Love Toxic

Love Toxic
Bab 16 - Trend


__ADS_3

Sena dan kedua temannya menghampiri kerumunan di papan mading sekolah seperti sedang ada yang tren di hari ini dan saat mereka melihat kehadiran Sena mereka langsung bersorak ria.


Sena yang menerobos kerumunan ia melihat dengan jelas foto dirinya bersama Dirga saat di cafe kemarin terpanjang di papan mading.


"Congrats ya.. yang udah punya pacar," timpal Angel yang tiba-tiba datang bergabung di kerumunan.


Sena langsung mengambil dan merobek fotonya, ia kesal tapi Sena juga tidak mungkin memungkirinya ia sendiri yang mengaku di depan Angel jika Dirga adalah pacarnya.


"Sena rumor ini enggak bener kan?" tanya Juan seketika ikut bergabung di antara kerumunan.


"Iya! ini bukan rumor tapi emang kenyataannya gue emang udah punya pacar."


Seketika Juan di buat terdiam dan Angel merasa senang akan pengakuan itu. Sena langsung pergi dari kerumunan itu walaupun masih banyak yang menyorakinya ia tidak perduli, dirinya sudah mengambil langkah lagi pula ini juga untuk kebaikannya ya walaupun harus berpura-pura mengakui Dirga sebagai pacarnya.


Di taman, kedua temannya meminta penjelasannya lebih tepatnya Resti yang terus bertanya pasalnya dia tahu pria yang ada di foto itu adalah kakak ipar Sena.


"Sena bukannya dia itu.. "


"Iya, dia kakak ipar gue panjang ceritanya Res," Flo terkejut mendengar pengakuan Sena.


"Jangan bilang lo pacaran sama kakak ipar lo sendiri," tanya Flo.


"Ya enggaklah Flo, ini semua karena Angel dia mergokin gue pas lagi di cafe,"


"Karena gue males berurusan terus sama Angel terpaksa gue ngakuin kalau mas Dirga itu pacar gue,"


"Dan mereka percaya  lagi pula ini juga cara gue biar Juan enggak lagi deketin gue,"


Resti dan Flo mengerti sekarang situasinya jadi mereka pun harus membantu Sena menutupi rahasianya. Lagi pula ini juga untuk kebaikan temannya.


***


Acara ulang tahun Maudy akan di laksanakan pada malam hari, sedari tadi Sena ikut serta membantu persiapan ia bolak-balik membantu beberapa orang yang mendekorasi gedung itu ini semua ia lakukan atas perintah Sarah. Jika, Sena menolak untuk membantu jadilah perkaranya akan jadi panjang.


Sena terduduk lelah ia menatap ponselnya sudah menunjukkan jam 4 sore pantas saja badannya terasa begitu sangat lelah pasalnya sudah dari tadi siang ia ikut serta membantu.


Sesuatu terasa dingin menyentuh pipinya Sena terkejut dan melihat keatas ternyata Dirga yang menempelkan sebotol minuman dingin ke pipinya.

__ADS_1


"Mas Dirga," katanya yang sekarang melihat Dirga ikut duduk di bawah dengannya.


"Ini minum, capek banget ya sampai keringat kamu itu kemana-mana."


"Capek lah pakai di tanya lagi," ujarnya ketus seraya meminum habis minumannya.


Dirga melihat sekelilingnya ia tidak menemukan Sarah begitu pula dengan Maudy yang tidak ada di area gedung.


"Sarah sama Maudy kemana?"


"Enggak tau,"


Sarah dan Maudy sedang berada di salon mereka mempersiapkan diri mereka untuk acara nanti, mereka harus terlihat sempurna nanti di depan para tamu pasalnya bukan hanya Maudy yang mengundang teman sekelasnya tapi Sarah juga mengundang beberapa kerabatnya.


"Mendingan sekarang kamu pulang udah sore juga, kamu juga kan harus mempersiapkan diri kamu pas  di acara nanti." Sena menyempit kan matanya mendengar ucapan Dirga.


Sena berdiri, "Siapa juga yang mau hadir,"


"Kamu enggak mau hadir nanti malam?"


"Bukannya enggak mau hadir tapi enggak di suruh untuk hadir," ujarnya selepasnya ia langsung melenggang pergi.


***


"Enggak ah, mas aja sana pasti udah di tungguin sama mba Sarah juga Maudy."


"Saya bakalan pergi kalau pacar saya juga ikut pergi," katanya berhasil membuat Sena menaikan satu alisnya.


"Siapa pacar mas Dirga?"


"Kamu,"


"Dih apaan sih kejadian kemarin itu cuma sandiwara ya jadi jangan di bawa serius,"


"Kalau saya maunya serius bagaimana,"


"Apaan sih mas, udah deh sana cepetan pergi." katanya seraya mendorong tubuh Dirga tapi pria itu masih tidak juga bergeming.

__ADS_1


Sena kesal karena Dirga masih juga tidak pergi dari depan pintu kamarnya, ia masih berdiri santai dengan stelan jas birunya. Terlihat sangat tampan, Sena tidak munafik ia mengakui kakak iparnya memanglah sangatlah tampan.


"Ok, aku akan ikut hadir! Tunggu sebentar."


Sena membawa tas belanjaan yang berisikan dress pembelian dari Dirga untuknya.. Dan secepatnya Sena berdandan memoles wajahnya dengan segala peralatan make up yang ia punya.


Melihat Sena yang sudah berada di depannya dengan dress biru dongker pembelian, Dirga memuji kecantikannya dalam batinnya.


Mereka berdua langsung pergi ke pesta, sampai di sana Sena langsung berpisah dengan Dirga ia tidak ingin semua orang melihatnya datang bersama Dirga.


"Mas,"


Sarah mengangkat bahunya dan Dirga menghampirinya tersenyum ramah saat beberapa sahabat Sarah menyapanya.


"Wah kalian romantis banget lho, jas sama dress couple lagi," ujar sahabat terdekat Sarah yang di panggil Natalie.


"Thanks Nat," katanya mesra seraya memeluk lengan Dirga tak ada respon dari sang empu yang hanya diam mendengar obrolan dari mereka semua.


Maudy melihat kedatangan Sena beserta dengan dress nya yang begitu terlihat sangat mewah, saat beberapa teman pria sekelasnya melihat Sena mereka langsung saling menatap kagum.


"Maudy itu teman lo juga?"


"Gue baru tau kalau lo punya temen secantik dia,"


"Iya kenalin lah sama kita,"


Maudy tersenyum, ia sebenarnya kesal karena Sena mendapatkan pujian dari teman-teman pria sekelasnya.


"Dia saudara tiri gue,"


"Saudara tiri lo," tanya Avril teman dekat di sekolahnya.


Sesuatu yang lebih mengejutkan lagi ialah Nicolas Brussino salah satu cowok tampan dan terkenal di kagumi di sekolah internasional menghampiri Sena mengajaknya berkenalan.


"What Nico men,"


Mereka bersorak melihat Nico dan Sena saling berkenalan. Maudy merasa benar-benar kesal melihatnya adegan itu pasalnya Nico adalah cowok yang di sukai Maudy di sekolahnya, ia sangat sulit mencari cara untuk dekat dengan Nico tapi Sena dengan mudahnya mengobrol dengan Nico.

__ADS_1


"Dia bener-bener j*lang seperti ibunya," gumamnya.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2