Love Toxic

Love Toxic
Bab 93 Fired


__ADS_3

Setelah pulang dari kantornya Dirga tak langsung memasuki kamarnya dia lebih memilih masuk ke dalam ruangan kerjanya. Bahkan semalam dan tadi pagi saja mereka berdua saling buka suara masih dengan ego nya masing-masing. Tapi, Dirga mana tega terus-terusan ikut diam karena bagaimana pun Sena adalah wanita yang dicintainya.


"Sena.. " panggilnya seraya masuk ke dalam kamar mereka tapi ia tidak menemukan Sena entah mengapa seketika pikiran Dirga saat ini berpikir yang tidak baik.


"Jangan-jangan dia," Dirga langsung membuka baju lemari mereka tapi di sana ia masih temukan baju mereka tapi kemana Sena.


"Sena sayang kamu dimana? Sayang.. " teriaknya yang sekarang turun ke bawah mencari-cari keberadaan wanitanya.


Dirga bernafas lega ketika dia mendapati Sena yang sedang duduk menikmati udara segar di luar sambil kakinya bermain air di tepi kolam renang.


"Sayang aku cariin kamu ternyata kamu disini," ujar Dirga yang ikut duduk menghampiri Sena di tepi kolam.


"Aku enggak akan kemana-mana kok sampai anak ini lahir baru aku akan pergi jadi enggak usah khawatir," kata Sena yang menebak pasti Dirga mencurigai jika dirinya akan kabur pergi lagi.


"Kamu ngomong apa sih dari semalam selalu bahas hal itu, udah berapa kali aku bilang sama kamu aku enggak akan pernah ceraikan kamu." Dirga mencoba memperjelas keadaannya.


"Mas itu kenapa sih? Katanya capek atau juga bosan kenapa terus menahan aku sih, kalau emang udah enggak capek sama aku ya sudah lepasin aku aja,"


"Jangan menahan aku hanya karena kamu merasa kasihan atau karena anak ini?" Dirga menggeleng.


"Ayo berdiri, jangan berdebat disini nanti kamu jatuh lagi," katanya seraya mengajak Sena berpindah tempat di gazebo yang tidak jauh dari mereka.


Dirga menumpuk tangannya dengan tangan Sena ia tahu dirinya salah karena semua ini memang murni kesalahan Dirga.


"Aku tahu aku salah karena udah mengeluh capek karena sikap kamu tapi jujur dari hati aku paling dalam aku enggak pernah sedikit pun ada pikiran buat pisah sama kamu, aku salah enggak seharusnya aku mengeluh, sekarang kita baikan ya kamu mau kan maafin aku?" ujar Dirga.


"Aku enggak mau,"


"Kenapa?" kata Dirga bingung.


"Karena kamu masih berhubungan sama Rania, udah berapa kali aku bilang sama kamu pecat dia tapi kamu enggak pernah mau jadi buat apa kita baikan percuma juga kan," kali ini Sena harus lebih tegas dengan Dirga, dia benar-benar tidak ingin ada Rania diantara mereka.

__ADS_1


"Ok, kalau emang itu mau tapi sayang aku enggak mungkin pecat dia mungkin yang bisa aku lakukan adalah memindah posisi dia di kantor,"


"Ya sudah kalau emang begitu yang penting dia enggak ada lagi berhubungan dekat sama kamu,"


Dirga memeluk Sena dengan erat dia tahu jika wanitanya ini sangat pencemburu apalagi dengan wanita yang bernama Rania yang dulunya pernah menjalin hubungan dengan Dirga di masa lalu.


***


Drrt.. Ponsel Dirga berdering menampilkan nama Rania di sana tapi sang pemilik ponsel sedang berada di kamar mandi.


"Halo ga sorry aku ganggu tapi kamu bisa enggak datang ke apartemen aku, ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu,"


"Mas Dirga lagi mandi dan dia enggak bisa ketemu sama kamu, lagian ngapain sih ngajakin suami orang bertamu di tempatnya sendiri,"


"Sena, ngapain sih kamu angkat telepon aku segala ini akan hpnya Dirga,"


"Ya ini memang hpnya mas Dirga tapi jangan lupa aku ini istrinya jadi apa yang mas Dirga punya otomatis jadi punya ku juga, udah ya jangan ganggu suami aku terus kayak enggak ada cowok lain aja." Sena memutuskan panggilannya.


Dia kesal Rania yang bermuka tebal itu sepertinya urat malunya sudah terputus sampai dia tak sungkan meminta Dirga untuk datang ke apartemennya atau jangan-jangan Dirga yang memang sudah terbiasa datang ke tempat Rania.


"Iya tadi ada yang telepon Rania," jawab Sena.


"Rania? Kamu angkat?" Sena mengangguk.


"Kamu sering mengunjungi Rania ke apartemennya ya?"


"Maksud kamu?" katanya seraya mencari baju di lemarinya.


"Ya kamu sering datang ke apartemennya Rania apa? Sampai dia berani minta kamu buat datang ke apartemennya," ujar Sena kembali.


"Dulu iya sekarang enggak," jawabnya.

__ADS_1


"APA? JADI KAMU SERING KE APARTEMEN RANIA," Dirga menatap Sena begitulah Sena dia berkata jujur pasti akan jadi panjang ceritanya tapi jika dia berbohong pasti akan terus di curigai.


"Dulu sayang itupun paling sekedar diajak makan sama dia, sekarang mah udah enggak pernah kalaupun dia nyuruh aku enggak bakalan mau," kata Dirga berharap Sena mengerti.


"Oh jadi kamu dulu sering ke apartemen Rania karena dia pintar masak ya, aku lupa kalau Rania emang jago masak ya kan enggak kayak aku bodoh dalam segala hal," Sena menatap keluar jendela entah mengapa tiba-tiba dia merasa kesal.


Dirga yang sudah rapi mengenakan stelan kaos polosnya dia memeluk Sena dari belakang, wanitanya itu selalu berkecil hati.


"Kamu enggak perlu jago masak cukup jadi istri yang baik buat aku aja, itu udah lebih cukup," katanya seraya memeluknya.


"Tapi sayangnya aku belum bisa jadi istri yang baik, kamu pikir jadi istri yang baik itu cuma bisa diam terus tidur-tiduran aja gitu," jawab Sena.


"Ya terus kamu maunya apa sih sayang, aku jadi serba salahkan kan udah aku bilang jangan bahas orang lain kalau kita lagi berdua,"


"Tapi tetap aja aku ngerasa enggak percaya diri," Dirga mengerutkan dahinya mendengar ucapan Sena barusan.


"Dulu kamu selalu percaya diri kenapa sekarang jadi enggak percaya diri kayak gini sih?" tanya Dirga yang merasa aneh dengan sikap Sena sekarang.


"Iya itu dulu sekarang kan beda lagi banyaknya wanita yang hebat deketin kamu, aku jadi ngerasa enggak percaya diri jadinya." Sena duduk di sofa.


Ya, salah dirinya karena telah menikah dengan pria sehebat Dirga yang selalu di kejar-kejar wanita hebat di luaran sana.


"Kamu dengerin aku ya, aku enggak pernah tertarik sama wanita di luaran sana, aku lebih tertarik sama kamu yang lebih cantik, lebih muda, lebih menarik, lebih enak di pandang."


"Nanti kalau semua itu menghilang dari diri aku gimana? Kamu pasti bakalan cari wanita baru yang lebih segalanya itu," Dirga menggaruk kepalanya dia pusing, Sena selalu pandai dalam menjawab ucapannya berkata begini salah padahal tujuan Dirga hanya ingin membuat wanitanya jadi lebih percaya diri lagi.


"Udah kamu tenang aja aku enggak akan pernah tergoda dengan wanita manapun, kan nanti aku semakin tambah tua kalau kamu masih terus muda,"


Ya, Sena sampai lupa Dirga pasti akan lebih dulu tua di bandingannya usia Dirga sekarang telah 28 tahun sedangkan dirinya masih 19 tahun.


"Ya maaf aku lupa kalau kamu udah tua," kata Sena yang sekarang memeluk Dirga seketika Dirga terkekeh mendengarnya.

__ADS_1


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


__ADS_2