Love Toxic

Love Toxic
Bab 55 - Pregnant


__ADS_3

Satu minggu kemudian..


Sena semakin di buat resah dengan dirinya yang sering merasakan lemas pada tubuhnya dan saat ini terdapat testpack di tangannya Sena ingin membuktikannya apa benar yang seperti di sarankan Resti padanya.


Dia ragu tapi pada akhirnya Sena memasukkan testpack nya pada gelas yang sudah ia isi airnya. Sena menaruh testpack nya menunggu hasilnya untuk beberapa saat. Dia mengigit bibir bawahnya saat melihat hasil testpack nya.


"Garis satu," Sena menundukkan wajahnya bersyukur karena hasilnya ia tidak hamil.


Padahal Sena sudah sangat yakin jika ia hamil tapi kenyataannya testpack nya menunjukkan garis satu perasaan merasa lega melihat hasil barusan.


"Gimana hasilnya?" Dirga menunggunya di luar kamar mandi. Sena menunjukkan hasilnya, ia pun sama terlihat lega melihatnya.


"Syukurlah kalau hasilnya kamu enggak hamil, kamu harus rutin minum obatnya," Sena mengangguk.


"Aku rutin kok minum obatnya," maksud dari rutin minum obat adalah obat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan.


Bukannya Dirga tak suka jika nanti Sena hamil ia hanya merasa waktunya saat ini belum tepat, Dirga masih belum siap memberi segala kebenaran hubungannya dengan Sena.


Tapi, berbeda dengan pikiran Sena sekarang ia merasa Dirga sepertinya tidak menyukai jika dirinya sampai hamil, mungkin selama ini Dirga hanya menganggapnya sebagai pelampiasan nafsunya saja. Entah mengapa perasaannya jadi se-sensitif ini.


***


Nico memperhatikan wajah Sena yang sedikit pucat, akhir-akhir ini ia sering sekali melihat wajah Sena yang kurang bersemangat. Nico juga sering sekali mendengar Sena mengeluh karena sering cepat kelelahan.


"Kalau lo capek, mending lo izin dulu aja dari pekerjaan lo Sen."


"Gue masih kuat kok Nic,"


"Gue enggak yakin lo masih kuat Sen, nanti kalau lo sampai pingsan karena kecapean lo baru tau nanti."


Nico sebenarnya kasihan jadi saat ini ia rela menunggu Sena bekerja sampai selesai, ia khawatir akan keadaan Sena.


Bukan hanya Nico tapi Friska juga sama sudah mengingatkan Sena untuk mengambil izin tapi Sena yang keras kepala itu sulit sekali untuk di beritahu.

__ADS_1


Kekhawatiran itu terjadi seketika Sena tumbang pingsan berhasil membuat Friska berteriak meminta tolong kepada yang lainnya, beruntung Nico yang masih ada di Cafe ia langsung membawa tubuh Sena.


Sialnya, Nico membawa motor jadi is terpaksa harus menunggu taxi terlebih dahulu untuk mengantarkan Sena ke rumah sakit.


"Sen bertahan ya," Nico mendekap tubuh Sena yang tak berdaya.


Tak butuh waktu lama untuk sampai ke rumah sakit beruntung Sena langsung di tangani, Nico mencoba menghubungi Maudy memberitahu tentang keadaan Sena saat ini yang ada di rumah sakit.


"Gila ya enggak ada satupun yang kesini padahal gue udah kasih tau keadaan Sena,"


Nico kesal pada kedua saudara Sena tak ada satupun dari mereka yang perduli padanya, bahkan dimana itu pria yang katanya mencintai Sena sudah Nico hubungi lewat ponsel Sena tapi tak kunjung di respon.


"Gimana dok?"


"Apa anda keluarga pasien?"


"Keluarga pasien belum ada yang datang dok, saya temannya."


"Maaf, saya hanya bisa memberitahu keadaan pasien pada keluarganya jika salah satu keluarga pasien sudah datang tolong kabari untuk segera menemui saya,"


***


Sudah lebih dari satu jam Sena sudah siuman dari pingsannya, tapi baik dari Sarah, Maudy ataupun Dirga tak ada yang datang. Sena pun sudah mencoba menghubungi Dirga tapi ponsel pria itu tidak bisa di hubungi padahal ia sangat berharap kedatangan Dirga.


"Dokter saya kenapa ya, kok sering sekali saya merasa cepat lelah?" Sena sendiri yang menghampiri dokter ke ruangannya.


"Nyonya Sena hal seperti itu sudah sangat wajar dialami perempuan yang sedang hamil,"


"Apa saya hamil dok?"


"Iya selamat nyonya Sena anda hamil," Sena masih tak percaya dengan apa yang diucapkan dokter.


"Tapi dok barusan saya coba cek dengan testpack tapi hasilnya garis satu,"

__ADS_1


"Terkadang memang hasil testpack tidak menjamin keakuratan yang kuat menunjukkan hasilnya,"


"Terimakasih dok atas informasinya,"


Sena keluar dari ruangan dokter seketika Nico menghampirinya, Nico sempat izin keluar sebentar dan saat ia menghampiri Sena kembali wanita itu sudah tidak ada di ruangannya.


"Sen apa kata dokter,"


"Dokter bilang keadaan gue lumayan baik, gue emang kayaknya harus ngambil izin kerja kata dokter gue juga harus banyak istirahat." ujarnya beralibi ia tak mungkin memberi tahu kenyataan jika dirinya sedang hamil.


Apa yang harus Sena lakukan sekarang, ia masih belum siap untuk menjadi seorang ibu.


***


Hal yang membuat Sena tertegun saat baru saja ia pulang dari rumah sakit ia melihat dengan jelas tawa di ruang living room, tawa itu berasal dari pria yang di cintai nya yang kini sedang bersama Sarah dan juga Rania berserta yang lainnya.


"Jadi ini yang buat kamu enggak bisa di hubungi mas?" Sena berujar sendiri pada dirinya.


"Sena tumben kamu pulang agak cepat, kamu enggak kerja?" tanya Bastian yang melihat Sena berdiri tak jauh dari living room.


"Iya om hari ini, Cafe tutup lebih awal."


"Oh gitu, ya sudah ayo sini duduk kumpul disini bareng kita,"


"Maaf om aku mau naik keatas dulu," Bastian tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Moodnya hari ini sedang tidak baik ia malas duduk bersama mereka semua yang bahkan tak memperdulikan dirinya sama sekali begitu juga dengan Dirga yang bahkan tak menyapanya sama sekali, apa pria itu sekarang memang sudah tidak memperdulikannya lagi.


Hari ini Sena ingin mengunci dirinya di kamar sendirian, ia butuh ketenangan.


TBC. Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


...A New Story : SCANDAL WITH MY BOS...

__ADS_1



Jangan lupa mampir ya di, Scandal With My Boss juga update sehari 2 bab.


__ADS_2