Love Toxic

Love Toxic
Bab 47 - Hear


__ADS_3

Sena pulang pada pukul 8 malam ia baru sampai di rumah, beruntung Nico mau menjemput dan mengantarkannya pulang dan baru saja ia membuka pintu ia sudah di hadang oleh Dirga yang tengah memperhatikan wajah lelahnya.


"Dari mana aja kamu, jam segini baru pulang," Sena menggenggam tangan Dirga ia tahu pria itu pasti sedang kesal padanya.


"Jangan marah dulu ya, aku bisa jelasin kenapa aku pulang malam tapi sekarang aku pengen bersih-bersih dulu.. "


"Kamu nanti langsung ke kamar aja, nanti aku jelasin," bisik Sena tepat di telinga Dirga.


"Ya udah sana, kamu masuk ke kamar kamu."


Sena merasa lega karena Dirga mau mendengarkannya padahal sejak tadi di jalan ia sudah berpikiran jika Dirga pasti akan memarahinya kembali tapi nyatanya pria itu tidak marah kepadanya, meskipun Sena tahu Dirga menahan amarahnya.


Tanpa mereka sadari Rania dari kejauhan memperhatikan mereka apalagi barusan Sena berani menggenggam tangan Dirga, Rania semakin curiga mereka berdua benar-benar menjalin hubungan.


***


Dirga sudah menyelinap masuk ke kamar Sena, ia sudah duduk di tepi ranjang seraya menunggu wanita itu selesai dengan aktivitas di kamar mandinya.


Saat Sena keluar dari kamar mandi ia cukup terkejut melihat Dirga yang sudah berada di kamarnya, pria itu selalu mengejutkannya dan ia masih mengenakan handuk kimono nya.


Sena duduk di meja rias nya mengeringkan kepalanya yang basah dengan hair dryer. Seketika Sena melihat Dirga tersenyum di balik kaca ia membantu Sena mengeringkan rambutnya.


"Katanya kamu mau menjelaskan kenapa kamu pulang malam hari ini?" Dirga bertanya seraya mengeringkan rambut wanitanya.


"Aku kerja mas," Dirga terhenti dari aktivitas mengeringkan rambutnya.


"Buat apa sih kamu kerja? Kalau kamu mau minta sesuatu kamu tinggal bilang sama aku nanti aku beliin," Sena menggelengkan kepalanya.


"Aku enggak mau nyusahin kamu,"


"Ya tapi tetap aja kamu harusnya fokus sama sekolah kamu,"


Sena menatap Dirga, "Mas dengerin aku, aku masih bisa kok sekolah sambil kerja. Please izinin aku buat kerja?"


Melihat Sena yang memohon seperti ini, Dirga jadi merasa tak tega tapi ia juga tidak mau jika wanitanya merasakan lelahnya bekerja.

__ADS_1


"Aku akan kasih kamu izin, asalkan kamu malam ini membuat ku merasa senang dulu," kalimat itu bisa Sena mengerti.


Seketika Dirga mengangkat tubuh Sena untuk duduk di atas pangkuannya jadilah mereka duduk kursi kecil meja rias itu berdua, entah siapa yang memulai keduanya sudah saling berciuman.


Dirga yang tak sabaran ia membuka tali pengikat handuk kimono Sena, menampakkan kulit halus wanitanya beserta bukit kembarnya yang sudah menantang untuk di jamah.


Sena menggigit bibir bawahnya saat merasakan sentuhan bibir Dirga pada salah satu bukti kembarnya tangan satunya memainkan ****** nya.


***


"Kamu udah selesai PMS nya?" Sena mengangguk saat tangan Dirga turun ke bawah, menyentuh bagian sensitif milik wanitanya.


Melihat Dirga yang sedang bermain dengan miliknya ia pun tak tinggal diam, membuka resleting celana Dirga mengeluarkan kepemilikan Dirga yang sudah beberapa hari ini tak ia sentuh, ia mengocok dan meremasnya.


Dirga menanggalkan seluruh pakainya dan juga melepaskan handuk kimono wanitanya, Sena berdiri tangannya bertumpu pada meja rias kecil itu. Ia melihat dengan jelas kepemilikan Dirga yang besar itu memasuki miliknya dari belakang.


Pria itu terus memompa miliknya secara beraturan, gesekan keduanya membuatnya sama-sama merasakan kenikmatan. Dirga melepaskan miliknya dan membawa tubuh Sena ke ranjang kasur, ia membenamkan kembali miliknya meskipun tubuh Sena sedang merasa lelah tapi manusia mana yang menolak sentuhan pria tampan seperti Dirga.


Mereka terus melakukan aktivitas panjang mereka sampai tengah malam, melupakan segalanya.


***


Apalagi saat kata 'Mas' itu sudah berhasil memperjelas semuanya jika pria yang di dalam kamar itu benar-benar Dirga, ia tidak habis pikir kenapa sampai kecolongan seperti ini dan yang ada pikiran Sarah sekarang sudah berapa lama mereka melakukan hal itu tanpa ia ketahui.


"Sena dasar kamu benar-benar j*lang seperti Ibumu," Sarah menatap dirinya di cermin ia frustasi akan semua yang ia ketahui.


Selama ia berpura-pura menjadi istri Dirga, pria itu tidak pernah menyentuhnya sama sekali dan Sena yang bukan siapa-siapanya Dirga sudah menyentuhnya.


"Dia pasti sudah menggoda mas Dirga sampai mas Dirga mau melakukan hal menjijikkan itu dengannya,"


"Dasar J*lang sialan!" Sarah akan melabrak mereka berdua.


***


Saat di meja makan beberapa dari mereka termasuk Dirga sudah berkumpul untuk sarapan kecuali Sena dan Sarah yang baru saja keluar dari kamarnya dan menghampiri mereka semua dengan mata sembabnya, Maudy tahu apa yang terjadi dengan kakaknya semalam Sarah masih ingin mencari tahu keberadaannya dan ia rasa kakaknya itu sudah mengetahuinya.

__ADS_1


Sena menghampiri meja makan itu ia mencoba tersenyum menyapa Sarah yang masih sama seperti dirinya yang berdiri tapi bukannya senyum sapaan balik, ia malah mendapatkan siraman air minum ke wajahnya.


"Dasar J*lang!" teriak Sarah pada Sena yang berhasil membuat mereka semua terkejut.


"Sarah kamu ini apa-apaan sih ini masih pagi jangan cari keributan," Dirga kesal karena melihat wajahnya wanitanya di siram dengan air minum.


"KAU MASIH BERTANYA MAS SETELAH APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN J*LANG KECIL INI!" teriak Sarah murka seraya menunjuk Dirga tapi Dirga pun sama ia juga marah karena Sarah berani meneriakinya.


"Maksud mba Sarah apa?" Sena bersuara, ia mempunyai firasat yang tidak baik.


"KAU PIKIR AKU TIDAK TAHU APA YANG KALIAN LAKUKAN SEMALAM, KALIAN MENJIJIKKAN!"


"Mas beritahu aku apa j*lang ini menggoda kamu, sampai-sampai kamu mau menyentuhnya?" Dirga mengalihkan pandangannya jadi Sarah sudah mengetahuinya.


"SAYA YANG MENGGODANYA BUKAN DIA," ucapan Dirga barusan berhasil membuat Sarah terdiam.


"Dan kamu beraninya berteriak di di depan wajahku.." Plak! Dirga menampar wajah Sarah berhasil membuat Rania menutup mulutnya karena saking terkejutnya.


"Mas kamu.. Kamu sama saja seperti J*lang tak tau diri ini," Sarah melawannya balik dan semakin membuat Dirga marah, ia akan melayangkan tamparannya kembali tapi Sena mencegahnya.


"Mas udah, jangan lakukan itu lagi. Udah cukup!" Sena menggenggam lengan Dirga membuat pria itu menghentikan aksinya.


"Mba disini aku memang yang salah, aku minta maaf." Dirga menatap Sena ia tidak percaya jika Sena tiba-tiba meminta maaf pada Sarah.


Sarah menatap keduanya ia semakin jijik melihat mereka, ia lebih memilih pergi memasuki kamarnya kembali dan Maudy segera ikut berlari mengikuti kakaknya karena bagaimana pun juga, Sarah pasti membutuhkannya.


Sarah benar-benar membutuhkan waktu untuk berpikir rasanya ia sangat merasakan sakit hati akan tamparan Dirga barusan padanya.


Berbeda dengan Rania yang masih berdiri di meja makan itu, dan Dirga dan Sena sama bingungnya, sekarang Sena tidak tahu harus bagaimana lagi menghadapi Sarah nanti.


Apa yang di sembunyikan akhirnya terbongkar sudah.


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)

__ADS_1


__ADS_2