Love Toxic

Love Toxic
Bab 82 - Avowal


__ADS_3

Bukan Sarah tapi Renata yang  mengobati luka di wajah Dirga wanita tua itu bahkan menangis di hadapan anaknya karena bagaimana pun dia masih tidak menyangka jika putra kesayangannya berani membohonginya dan sudah melakukan perbuatan bejad kepada Sena.


"Ma, Dirga minta maaf," kata Dirga seraya meringis menahan sakit di wajahnya.


"Sudah diam, kamu jangan banyak bicara dulu urusan itu kita bisa bicarakan nanti," jawab Renata yang masih kesal.


"Maaf Ma," kata Dirga seraya menunduk.


"Jangan bilang kamu sering tidak pulang karena sering menemui Sena?" tanya Renata.


Dirga mengangguk, "Iya ma, kemarin Sena pergi sebulan meninggalkan Dirga tapi aku berhasil membawanya pulang kembali." ujar Dirga.


"Kenapa kamu enggak bawa Sena pulang kesini?"


"Aku bawa Sena ke rumah baru aku Ma yang jaraknya enggak terlalu jauh dari sini.. Dan aku sebenarnya sudah menikahi Sena secara diam-diam, maaf baru ngasih tau sekarang.. Aw!" Renata menekan luka di pipi Dirga berhasil membuat sang empu kesakitan.


"Jangan bilang Sarah udah tahu semuanya?" Dirga mengangguk.

__ADS_1


"Kalian berdua bukan hanya membohongi mama dan papa tapi juga sudah menutupi segalanya dari kami," sambungnya kembali.


Malam ini Dirga memutuskan untuk tidak pulang ke rumahnya bersama Sena, dia ingin beristirahat karena lagi pula Sena di sana pasti tidak akan memperdulikan keberadaannya jadi biarkan dia menenangkan dirinya disini setelah mengakui segalanya.


***


Sena melihat jam dinding di kamarnya sudah menunjukkan pukul 8 malam tapi Dirga belum juga pulang, ia ingin menghubungi pria itu tapi egonya jauh lebih besar di bandingkan kata hatinya sendiri.


"Ck! Terserahlah dia mau pulang apa enggak ngapain juga mikirin seseorang yang bahkan enggak pernah mikirin aku sama sekali, seharian ini aja dia enggak ngabarin sama sekali." katanya seraya melihat layar ponselnya yang tidak mendapatkan pesan dari Dirga sama sekali.


Sena menangis entah mengapa ia jadi sensitif seperti ini, bukannya kemarin hari dia bersikap acuh dan tidak perduli akan Dirga pulang atau tidaknya dan sekarang dia menangisi pria yang bahkan seharian ini tidak memberinya kabar sama sekali.


***


"Semuanya sudah selesai jadi sekarang kamu bebas dan enggak perlu lagi berpura-pura menjadi istri yang baik," ujar Dirga pada Sarah.


"Dan sekarang kamu nge-buang aku begitu aja setelah semua kebohongan kamu terbongkar," Sarah berdiri ia tak terima dengan keadaannya yang sekarang.

__ADS_1


"Kamu enggak perlu takut kelaparan, kamu bisa kembali bekerja di kantor cabang saya yang ada disini, dan urusan rumah saya sudah siapkan rumah baru untuk kamu dan Maudy tinggal nanti." ujarnya dengan jelas.


Bukankah Dirga sudah begitu berbaik baik hati padanya dengan memberikan pekerjaan dan  memberikannya rumah padahal sudah jelas Sarah dan Dirga tidak ada ikatan apapun jadi untuk apa Dirga memberikan yang bukan hal Sarah.


"Apa masih kurang dengan semua yang saya beri? Bahkan mobil yang sering kamu pakai itu dan mobil yang biasa dipakai antar jemput Maudy silahkan kamu bawa, saya tidak akan melarangnya." kata Dirga yang melihat Sarah tetap diam.


"Kamu pikir aku ini apa mas, kamu tukar dengan barang seperti itu!"


"Terus kamu maunya apa? Saya menikahi kamu? Mustahil! Saya sudah punya istri dan kamu tahu siapa wanita itu, tapi kalau kamu memang tidak mau rumah dan mobil itu ya tidak apa-apa."


"Tunggu mas, Ok aku terima pemberian dari kamu tapi aku ingin jadi karyawan tetap di perusahaan kamu nanti dan kamu akan tetap membiayai Maudy sampai lulus kuliah kan?" Dirga mengangguk.


"Ya, asalkan kamu dan adik kamu itu tidak berulah dan menganggu rumah tangga saya." kata Dirga yang seraya menyuruh Sarah untuk keluar dari kamarnya pembicaraan mereka sudah selesai jadi tidak ada yang perlu di bahas lagi.


Dirga merasa lega tapi juga tetap merasa bersalah setelah mengakui kebenarannya, ia sudah mengecewakan kedua orang tuanya, ia sudah gagal menjadi anak yang baik untuk kedua orang tuanya, dan ia sekarang tengah menyesali segala perbuatannya andai jika waktu bisa di putar, Dirga akan lebih memilih untuk tetap bersabar bertemu dengan wanitanya ketimbang harus menjalani pernikahan palsu dengan Sarah, tapi karena perantara pernikahan palsu itu juga ia bertemu dengan Sena yang harus sekarang dia sadari adalah semua yang telah terjadi ini pasti sudah menjadi kehendak yang maha kuasa.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2