
Sena mondar-mandir menunggu kepulangan Dirga yang tidak biasanya, tidak biasanya pria itu pulang sampai selarut malam ini biasanya Dirga akan langsung mengabarinya tapi dari makan siang tadi ponsel Dirga sulit untuk di hubungi, chat yang di kirimkan nya saja belum di balasnya. Dan saat ia melihat Dirga yang memasuki rumah, Sena yang sudah kesal ia langsung menghampiri Dirga.
"Kamu tumben pulang malam banget habis makan malam sama siapa kamu?" kata Sena yang berhasil membuat langkah Dirga terhenti, dia sudah feeling jika Rania pasti akan membuat keadaannya seperti ini.
"Ok, aku bakalan jelasin semuanya sama kamu tapi please jangan dulu marah, jangan dulu emosi ok sayang," sahutnya seraya mencoba memenangkan Sena yang sepertinya sedang kesal padanya.
"Ya udah jelasin sekarang juga sama aku, siapa perempuan itu?" Dirga menghela nafasnya.
"Pasti Rania ya kan yang udah ngasih tahu ke kamu?" Sena mengangguk. Ya, memang Rania yang mengirimkan foto Dirga bersama wanita lain ke nomor Sena.
Wanita sialan! Dirga sudah berbaik hati padanya tapi bisa-bisanya dia terus berusaha ingin merusak rumah tangga Dirga dengan Sena dengan segala pikirannya yang licik itu.
Dirga mengajak Sena untuk duduk bersama membicarakannya dengan kepala dingin tanpa adanya amarah diantara mereka.
"Pertama wanita itu namanya Dea dia sekretaris aku dan aku yang emang ajak dia makan malam dalam rangka mentraktir dia untuk makan sepuasnya karena dia sudah berhasil menghandle rapat penting di kantor.. "
"Karena tadi siang kan aku harus pulang dulu buat makan bareng kamu di rumah jadi waktu aku habis di jalan pas mau ada rapat tapi beruntungnya ada Dea yang menghandle semuanya," ujar Dirga.
"Bukannya kamu bilang kalau kamu enggak punya sekretaris ya mas jadi selama ini kamu bohong dong sama aku, dan soal makan malam itu kan bisa kamu bilang dulu ke aku kalau kamu mau mentraktir sekretaris kamu itu,"
Sena mulai kesal karena ia rasa meskipun Dirga sudah berkata jujur tapi tetap saja pria itu sudah membohonginya dan tidak berani terbuka dengannya.
__ADS_1
"Ok iya aku tahu aku salah, aku begini karena enggak mau nyakitin perasaan kamu, kamu kan paling enggak suka kalau aku dekat dengan wanita lain dan kamu harus tahu kalau di kantor itu banyak banget pekerjaan yang enggak mungkin aku lakuin sendiri sayang," Sena menggeleng.
"Tetap aja kamu udah bohongin aku, kamu udah enggak berkata jujur sama aku. Sekarang kamu bayangin kalau seandainya aku diam-diam makan malam dan mentraktir Nico tanpa sepengetahuan kamu, apa kamu jamin kamu enggak akan marah sama aku?" Dirga tahu dia salah tapi dia tindakannya seperti ini hanya tidak ingin menyakiti perasaan istrinya.
"Dengan kamu yang udah enggak jujur sama aku dan udah enggak percaya lagi sama perasaan aku ke kamu, tindakan kamu seperti ini jauh lebih menyakiti perasaan aku mas," ujarnya menggebu-gebu.
"Aku minta maaf, aku benar-benar enggak tahu kalau dengan aku berbohong malah semakin menyakiti perasaan kamu, aku pikir dengan kamu tidak tahu itu jauh lebih baik sayang. Aku minta maaf sama kamu," Sena menipis sentuhan tangan Dirga.
"Hari minggu aku udah putuskan untuk pulang ke kampung halaman aku, ada ataupun tidak izin dari kamu aku bakalan tetap pergi sendiri ke sana," Dirga menggeleng mana mungkin dia membiarkan Sena pergi sendirian.
"Besok-besok kamu enggak perlu lagi pulang lebih awal, kamu juga enggak perlu makan siang di rumah biar kamu enggak terus-terusan menggantungkan pekerjaan kamu ke sekretaris kamu itu."
"SENA AKU MINTA MAAF," katanya tapi di hiraukan oleh istrinya.
***
Kepala Dirga semakin penat Sena kembali marah kepadanya dan kemungkinan besar wanita itu tidak akan lagi percaya dengan permintaan maaf nya padahal Dirga berbohong karena tidak ingin membuat Sena tersakiti tapi kebohongan itu sendiri awal dari permasalahannya sekarang.
"Kamu belum bangun?" tidak ada respon.
Dirga menatap langit-langit putih itu, pikirannya terus berjalan entah kemana harus bagaimana lagi dia mengembalikan kepercayaan Sena padanya.
__ADS_1
"Aku tahu aku salah, aku minta maaf, jujur aku enggak ada maksud untuk membohongi apalagi menyakiti perasaan kamu, aku cuma mikir mungkin dengan kamu enggak perlu tahu kamu enggak akan tersakiti itu aja," ujarnya sendiri tapi yang di sampingnya sepertinya masih tertidur pulas padahal sinar matahari sudah mulai naik dari ufuk nya.
Dirga bangun dari tidurnya dia bergegas untuk mandi dan meminta mbok Ratih untuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua tapi bahkan saat ia telah selesai dari aktivitas mandinya wanitanya masih belum juga terbangun dari tidurnya.
"Sena sayang kamu enggak mau bangun ini udah pagi lho? Bangun dulu ayo kita sarapan," katanya seraya menyentuh kulit tangan istrinya yang terasa hangat.
"Kamu sarapan sendiri aja, nanti aku nyusul." jawabnya dengan mata yang masih terpejam.
"Kamu enggak enak badan? Badan kamu panas lho, aku panggilkan William ya?" Sena menggeleng.
"Enggak usah udah sana kamu sarapan aja maaf aku enggak bisa nemenin nanti kamu telat lagi ke kantornya, aku enggak apa-apa kok nanti siangan juga agak mendingan badannya," ujarnya bahkan sekarang Sena menutupi tubuhnya dengan selimut tebalnya.
Mau tidak mau Dirga harus turun ke bawah untuk sarapan dan harus berangkat ke kantornya meskipun perasaannya masih sedikit khawatir dengan keadaan Sena tapi wanita itu sangat keras kepala jika ia terus berada di rumah dan tidak mendengarkan apa katanya bisa-bisa Sena marah padanya nanti.
"Mbok tolong jagain istri saya ya dia lagi enggak enak badan, Kalau Sena kenapa-napa langsung kabarin saya ya mbok," ujar Dirga yang memberikan amanat untuk pembantunya itu.
Dengan berat hati Dirga berangkat ke kantornya karena bagaimana pun dia harus menyelesaikan beberapa urusan penting di kantornya, agar nanti ketika pas hari minggu ia bisa ikut menemani Sena pulang ke kampung halamannya.
Sebenarnya dari sore tadi Sena memang sudah merasakan pegal-pegal di tubuhnya mungkin karena efek terlalu semangat untuk terus membuatkan masakan untuk suaminya jadi seperti inilah sekarang kondisinya, tubuhnya jadi terserang sakit apalagi saat ini dia sedang hamil tua seharusnya banyak istirahat tapi ia selalu melanggarnya, Sena terlalu banyak beraktivitas bahkan terkadang Dirga pun sama sudah tahu Sena sedang hamil tapi masih bisa sempat-sempatnya sering meminta Sena untuk melayaninya.
TBC.
__ADS_1
Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)