Love Toxic

Love Toxic
Bab 97 - Go Back


__ADS_3

"Aku lagi enggak masak hari ini kan udah aku bilang sama kamu besok-besok enggak perlu makan siang di rumah lagi," kata Sena yang sekarang melihat Dirga berada di kamarnya.


Padahal tujuan Dirga pulang memang bukan untuk makan siang tapi untuk melihat keadaan Sena.


"Kamu udah mendingan badannya?" tanya Dirga seraya menyentuh kening Sena yang demamnya sudah sedikit menurun.


"Kan aku udah bilang sama kamu nanti juga mendingan, aku cuma pegal-pegal aja. Mendingan kamu balik ke kantor lagi aja sana," ujar Sena yang sepertinya tidak suka melihat keberadaan Dirga sekarang.


Tapi, Dirga tidak mendengarkan perkataan Sena dia lebih memilih untuk duduk di samping Sena yang masih duduk di ranjangnya.


"Kamu udah makan?" Sena memilih untuk diam yang artinya dia memang dari sejak pagi belum makan apapun.


"Aku pesankan makanan dulu ya,"


"Enggak usah lagian juga aku enggak lapar kok," katanya berbohong.


Dirga tetap memesankan makanan untuk mereka berdua, mau tidak mau Sena harus tetap makan karena bagaimana pun Dirga tidak ingin wanitanya itu sampai sakit parah.


"Maafin aku ya,"


"Udahlah aku capek dengerin kata maaf kamu mas," Dirga menumpuk kedua tangannya dengan tangan Sena.


"Enggak kali ini aku beneran minta maaf, maaf kalau sikap aku terus buat kamu kesal kayak gini."


"Oh jadi, kemarin-kemarin kamu minta maaf itu enggak benar-benar minta maaf gitu?" Dirga menggeleng.


"Enggak bukan begitu sayang, aku minta maaf ya, maafin aku dan kalau kamu mau hari minggu pulang ke Aceh aku bakalan temenin kamu asalkan keadaan tubuh kamu harus udah sehat ya,"


"Aku sendiri aja, udah kamu di rumah aja."


Dirga menangkup wajah Sena, "Aku bakalan tetap ikut temani kamu, kali ini kita beneran bakalan ke Aceh," katanya dengan senyum manis.


Wanitanya hanya bisa berpasrah lagi pula percuma juga keras kepala Dirgantara Sebastian kan suaminya mana mungkin ia membantahnya.


Lagi pula meskipun sikap Dirga sering membuatnya kesal tapi pria itu tetap memilih untuk terus bersamanya dan tidak berpaling darinya sama sekali.


Dirga yang baru saja turun ke bawah dan membawa makanan yang baru saja di pesankan barusan. Dua poris steak beef untuk dirinya dan Sena.


"Ayo sayang kita makan dulu,"


"Aku kan udah bilang aku enggak lapar," Dirga memberikan satu suapannya untuk Sena.

__ADS_1


"Aku enggak lapar mas,"


"Makan dulu ini kan makanan kesukaan kamu," Sena menggeleng.


"Kalau kamu enggak mau makan aku enggak akan ngizinin kamu buat pulang ke Aceh kalaupun kamu maksa aku tetap enggak akan kasih izin kamu,"


"Kamu lagi kasih ancaman buat aku?" Sena menatapnya kesal dan seketika Dirga tersenyum manis untuknya.


"Sini aku makan,"


"Pelan-pelan aja makannya nanti keselek lagi kamu,"


Sena merebut satu kotak makanan untuknya dan langsung memakannya sampai habis, melihatnya yang sedang makan berhasil membuat Dirga senang padahal ancamannya tadi tidak benar-benar serius tapi Sena sudah langsung menganggap itu adalah sebuah ancaman yang berlaku untuknya.


***


Beberapa karyawan yang bekerja di perusahaan telah Dirga mengajukan cuti satu minggu dan meminta bonus padanya karena telah bekerja dengan baik di perusahaan Dirga selama ini tapi sayangnya permohonan mereka masih jadi bahan pertimbangan untuk Dirga.


"Kamu simpan saja dulu permohonan cuti dari mereka itu nanti selepas saya pulang dari Aceh baru saya akan putuskan,"


"Pak Dirga mau berlibur ke Aceh?"


"Berapa hari pak?" tanya Dea kembali.


"Palingan satu minggu itupun kalau istri saya tidak mau nambah hari lagi," kata Dirga seraya terkekeh.


Dea sudah siap jika dirinya harus menangani urusan semua tugas Dirga selama atasannya itu tidak ada di kantor. Sebenarnya Dea sendiri sudah sangatlah jika tidak ada Dirga di kantor apalagi pekerjaannya sangatlah padat, Dea jadi penasaran seperti apa istri atasannya itu sangat terlihat manja selalu meminta Dirga pulang lebih awal.


"Selama nanti saya di Aceh kalau ada urusan yang sangat penting kamu bisa kabari saya,"


"Baik Pak kalau begitu saya permisi mau balik lagi ke ruangan saya," Dirga mengangguk.


Setelah Dea keluar dari ruangannya Dirga berhentilah dengan Kahfi yang sekarang masuk ke ruangan itu, memberikan informasi tentang tugas penting yang di berikan Dirga untuknya.


"Jadi bagaimana sudah kamu tangani semua urusan Rania?"


"Sudah Pak, Saya sudah memberitahu keberadaan Rania kepada kedua orang tuanya yang ada di Jerman," ujar Kahfi.


"Baguslah saya harap Rania secepatnya bisa kembali ke orang tuanya,"


Ya, Dirga memang sengaja memerintahkan Kahfi untuk memberikan informasi tentang keberadaan Rania kepada kedua orang tuanya karena bagaimana pun ia merasa keberadaan Rania benar-benar membuatnya merasa tidak nyaman, Dirga tahu wanita itu menyukainya tapi tidak dengan segala cara yang bodoh yang berhasil membuat rumah tangga orang yang dicintainya berantakan.

__ADS_1


***


Sena bisa merasakan pelukan hangat dari suaminya pasalnya setelah berbaikan kembali, hubungan keduanya membaik kembali bahkan sekarang pria itu terus menciumi leher jenjang istrinya.


"Mas kamu lagi ngapain sih?"


"Cium kamu,"


"Jangan bilang kamu mau minta itu lagi,"


"Itu kamu tahu sayang," katanya dengan suara seraknya.


"Aku enggak mau ah capek, kamu main sendiri aja sana." ujar Sena yang menggoda Dirga.


"Kamu jangan gitu dong masa iya sih aku main sendiri, kan ada kamu.. "


"Iya akunya lagi males nanti kalau udah di kasih kamu ujungnya minta nambah lagi,"


Dirga menyambar bibir wanitanya ******* nya tidak memberikan kesempatan Sena untuk bicara kembali, bukannya menolak Sena justru malah membalas ciuman hangat itu.


"Katanya enggak mau tapi sekarang kamu malah cium aku juga kan," Sena tersenyum mendengar ocehan Dirga.


"Mphh.. " keduanya berciuman kembali, saling melucuti pakaiannya masing-masing berhasil membuat keduanya naked.


Dua insan manusia tengah saling bercumbu di atas ranjang besar itu, keduanya sama-sama melepaskan hasratnya dengan sentuhan-sentuhan yang mereka buat.


"Aku masih sama seperti waktu kita pertama melakukannya," kata Dirga seraya memejamkan matanya saat keduanya telah menyatu sempurna.


"Kamu juga masih sama mas enggak pernah mengecil," katanya seraya terkekeh berhasil membuat Dirga tersenyum.


"Kalau mengecil nanti kamu enggak keenakan kayak sekarang," mendengarnya Sena langsung melayangkan pukulan kecilnya di dada Dirga.


"Ah Sena.. " katanya saat wanitanya mengigit ****** milik Dirga berhasil membuat sang empu melenguh hebat.


"Kamu suka?" Dirga mengangguk dan Sena mengulanginya kembali.


Suaminya terus berada di atasnya bermain di sana melepaskan segalanya, pria itu selalu merasa ketagihan di setiap saat mereka bercinta mungkin karena tubuh wanitanya yang sekarang semakin seksi menurutnya.


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)

__ADS_1


__ADS_2