Love Toxic

Love Toxic
Bab 88 - Damn


__ADS_3

Dirga baru saja pulang dari kantornya kepulangannya telah di tunggu oleh Sena entah mengapa akhir-akhir ini Sena bersikap sangat manja padanya tapi disisi lain ia sendiri pun senang akan perubahan kemajuan sikap Sena.


"Kenapa baru pulang jam segini? Aku kan mintanya kamu pulang jam 3 sore bukannya jam 4 sore," ujar Sena yang sekarang tentang membantu Dirga melepaskan tali dasinya.


"Maaf sayang tadi ada rapat sebentar sama ketua direksi terus juga di jalan itu macet banget," kata Dirga.


"Kan harusnya mas bilang sama aku kalau ada rapat aku biar enggak nungguin lagi," ujar Sena yang sedang sebal pada Dirga.


"Ya udah iya maaf emangnya sore ini kita mau kemana sih?"


"Aku tuh bosen di rumah terus pengen keluar jalan-jalan sore gitu sama kamu tapi ya udahlah udah jam segini juga," katanya yang berhasil membuat Dirga merasa bersalah.


"Kamu enggak bilang sih kalau pengen keluar kan biar nanti mas enggak ikut rapat,"


"Masnya aja yang enggak peka!"


"Kok jadi malah aku yang enggak peka?" tanya Dirga yang heran.


"Ah udahlah sana mandi terus ayo makan,"  Sena melenggang keluar dari kamar.


Ya, begitulah Sena selalu bersikap seperti seorang bocah terkadang Dirga yang lelah sehabis bekerja dia harus memaklumi sikap Sena yang menyebalkan sekarang. Daripada memikirkan jalan pikiran Sena lebih Dirga mendinginkan tubuh dan pikirannya jika nanti ia lama turun ke bawah pasti istrinya akan mengomel kembali.


***


Selesai makan kini Sena tengah berada di kamarnya menunggu Dirga yang sedang membuatkan susu khusus untuk perempuan hamil. Ya, akhir-akhir ini Sena sering sekali menyusahkan suaminya dan Sena menyadari akan hal itu ya mau bagaimana lagi perutnya sudah semakin membesar membawa tubuhnya sendiri saja ia kelelahan, jadi wajar kan jika sekarang Dirga ia jadikan tempat saudaranya pria itu kan sudah menjadi suaminya.


"Ini di minum selagi masih hangat,"


"Terimakasih suamiku," katanya seraya mengambil gelas susunya dan langsung meminumnya sampai habis.


"Udah makasih nya gitu aja enggak ada yang lain gitu?" tanya Dirga yang ikut duduk di sampingnya.


"Yang lain apa?" Sena kebingungan tak mengerti maksud Dirga.


"Ya sesuatu, kita udah lama lho enggak ngelakuin itu," ujarnya seraya mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Itu apa sih mas jangan buat bingung deh," katanya kesal.


"Bercinta," Sena membulatkan matanya mendengar perkataan Dirga barusan.


"Ih kamu apaan sih perasaan baru seminggu yang lalu udah aku kasih," katanya seraya memunggungi Dirga.


"Ya kan minggu lalu, minggu ini belum? Ayo dong mumpung masih sore," pintanya seraya memeluk Sena dari belakang.


"Enggak mau ah, aku capek kamu maunya itu mulu,"


"Ya kok gitu sih kamu enggak kasihan apa sama suami sendiri," Sena menatap Dirga sebal sudah tahu ia sedang hamil tapi Dirga masih bisa-bisanya sering meminta untuk melakukan percintaan panas mereka.


"Enggak ada cara lain apa? Aku tuh lagi males mas," Dirga mengangguk dan tersenyum lebar.


"Ada, ada cari lain pakai ini," katanya seraya menunjuk bibir Sena.


Sena benar-benar di buat kesal akan keinginan Dirga pria itu selalu jika sudah memintanya akan dengan segala caranya dia membujuk Sena dan mau tidak mau Sena harus mau melakukannya.


"Ck! Bentaran aja ya,"


"Iya bentar kok sayang," katanya seraya mengeluarkan miliknya.


"Huh terus sayang.. Iya seperti itu," katanya seraya matanya terpejam akan kenikmatan.


"Hmmph.. " seketika bibir Dirga menyambar bibir Sena, mereka berciuman seraya tangan Sena bermain di bawah sana pada milik Dirga.


Dirga yang tak tahan ia pun membuka dua kancing mini dress milik Sena seketika ia langsung beralih menciumi kedua bukit kembar istrinya dengan nikmat.


Hanya sebentar sampai akhirnya, "Ayo sayang masukin," Sena memasukan milik suaminya yang besar itu ke dalam mulutnya.


Dahi Dirga berkeringat panas ia bahkan sampai melepaskan pakaiannya sendiri menampilkan roti sobeknya pelepasan pertama sudah dia dapatkan tapi bukan Dirga namanya jika hanya bermain pada satu putaran.


"Kita mau ngapain?"


"Main sebentar ya,"

__ADS_1


"Ih tuh kan mas mah gitu bilangnya itu aja sekarang minta lebih,"


"Bentar aja," katanya yang langsung mendorong pelan Sena ke ranjang kamar mereka.


Dan sore ini mereka kembali bercinta di atas ranjang mereka dan wanitanya selalu meneriaki nama Dirga hal itu selalu berhasil membuat milik Dirga menegang hanya dengan mendengar ******* namanya di sebutkan.


"Lagi.. Lagi bentar lagi aku keluar tahan dulu," katanya terus bermain di atas istrinya.


"Cepat mas," dan seketika mereka berdua keluar bersamaan.


***


Malamnya Dirga tidak langsung tidur ia akan menunggu Sena sampai meminta sesuatu lagi takutnya jika ia sudah tidur malah Sena membangunkannya tapi sekarang yang di tunggu tak meminta sesuatu apapun dia malah masih asik bermain game di ponselnya.


"Kamu enggak mau makan sesuatu?"


"Enggak,"


"Ya udah tidur ini udah malam lho kamu udah main game 2 jam sendiri lho, udah main gamenya sekarang udah waktunya tidur," ujar Dirga.


"Kamu apaan sih mas orang aku lagi masih asik main game juga, kalau mas ngantuk tidur duluan aja,"


"Sena.. Aku ini suamiku kalau di kasih tau nurut coba ini udah malam enggak baik perempuan hamil begadang," katanya dengan nada naik satu oktaf bahkan Dirga pun merebut paksa ponsel Sena berhasil membuat sang empu terkejut.


"Kamu apaan sih mas, sini balikin enggak HP aku nanti juga kalau aku ngantuk tidur," Dirga tidak memberikan ponselnya ia malah menyimpannya di bawah bantalnya.


"Kamu jangan bikin mas tambah marah ya," Dirga menatapnya, Sena yang di tatap itu ia merasa kesal akan sikap Dirga sekarang padanya.


"Mas tuh kenapa sih enggak suka banget ngeliat aku seneng sebentar tadi sore aja aku harus ngelakuin sesuatu yang lagi aku enggak mau terus sekarang mas marah cuma karena gara-gara aku main game. Egois kamu tuh," ujarnya Sena memunggungi Dirga ia kesal dengan pria itu sekarang.


"Mas tuh bukannya egois tapi ini udah malam kan bisa besok pagi lagi main game," kata Dirga yang menatap Sena yang sekarang menutupi dirinya dengan selimut.


"BERISIK AKU PENGEN TIDUR!" sarkas Sena dengan lantang.


Dirga menggelengkan kepalanya merasa kesal dengan sikap Sena yang semakin hari seperti seorang bocah padahal ia sudah berusaha sesabar mungkin tapi semakin lama sikapnya tidak ada bedanya dengan bocah kecil yang hanya karena di tegur sedikit langsung merajuk. Padahal Dirga menegurnya untuk kebaikan Sena sendiri.

__ADS_1


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


__ADS_2