Love Toxic

Love Toxic
Bab 43 - Luv


__ADS_3

Malamnya Dirga masuk menyelinap ke kamar Sena ia mendapati wanitanya yang masih belum tidur dia masih fokus pada bukunya mengerjakan tugas sekolahnya.


"Ini udah malam kamu belum tidur juga," Sena benar-benar kesal karena Dirga selalu menganggu nya sedangkan pria itu seenaknya jika tak ingin di ganggu.


"Bisa enggak mas jangan ganggu aku dulu, aku lagi pengen sendiri lagian di rumah inikan lagi ada tamu yang lagi menginap nanti apa kata mantan kamu itu suami orang masuk ke kamar perempuan lain," ujarnya seraya terus menulis sesuatu di bukunya.


"Kamu tau dari mana kalau Rania mantanku?" Sena mengangkat bahunya ia memilih untuk tidak menjawab.


"Ya ok aku akan jujur sama kamu, Rania memang mantan aku dan perasaan itu udah berlalu."


"Yakin udah berlalu?" Dirga mengangguk akan tatapan dari Sena.


"Kalau berlalu kenapa kamu keliatan takut banget dia tersakiti,"


"Bukannya takut dia tersakiti mas cuma ingin menghargai perasaan dia," Sena berdecak mendengarnya, jawaban macam apa itu menghargai.


Sena membereskan buku-bukunya ia merapikan meja riasnya ya Sena tidak punya meja belajar dia hanya punya meja rias kecil itupun sudah ada dari dulu di kamarnya.


"Oh jadi menghargai, kalau emang begitu konsepnya berarti mas juga enggak seharusnya dong marah sama aku waktu kemarin aku pergi sama Nico, aku juga sama waktu itu menghargai perasaan Nico." Dirga terdiam, ia tidak suka Sena menyebut nama pria lain di hadapannya.


"Jadi cowok itu suka sama kamu?" Sena mengangguk.


"Bukan cuma dia sih yang suka sama aku ada juga yang lainnya," Sena tersenyum kecil.


Sena mengambil ponselnya dan mencari sosial media Juan, dia menunjukkan foto Juan kepada Dirga entah mengapa ia ingin sekali membuat Dirga marah.


"Ini namanya Juan satu sekolah sama aku, dia tampan, baik udah gitu sangat-sangat menyukai aku tapi sayangnya aku belum pernah membalas perasannya." Dirga memasang wajah datarnya saat Sena menunjukkan foto Juan padanya.

__ADS_1


"Terus kamu mau balas perasaan dia gitu?" Sena tersenyum.


"Iya pengennya sih gitu mana ada sih cewek yang enggak baper kalau terus-terusan di kasih perhatian lebih sama cowok seperti Juan,"


Dirga sudah berhasil di buat kesal ia mengambil ponsel milik Sena membuat sang empu membulatkan matanya bahkan sekarang Dirga menatapnya tajam, sebenarnya Sena merasa takut tapi ia mencoba untuk tetap menatap lawannya.


"Mash.. "


Dan seketika Dirga mencium bibirnya dengan sangat brutal berhasil membuat Sena kekurangan nafas, pria itu tidak membiarkannya untuk bernafas sama sekali namun sayangnya saat tangannya meraba bagian bawah wanitanya ia bisa merasakan sesuatu yang berada di balik ****** ******** apalagi kalau bukan pembalut.


Mereka saling pandang saat ciuman itu terlepas Sena bisa melihat tatapan frustasi dari wajah Dirga dan seketika entah mengapa Sena merasa tak tega, sampai akhirnya ia meraih kepala Dirga mengelus nya dalam pelukannya.


"Ku mohon jangan pernah membalas perasaan pria mana pun," Dirga terus tertunduk di dalam pelukan Sena.


Sena mencium puncak kepala Dirga, padahal ia barusan tidak serius pada ucapannya tapi Dirga bisa se-frustasi ini.


"Aku mencintaimu Sena," entahlah Sena tidak bisa percaya akan ucapan cinta Dirga barusan.


"Aku enggak tau cinta ataupun tidaknya,"


"Kenapa! apa kamu bingung, apa yang buat kamu bingung?" Sena menatapnya akan pertanyaan itu barusan.


"Sikap mas yang terkadang membuatku bingung kadang-kadang mas memperlakukan aku selayaknya aku adalah miliknya mas tapi mas juga bisa bersikap yang sama pada mantan mas itu," Dirga sekarang paham, ia sadar akan sikapnya yang tak bisa memberikan perhatiannya sepenuhnya untuk Sena.


"Mas selalu bilang cinta tapi aku rasa itu semua bulshit, dan aku enggak tau gimana perasaan aku ke kamu saat ini,"


"Aku ngantuk, kalau mau tidur disini silahkan tapi kalau mau keluar pun ya terserah mas."

__ADS_1


"Bagaimana caranya agar kamu percaya dengan perasaan mas ke kamu?" Sena yang hendak membaringkan tubuhnya ia kembali duduk di tepi ranjang dan menatap Dirga.


"Kamu tau mas jawabannya," Sena membaringkan tubuhnya, ia benar-benar sudah sangat mengantuk.


Dan Dirga memilih untuk tidur di samping wanitanya, ia memeluk tubuh Sena dari belakang Dirga harus mencari jawabannya sendiri dan ia pun harus bisa bersikap tegas pada dirinya agar tidak terus-terusan tak enak hati pada orang lain dengan sikapnya yang menghargai perasaan Rania tanpa dia sadari ia telah menyakiti perasaan wanitanya.


***


"Pagi semuanya," Rania menyapa ia sudah menyiapkan sarapan nasi goreng buatannya.


Semuanya berkumpul di meja makan begitu pun juga Sena ia pun ada di sana dan kali ini Rania membuat nasi goreng begitu banyak. Tapi, anehnya Sena lebih memilih mengambil roti yang ada di depannya.


"Sena kamu enggak mau nasi gorengnya padahal aku udah buat lebih  banyak lho soalnya kemarin kan kamu enggak kebagian," ujar Rania.


"Maaf ya mba Rania pagi ini aku lagi pengen makan roti," ujar Sena bersikap sehalus mungkin.


"Udah biarin aja dia mah udah biasa bersikap kurang sopan kayak gitu, harusnya kita itu bersyurkur Rania dengan baik hatinya mau buatkan sarapan untuk kita." ujar Sarah seraya mengambilkan nasi goreng untuk Dirga.


"Segini cukup enggak mas?" tanya Sarah memberikan sepiring nasi goreng untuk Dirga.


"Maaf Sar, aku lagi pengen makan roti kemarin pagi kan udah makan nasi goreng enggak terlalu baik juga kan." Dirga mengambil roti dan memberikan selai coklat di rotinya.


Rania menatapnya ada apa dengan Dirga hari ini tiba-tiba bersikap aneh seperti ini, ia sudah rela bangun pagi hanya untuk membuatkan sarapan untuknya tapi Dirga malah lebih memilih roti di bandingkan nasi goreng buatannya.


Sena bersikap acuh ia tak memperhatikan Dirga sama sekali terserah pria itu mau memakan apapun juga ia berusaha bersikap tidak perduli toh lagi pula besok juga pasti sikapnya akan berubah lagi.


Tapi, disisi lain Sena pun merasa senang karena bisa melihat ekspresi kekecewaan di wajah Rania entahlah mengapa Sena bisa setidak suka itu pada Rania.

__ADS_1


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


__ADS_2