Love Toxic

Love Toxic
Bab 68 - Hide


__ADS_3

Setelah acara yang mereka langsungkan berjalan dengan lancar saat ini mereka berdua sedang berada di kamar yang sudah di dekorasi. Mungkin, Dirga sekarang merasa bahagia tapi tidak dengan Sena yang terus memilih diam enggan untuk berbicara dengan Dirga yang sekarang telah resmi menjadi suaminya.


"Kamu enggak mandi?" tanya Dirga yang baru saja keluar dari kamar mandi, menyelesaikan aktivitas mandinya.


"Iya nanti," jawabnya pelan namun mampu Dirga dengar.


"Jangan kelamaan nanti keburu sore enggak baik mandi terlalu sore tuh," ujarnya seraya mengambil beberapa pakaian baru yang telah disediakan pada lemarinya.


Sena pusing memikirkan segala yang sudah terjadi pada hari ini, tiba-tiba dia menikah dan seketika juga Sarah mengetahui pernikahan dadakannya.


"Kamu kenapa?" sentuhan tangan Dirga di bahunya berhasil membuat Sena terkejut.


"Kamu kaget udah ya sekarang kita ini udah menikah, jadi enggak perlu takut lagi," katanya seraya memegang dagu wanitanya, ia hendak mencium bibirnya tapi seketika Sena mundur menjaga jarak darinya.


"Maaf mas aku mau mandi," ujarnya seraya berdiri dan berlari masuk ke dalam kamar mandi.


Penolakannya barusan itu berhasil membuat Dirga kesal padahal dia sudah mau menikahi Sena tapi wanitanya masih saja menjaga jarak dengannya, apa sebegitu takutnya Sena pada Dirga dulu mereka jika ingin melakukan hal itu tak ada penolakan apapun mereka berdua sama-sama mau tapi sekarang seperti ada dinding pembatas diantara mereka.


Bahkan sekarang mereka tidur dengan pembatas guling di tengah-tengah ranjang keduanya, entah mengapa tumben sekali Dirga tidak mempermasalahkannya bahkan saat Sena keluar dari kamar mandi Dirga telah langsung tidur lebih dulu sedangkan Sena masih juga belum terpejam dari tidurnya pikirannya di buat kalut dengan segalanya, haruskah dia menerima pernikahannya.


***


Keesokan harinya Dirga dan Sena pulang bersama ke kediaman rumah Dirga di sana mereka sudah di hadang oleh Renata.


"Ma tumben belum tidur jam segini?"

__ADS_1


"Kamu yang tumben kemarin enggak pulang kemana kamu, dan sekarang pulang bersama Sena. Kamu juga Sena, kamu ini kan sedang hamil masih bisa-bisanya kelayapan," keduanya di buat gelagapan bingung harus menjawabnya.


"Ma, aku ada banyak kerjaan jadi kemarin lembur seharian emangnya Sarah enggak ngasih tau apa padahal kemarin aku udah ngomong sama dia," ujar Dirga beralibi.


"Aku minta maaf tante kemarin aku enggak pulang karena setelah pulang sekolah aku kerja dan dapat lemburan juga jadi aku nginep di kosan temen aku," Sena merasa bodoh karena harus ikut-ikutan berbohong.


"Sena kamu itu sebaiknya berhenti dari pekerjaan kamu, kamu ingatkan kata dokter kalau kandungan kamu itu melemah dan tante sama om Bastian masih mencari keberadaan Nico,"


"Ya maaf tante tapi aku udah tanda tangan kontrak jadi enggak mungkin kalau aku berhenti kerja begitu saja, aku enggak ada uang buat bayar pinaltinya."


"Dan untuk tentang Nico makasih karena tante dan om sudah mau membantu aku tapi jujur tante aku udah bisa menerima dengan ikhlas kalau harus membesarkan anakku sendirian, jadi tante sama om enggak perlu repot-repot mencari Nico,"


Ya, karena bukan Nico pelakunya tanpa mereka sadari putra kesayangan mereka sendiri yang melakukannya. Dan Dirga mendengar Sena berkata seperti itu ia merasa senang.


"Udahlah ma ngapain terus di bahas sih lagian juga Sena sudah mengikhlaskan, Sena mendingan kamu masuk sana ke kamar kamu istirahat pasti kamu kan capek habis kerja juga," Sena mengangguk dan permisi pamit pada Renata.


Saat Sena hendak menuju anak tangga dia tak sengaja berpapasan dengan Sarah saudaranya itu menatapnya dengan tatapan sinis nya dan dia hanya bisa menunduk malu karena sudah benar-benar tidak tahu diri.


"JANGAN BANGGA KAMU KARENA SUDAH BISA MENIKAH DENGAN MAS DIRGA," ucap Sarah tepat di telinga Sena selepas itu ia pergi menghampiri Renata.


Jauh di lubuk hati kecil Sena ia bahkan tidak pernah merasakan bangga sama sekali, bahkan sekarang ia malu karena menikah secara diam-diam tanpa restu dan tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya.


***


Dirga tengah menyisir rambutnya di depan cermin dan Sarah tengah duduk tenang di ranjang kasur mereka.

__ADS_1


"Kamu tahukan sekarang saya sudah menikah secara resmi dengan Sena, jadi keberadaan Sena jauh lebih tinggi di rumah ini di bandingkan kamu," ujar Dirga seraya bercermin.


"Hahaha kamu bangga menikah secara diam-diam. Ya, Sena memang istrimu kamu sekarang tapi orang tua kamu hanya mengetahui aku istrimu kamu Mas,"


"Terus kamu bangga juga gitu jadi istri palsu saya?" kata Dirga seraya terkekeh yang berhasil membuat Sarah tak memiliki jawaban apapun.


"PENGECUT!" ucapnya yang berhasil membuat Dirga menatapnya.


"Kamu bilang apa barusan?"


"Kamu pengecut menghamili wanita tapi tidak mau mengakuinya, sudah begitu berani bertanggung jawab secara diam-diam huhu seorang Dirgantara Sebastian takut kepada kedua orang tuanya," cibirnya seraya bertepuk kecil yang berhasil membuat Dirga marah.


"APA KAMU MAU MARAH, MAU TAMPAR AKU?" ujar Sarah yang menatap Dirga tajam balik.


"Kamu!"


"Ya, kamu itu emang udah biasa bertindak kasar, aku jadi merasa kasihan sama Sena kok mau ya menikah dengan pria psikopat seperti kamu."


"Sarah kamu.. " Dirga mencoba menahan amarahnya.


"Tenang dong mas jangan marah-marah kamu kan sekarang udah mandi seger ya kan, masa iya masih marah terus kasihan lho istri kamu yang udah nungguin kamu di kamarnya,"


Dirga berhasil mengendalikan emosinya ia buru-buru keluar dari kamarnya malas meladeni Sarah yang terus mencoba memancing emosinya, bukannya hanya Sena yang berani melawan tapi sekarang Sarah pun bahkan berani bertindak bahkan mencibir nya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2