus keluar mas? Kamu tau kan Papa sama Mama masih ada disini," jawab Sarah tegas.


"SAYA BILANG KELUAR YA KELUAR!" katanya seraya menggebrak lemari pakaiannya.


"Ya, ok aku keluar." Sarah yang ketakutan ia memutuskan untuk keluar dan meninggalkan Dirga sendirian di kamarnya.


Pria itu duduk di tepi ranjangnya mengusap wajahnya dengan kasar, ia kesal karena tidak bisa menyelinap masuk ke dalam kamar wanitanya, ia juga kesal karena wanitanya memutuskannya begitu saja tanpa persetujuannya terlebih dahulu.

__ADS_1


Dirga bingung harus melakukan apa, satu sisi dia mencintai Sena tapi dia juga tidak sanggup menghadapi kedua orang tuanya jika sampai tahu dirinya yang anak satu-satunya dan anak kebanggaan kedua orang tuanya membohongi kedua orang tuanya dan menghamili wanita lain.


"KENAPA SEMUANYA JADI SEPERTI INI SIH!" ia menatap dirinya sendiri di hadapan cermin.


"Sena kamu harusnya ngertiin aku, kamu harusnya enggak mengakhiri hubungan kita!"


"Aku tuh cinta sama kamu, kamu ngerti enggak sih,"


Dirga terus meracau sendirian di kamarnya, ia sebenarnya kesal pada dirinya sendiri yang tak memiliki keberanian padahal ia berani membohongi kedua orang tuanya dan berani menjalani hubungan dengan Sena secara diam-diam tapi ia tak berani untuk mengakui segalanya.


"AKU CINTA SAMA KAMU SENA,"


Dirga menundukkan wajahnya, pikirannya selalu teringat akan bayangan Sena dan ia selalu mengingat perkataan Sena waktu itu yang meminta hubungan mereka di akhiri. Dirga sadar dia salah seharusnya setelah mendengar kabar Sena hamil, tidak seharusnya dia menjauhi wanitanya, tidak seharusnya ia bersikap acuh hanya demi menenangkan dirinya sendiri tanpa ia sadari sikapnya itu berhasil mengundang kontroversi dalam hubungannya sendiri.


TBC.

__ADS_1


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


di karenakan sedikit sekali yang mengikuti author dan sedikit sekali like dan komentar dari pembaca kayaknya sekarang bakalan up sehari 1 bab aja. Mohon dimaklumi ya :)


__ADS_2