Love Toxic

Love Toxic
Bab 41 - Denim


__ADS_3

"Hay kamu masih belum tidur?" Sena melihat kebelakang ternyata Rania yang bertanya padanya.


"Iya, kau sendiri kenapa belum tidur."


"Mm.. Susah untuk tidur," Rania terkekeh ia ikut duduk dengan Sena menatap langit keatas.


Saat ini mereka sedang duduk di bangku taman yang ada di rumah Dirga.


"Kesepian, susah tidur, kayaknya butuh banget pelukan dari seseorang," ujar Sena asal tapi berhasil menyindir Rania.


"Kamu keliatannya enggak suka banget ya ngeliat keberadaan aku di sini," Sena mengangguk ia tak ingin berbasa-basi, ia memang tak menyukai sikap Rania yang jelas ingin mendekati Dirga.


"Kenapa kamu enggak suka sama aku?"


Sena berdiri dan entah mengapa tiba-tiba keduanya berdiri dan saling menatap, "Karena kamu mengganggu sekali di mataku," Rania mengerutkan dahinya mendengar ucapan Sena barusan dan Sena pergi setelah mengucapkan kalimat itu.


***


"Aku mau pulang aja ga," Rania bergegas membawa tasnya.


"Sekarang, jangan sekarang Ran ini udah malem banget besok aja," Rania menggeleng ia terus melangkah menuruni anak tangga.


Bahkan sekarang Sarah yang tadinya berada di kamarnya mendengar grasa-grusu di luar sana ia segera keluar dan melihat Dirga yang sedang bersama Rania.


"Ini Rania kamu mau kemana?" Sarah menghampiri keduanya dengan mengenakan piyama tidurnya.


"Aku mau pulang, makasih ya untuk tumpangannya tapi aku enggak bisa lama-lama disini," Sarah merasa senang mendengarnya tapi ia mencoba berbaik hati padanya.


"Kenapa buru-buru pulang?" Dirga pun kebingungan begitu juga dengan Sarah.


"Iya Ran, kenapa kamu tiba-tiba mau pulang lagi pula Sarah juga enggak masalah kalau kamu menginap disini," Sarah mengangguk.


Mata Rania mulai berkaca-kaca ia menghela nafasnya, "Tadi barusan aku enggak sengaja ngeliat Sena lagi duduk di depan, dia bilang kalau kehadiran aku disini mengganggu di matanya." Dirga tak percaya dengan ucapan Rania barusan.


"APA! Bocah itu, Rania kamu enggak perlu dengerin omongan dia, aku yang istrinya mas Dirga aja enggak mempermasalahkan kehadiran kamu."


"Enggak apa-apa kok Sarah, mungkin memang Sena merasa terganggu jadi lebih baik aku pulang sekarang juga,"

__ADS_1


"Rania aku minta sama kamu tolong jangan pulang sekarang besok pagi aja,"


"Dan kamu enggak perlu dengerin apa yang Sena katakan sama kamu,"


"Ya Rania kamu enggak perlu dengerin yang Sena katakan sama kamu, nanti aku akan kasih pelajaran dia karena bersikap kurang ajar sama kamu,"


Rania akhirnya mengurungkan niatannya untuk pulang, aktingnya berhasil membuat Dirga dan Sarah khawatir padanya dan yang terpenting mereka mempercayai ucapannya.


***


Sena sudah bersiap untuk berangkat ke sekolahannya dan di pagi hari ini ia turun ke bawah untuk sarapan, namun saat ia sudah berada di meja makan ia mendapatkan tatapan tajam dari Sarah, ia juga melihat Dirga yang tampak biasa saja tak memberikan reaksi apapun pria itu memang sudah biasa seperti itu.


Kecuali Maudy yang sama bingungnya dengan Sena pasalnya saudara tirinya itu tidak di buatkan nasi goreng sama sekali untuk ia sarapan.


"Tumben pagi ini sarapan nasi goreng biasanya roti terus," tak ada yang merespon ucapannya dan saat ia melihat setiap piring yang sudah berisikan nasi goreng tapi tidak dengan miliknya kosong.


"Nasi gorengnya udah habis, jadi kamu enggak kebagian, kamu buat sendiri aja sana sarapannya." ujar Sarah.


"Dia kebagian?" tunjuk Sena pada Rania.


"Kalau kamu mau, kamu makan aja nasi goreng bagian aku." Rania bersuara semakin membuat Sena geram dengan sikap palsunya itu.


Sena melirik kearah Dirga tapi pria itu tetap diam dan tidak bergeming di tempatnya, ada apa dengan pria ini biasanya ia akan melerai pertikaian diantara mereka tapi sekarang lihatlah dia hanya diam tak membela Sena sama sekali.


"Enggak perlu, kamu makan aja."


Sena memutuskan untuk tidak sarapan, ia lebih baik berangkat ke sekolahannya sekarang juga. Percuma juga ia berdebat panjang di pagi hari karena Dirga tidak memihak nya sama sekali.


***


Baik Resti dan Flo mereka sudah mengetahui tentang Sena yang menjalin hubungan dengan Dirga karena mereka pun sekarang sudah tau jika Sena adalah saudara tiri dari Sarah, dan hanya Resti yang mengetahui jika Sarah menjalani pernikahan bohongan dengan Dirga.


"Jadi sekarang lo beneran jatuh cinta Sen sama kakak ipar lo sendiri?"


"Ck! Mulut lo tuh Flo bisa enggak volumenya di kecilin," Resti mengingatkannya pasalnya mereka sedang berada di kantin sekolah yang keadaannya cukup ramai.


"Sorry, jadi sekarang gimana sama perasaan lo Sen beneran jatuh cinta?"

__ADS_1


"Gue enggak tau," Resti tersenyum kecut ia ingin sekali menjitak kepala Sena yang bodoh itu tidak pernah mau mengakui perasaannya sendiri.


"Sen dengan sikap lo yang sekarang menunjukkan ketidaksukaan lo terhadap si Rania itu, itu udah jelas banget Sen kalau lo itu lagi CEMBURU dan lo udah jatuh cinta sama si Dirga." Flo mengangguk setuju dengan ucapan Resti.


"Tapi kayaknya dia cuma manfaatin gue doang buktinya tadi pagi dia enggak memihak gue sama sekali,"


"Kayaknya ada sesuatu yang sengaja di tutupin deh dari pacar lo itu, apa jangan-jangan si Rania itu masa lalunya?" ujar Flo berhasil membuat Sena terpancing.


"Bisa jadi itu Sen, kita harus cari tau."


"Gimana caranya?" Sena bertanya dengan polosnya, seketika Resti mengeluarkan ponselnya.


"Kita cari sosial media mereka berdua, kali aja ada foto masa lalu mereka." Resti mengetikkan nama Dirga di kolom pencarian aplikasi berwarna birunya tapi nama Dirga begitu banyak.


Sena teringat akan sosmed Sarah dulu sewaktu dia masih di Aceh, ia pernah melihat Sarah memposting foto berdua dengan Dirga. Sena langsung ikut mengeluarkan ponselnya ia sudah berteman dengan akun sosmed Sarah dan Maudy.


Dan saat ia menelusurinya, akhirnya ia menemukan akun Dirga Sebastian tapi saat ia menstalker akun Dirga pria itu sudah jarang memposting apapun, namun saat ia terus scroll kebawah ia menemukan foto Dirga bersama Rania saat mereka masih duduk di bangku kuliah.


"Tuh kan bener kayaknya mereka pernah pacaran deh," kata Resti.


"Dia sampai tag akun Rania segala lagi," Resti dengan lancangnya menekan akun sosmed Rania.


Ada sebuah unggahan yang kemarin di unggah oleh Rania yaitu foto saat di ruang meeting bersama klien dan juga Dirga di sana dengan caption meet-in(g), setelah melihatnya Sena langsung keluar dari aplikasi birunya.


"Udah Sen lo tenang aja, ibarat anjing nih ya dia itu bakalan lebih nurut sama tuanya dari pada sama sekretarisnya,"


"Lo ngomong apaan sih Flo enggak nyambung banget,"


"Segitu nyambungnya juga,"


"Sen dengerin gue ya, lo harus bisa bikin si Dirga sebucin-bucinnya sama lo, sampai dia mau bertekuk lutut bikin dia enggak bisa lepas dari lo dengan begitu lo bisa mengendalikan si Dirga."


Sena mendengarkannya baik-baik, saran dari Resti mungkin akan Sena coba karena bagaimana pun ia sangat yakin jika Rania sekarang tengah mencoba mendekati Dirga kembali tapi anehnya kenapa Dirga tidak mau terbuka dengan dirinya padahal Sena selalu mencoba terbuka dengannya.


TO BE CONTINUED..


Bantu Vote, Like dan Komentarnya ya prend karena dukungan dari kalian sangat membantu agar semangat author kembali membara :)

__ADS_1


__ADS_2