Love Toxic

Love Toxic
Bab 61 - Right


__ADS_3

Sena masih terus menjaga jarak dengan Dirga tapi sekarang pria itu berhasil membongkar kunci ganda di kamar Sena. Dan malam ini ia bisa menyelinap masuk di kamar wanitanya, saat ia masuk ke dalam keadaannya benar-benar sangat sunyi dan gelap tapi jendela kamarnya terbuka.


"Sena sayang," Dirga menyibak selimutnya tapi tak ada wanitanya di atas ranjangnya.


Seketika ia terdiam melihat wanitanya yang tengah tertidur lelap di bawah lantai dengan beralaskan selimut tipisnya.


"Sena ya ampun sayang kenapa kamu tidur bawah," ujarnya seraya menyentuh tubuh wanitanya yang sekarang tengah menggigil karena kedinginan.


"Eughh.. "


Sena menggeliat, membuka matanya ia terkejut melihat siapa yang ada di hadapannya ia mencoba mengerjapkan matanya berharap ini hanya sebuah mimpi tapi sentuhan tangan Dirga di pipinya terasa nyata.


"Sena sayang?" seketika tangannya mendorong tubuh Dirga menjauh darinya.


"Mas.. Mas ngapain disini!"


"Hey kamu kenapa? Aku kesini karena kangen sama kamu," Sena menggeleng.


"Enggak, enggak kita udah enggak ada hubungan apapun jadi tolong menjauh dari kehidupan aku," ujarnya seraya menundukkan wajahnya.

__ADS_1


Dirga merasa sakit hati pada dirinya sendiri karena melihat Sena yang sekarang sedang menangis ketakutan karenanya.


"Tenanglah, aku mohon jangan bersikap seperti ini.. " Dirga memeluk wanitanya, meskipun awalnya meronta tapi akhirnya Sena menangis sesenggukan di pelukan Dirga.


***


"Aku minta maaf sayang, maaf sudah bersikap seperti pecundang padamu." ia menciumi puncak kepala wanitanya terus mendekapnya dalam pelukannya.


Dirga mengangkat tubuh wanitanya untuk naik keatas ranjang tak ada perlawanan dan respon apapun, Sena tetap diam dalam tangisnya.


"Tidurlah, jangan tidur di bawah lagi kamu kedinginan." katanya seraya menyelimuti tubuh dirinya dan tubuh wanitanya.


"Iya aku pantas kamu benci, aku minta maaf.. " Dirga terus memeluknya, mencoba memberikan ketenangan pada wanitanya.


Jika dia tahu akan seperti ini kejadiannya, dia tidak akan pernah menjauhi wanitanya ia sadar dirinya salah sudah berbuat tapi takut untuk bertanggung jawab.


Sena pun sekarang kesal pada dirinya harus ia marah dan menampar Dirga tapi dia malah mau menerima pelukan dari pria yang sudah menyakiti perasaannya. Ego membencinya tapi perasaannya tidak, begitu juga dengan tubuhnya yang malah merasakan nyaman dengan pelukan pria yang sudah mengecewakan perasaannya.


***

__ADS_1


Sarah berada di kamar Maudy setelah kemarin diusir Dirga dari kamarnya, ia jadi tak berani untuk masuk ke dalam kamarnya. Ya, meskipun sekarang dia terus bersandiwara di hadapan kedua orang tua Dirga.


"Mba, Mas Dirga sama Sena lagi berantem ya?"


"Mba enggak tau dy,"


"Aku rasa mereka emang lagi bertengkar deh, beberapa hari ini aku perhatiin mas Dirga kayak cuek gitu sikapnya sama Sena." ujar Maudy.


"Baguslah kalau mereka bertengkar mba malah jadi orang yang pertama yang senang denger kabar kalau mereka beneran bertengkar!"


Tapi jauh di lubuk hati Maudy sebenarnya ia merasa kasihan pada Sena ya kehidupannya terus-terusan di benci, seperti manusia yang terlihat tak layak untuk di sayangi.


"Setelah kalian lulus sekolah nanti, mba akan usir dia dari rumah ini." ucap Sarah yang berhasil membuat Maudy menelan saliva nya.


"Ternyata benar ya kata pepatah buah tidak akan jauh jatuh dari pohonnya,"


"Ya seperti anak yang terlahir dari wanita j*lang pasti anak itu akan meniru sikap ibunya. Mba enggak salah tebak ya kan, Sena itu persis seperti ibunya yang tidak tahu malu itu," umpat Sarah beruntung Sena tidak mendengarnya, jika tidak pasti akan ada perang saudara.


TBC.

__ADS_1


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


__ADS_2