
Tiga bulan kemudian..
Sena berhasil menutupi kehamilannya ya meskipun terkadang harus setiap hari mengenakan korset dan sweater saat berangkat sekolah tapi dia akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan bangku SMA nya. Ya, meskipun tidak seperti murid yang lainnya yang melanjutkan pendidikan sekolahnya ke bangku kuliah dia harus sadar diri sekarang dia sudah menikah dan tengah hamil muda juga.
Kedua orang tuanya masih belum mengetahui dirinya yang sedang hamil, Sena merasa bersyukur karena Sarah dan Maudy tidak memberitahukan tentang dirinya.
"Sena congrats ya," kata Juan seraya memberikan sebuket bunga untuknya, tak ingin dia terima tapi merasa tak enakan.
"Thanks Juan," jawabnya.
Di acara kelulusannya tak ada satupun dari saudaranya yang mau mewakili kan sebagai wali murid dari Sena, tapi hal itu tidak masalah untuk Sena yang terpenting dia sudah lulus sekarang.
"Sen lo jangan lupain kita ya," kata Flo
"Tenang aja, ya kali sih pertemanan kita cuma sampai sini aja,"
"Tau lo Flo mikirnya jauh banget," tutur Resti.
__ADS_1
Resti pun sama seperti Sena dia tidak melanjutkan pendidikannya, baginya yang terpenting adalah bekerja dan bekerja, uang dan uang jika tidak ada keduanya mau makan apa adik-adiknya nanti. Berbeda dengan Flo yang tetap melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah.
"Sen suami lo nyariin tuh," bisik Resti saat melihat Dirga yang tak jauh dari kerumunan beberapa wali murid.
Ya, hanya Resti dan Flo yang mengetahui jika Sena sudah resmi menikah secara diam-diam. Beruntung Sena memiliki kedua sahabat terbaik yang mampu menerimanya dan mau menutupi segala rahasianya.
"Hai selamat ya atas kelulusan kamu," kata Dirga seraya memberikan buket bunga untuk Sena.
"Makasih mas, aku pikir kamu enggak datang," katanya seraya membalas pelukan Dirga.
Kata istri itu masih belum terbiasa di telinga Sena. Ya, meskipun Dirga sudah sering mengucapkannya. Sampai detik ini hubungan pernikahan mereka masih berjalan dengan baik kedua orang tua Dirga masih belum juga mengetahuinya meskipun Dirga sering mengajak Sena tidak pulang ke rumah.
***
Malamnya baik Dirga dan Sena mereka tak pulang kembali ke rumah tapi melainkan ke vila.
Dirga langsung memeluk Sena dari belakang ia selalu merindukan bau tubuh wanitanya, wanita itu benar-benar mempunyai daya tarik sendiri dan daya tarik itu berhasil membuat Dirga tergila-gila.
__ADS_1
Sena mengalungkan tangannya ke leher Dirga, "Kau mau merayakan kelulusan mu denganku sayang?" Sena mengangguk.
Dirga membopongnya membawanya ke kamarnya yang bernuansa putih abu. Mereka bertemu mesra berciuman, suara kecupan terdengar jelas memenuhi isi kamar malam itu tak butuh waktu lama untuk keduanya langsung menanggalkan pakaiannya masing-masing.
Dan sekali lagi Dirga mencium puncak kepala Sena turun ke belahan dadanya, ia sedikit bermain di sana sampai ke bawah di bagian favoritnya.
"Kau siap sayang?" Sena mengangguk pasrah ia sudah berada di ambang hasratnya.
"Mas pelan ya, aku lagi hamil." ucapnya mengingatkan suaminya.
"Iya sayang tenang aja, palingan kasar juga sedikit," jawabnya yang berhasil membuat Sena memukul dada bidang sobek suaminya.
Dirga memasukinya, milik Dirga besar, panjang dan memenuhinya dan Sena selalu merasa nikmat milik suaminya itu tidak ada bandingannya.
Malam itu mereka berdua merayakan kelulusan Sena dengan bercinta sepuasnya dan mengulanginya lagi dan lagi sampai kepuasan mereka tersalurkan.
To be continued..
__ADS_1