Love Toxic

Love Toxic
Bab 24 - Trap


__ADS_3

"Hay Sen,"


Sena melihatnya seorang pria tengah tersenyum kepadanya dari seragam yang dikenakannya Sena tahu pria itu bukan dari sekolah yang sama dengannya.


"Masih ingatkan sama gue?" Sebab mengangguk.


"Nico kan?" tanya Sena berharap tidak salah menebak.


"Gue lega dengernya," Sena mengerutkan dahinya.


"Lega kenapa?"


"Ya lega karena lo masih ingat sama gue,"


"Oh kirain apaan.. Btw lo ngapain disini?" tanyanya seraya melihat kanan kiri karena mereka sedang berada di halte sekolah.


"Kebetulan gue punya temen sekolah disini dan dia ngasih tau gue kalau cewek cantik yang gue suka sekolah disini juga,"


"Wow jadi lo kesini cuma mau pastiin tuh cewek sekolah disini apa enggak gitu?" Nico mengangguk.


Nico senang akhirnya ia bisa bertemu kembali dengan Sena, seminggu saat mereka bertemu di pesta Nico berusaha mencari tahu informasi tentang Sena lewat teman-teman Maudy.


"Btw lo pasti mau pulangkan.. Pulang bareng gue aja gimana?"


"Enggak usah deh, aku nunggu bus aja lagian bentar lagi juga busnya datang." Nico mengangguk ia tak memaksanya.


Saat bus tiba Sena langsung menaikinya dan melambaikan tangan untuk Nico dan saat bus telah melaju dengan sempurna Nico baru sadar ia lupa meminta nomor telepon Sena tetapi tidak apa dengan begitu ia bisa berjumpa kembali dengan Sena nanti.


***


"Res gue mau pulang aja ya, udah malam banget juga." Sena tak nyaman dengan suasana klub yang begitu ramai.


"Santai aja Sen, kita kan baru setengah jam disini," Resti mencoba menenangkannya.


Resti memang mengajak Sena untuk ikut dengannya ke klub malam katanya Sena harus tau dunia malam itu seperti apa, Sena yang awalnya menolak akhirnya mau menerima ajakan Resti yang membuatnya penasaran.


"Ini temen kamu Resti?" tanya seorang wanita yang bermake-up tebal.


"Iya mom ini temen aku, tapi dia disini hanya ingin melihat klub malam bukan untuk bekerja sepertiku." Resti menjelaskannya takutnya Bela yang di panggil mom itu mengira jika Resti mengajak Sena untuk bekerja hal yang sama sepertinya.


"Kalaupun dia mau bekerja dengan kita pun tak apalah nanti mom kasih dia harga yang jauh lebih mahal," Sena menggeleng ia tak suka dengan obrolan Resti dan Bela itu.


"Maaf tante saya kesini hanya untuk mampir saja tidak berniat untuk ikut bekerja," Bela menganggukkan kepalanya mencoba menerima penjelasan itu.


Sampai satu jam kemudian kepala Sena terasa pusing saat ia baru saja meminum minuman yang di berikan Bela untuknya katanya minuman sebagai tanda perkenalan mereka.

__ADS_1


"Sen gue ke toilet sebentar ya, lo jaga diri lo baik-baik." Sena mengangguk.


Sesaat kemudian salah satu pria memakai mengenakan kaos biasa menghampirinya dan ia seketika memeluknya membuat Sena yang masih setengah sadar terkejut.


Plak! Sena menampar nya karena sudah bersikap kurang ajar.


"Hey kau dasar j*lang berani sekali kau menamparku! Kau pikir kamu siapa huh?"


"Kau yang siapa bersikap kurang ajar padaku!"


"Ck! Kau benar-benar sok jual mahal ya, kau tau aku sudah membeli mu pada mom Bela jadi aku berhak menyentuh mu.. " Sena masih tidak percaya dengan apa yang pria itu ucapkan.


"Sekarang ayo ikut aku, puaskan aku!" Sena menepis tangan pria itu kepalanya memang terasa pusing sekali tapi bukan berarti ia tidak bisa melawan sama sekali.


Pria itu seketika memeluknya erat tak ada yang menolongnya bahkan beberapa orang yang melihatnya tidak memperdulikannya sama sekali.


"Dasar brengsek lepaskan tanganmu!" Sena kesal ia menendang rudal pria itu membuat sang pria kesakitan.


"Kau dasar j*lang tidak.. " Pria brengsek itu hampir saja hendak menampar nya tapi seseorang menggenggam tangan pria itu sangat kuat.


"Siapa kau.. " Seseorang langsung memukulnya membuatnya tersungkur hingga memberikan akses bebas untuknya menghajarnya dengan leluasa.


Sena menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan pria itu adalah Dirga yang saat ini menghajar habis pria yang baru saja menyentuh wanitanya.


***


"Maaf mas,"


Sena pun merasa bersyukur jika Dirga datang tepat waktu dan menolongnya karena bagaimana pun saat itu ia memang sangat benar-benar membutuhkan bantuan, jika bukan karena Dirga yang datang tepat waktu Sena tidak bisa membayangkan kejadian selanjutnya.


"Tapi gimana mas bisa tahu kalau aku ada klub?" tanya Sena penasaran.


"Kamu tau aku enggak jemput kamu pas pulang sekolah tapi aku suruh asisten ku untuk mengikuti segala kegiatan mu," Sena tercengang mendengarnya sampai segitunya kah Dirga padanya sampai menyuruh asisten untuk mengikutinya.


Dirga memeluknya ia benar-benar merasa khawatir saat mendapat kabar Sena mengunjungi klub malam jika bukan karena schedule meeting nya yang tidak bisa di undur kan mungkin Dirga sudah datang lebih awal sebelum semuanya terjadi. Tetapi Dirga juga merasa kesal karena pria brengsek itu berani-beraninya menyentuh wanitanya.


Dirga menangkup wajahnya seraya menatapnya dengan intens selepas itu mereka berciuman, ciuman Dirga kali ini terasa lembut di bibir Sena tak ada tuntutan apapun.


"Aku sangat merasa khawatir sama kamu," seketika Sena langsung berhamburan dalam pelukan Dirga ia sudah merasa tak enak hati karena membuat pria itu sangat khawatir padanya.


"Malam ini kita enggak usah pulang, menginap saja dulu disini." Sena mengangguk.


Tapi mengingat kejadian itu membuat Sena jadi terpikir dimana waktu itu Resti bukankah saat itu mereka sedang bersama kalaupun Resti ke toilet apakah sampai selama itu atau jangan-jangan temannya itu sengaja. Entahlah yang jelas Sena bingung tidak ingin berpikiran yang tidak terhadap temannya tapi sampai saat ini Resti tidak menghubunginya sama sekali.


***

__ADS_1


Dirga terbangun dari tidurnya tapi saat melihat ke sampingnya ia tak menemukan wanitanya.


"Sena... "


Apakah Sena pergi begitu saja meninggalkan dia sendirian, Dirga lupa jika hari ini bukan hari libur sekolah tapi mereka kesini tidak membawa baju ganti sama sekali apalagi seragam sekolah.


Saat Dirga keluar dari dalam kamar dia mengelilingi apartemennya saat itu juga dia menemukan Sena yang sedang sibuk di dapur.


"Apa yang sedang kamu lakukan?" katanya seraya memeluk Sena dari belakang.


"Enggak lihat apa aku lagi apa,"


"Memangnya kamu bisa masak?" Dirga menciumi pundak Sena membuat sang empu merasa geli.


"Bisa, udah sana jangan ganggu aku masak."


"Beri aku ciuman selamat pagi dulu setelah itu aku enggak akan ganggu kamu masak lagi.. " ujarnya seraya tersenyum manis.


Cup! Sena mencium singkat bibir Dirga membuat sang pemiliknya merasa senang.


"Selamat pagi, udah kan."


"Ok iya, aku enggak akan ganggu kamu lagi."


Dirga melenggang pergi ia akan menunggu Sena di meja makan sampai dia selesai memasak. Dan tak membutuhkan waktu lama Sena datang dengan dua piring ya berisi nasi goreng dan telor dadar seadanya yang dia buat.


"Taraaa ini dia nasi goreng buatan chef Sena," ujar Sena yang membuat Dirga terkekeh seraya ia memberikan tepukan kecil antusiasme nya.


"Jika ternyata ini tidak enak aku akan menghukum mu tapi jika ini tidak enak aku akan mengabulkan satu permintaan yang kamu mau," tantang Dirga yang membuat Sena menggeleng ia tidak mau akan hukuman dan bahkan permintaan itu.


"Aku tidak mau, sudah cepat makan. Aku lapar,"


Sena langsung melahap nasi goreng nya begitupun juga dengan Dirga dia menganggukkan kepalanya ternyata nasi goreng buatan Sena enak juga.


"Wow ini enak lho kenapa kamu tidak masak setiap hari untukku?"


"Aku tidak berminat menjadi pembantu mu mas,"


"Kalau jadi istriku kau mau?"


"Uhuk!" Sena sampai tersedak mendengar ucapan Dirga barusan.


Dirga tersenyum puas apa wanita itu sampai se-terkejut itu mendengar ucapannya, padahal jika Sena mau menjawabnya Dirga akan senang hati menjadikan Sena sebagai istri yang sesungguhnya untuknya.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2