
Ponselnya berdering membuat Sena yang terjaga dari tidurnya ia terbangun dan mengangkat panggilan tersebut.
"Sena! Papa mau ngomong sama kamu,"
Ayahnya meneleponnya yang tadinya Sena masih sangat mengantuk, matanya langsung membulat sempurna mendengar suara yang sangat ia kenali itu.
"Papa iya Pa, apa yang mau Papa omongin?" Sena beranjak dari kasur pindah ke dalam kamar mandi, ia hanya tak ingin membuat Dirga yang masih tertidur terbangun akan suaranya
"Sena, Papa dengar dari sarah kalau kamu berani menggoda kakak ipar mu sendiri, apa itu benar Sena?"
"Pa, Sena bisa jelasin sama Papa,"
"Jadi kabar itu benar kamu menggoda Dirga dan kamu menjalin hubungan dengan dia?!" suara Fahri begitu jelas di pendengaran Sena ia tahu, ayahnya sedang marah.
"Pa ini semua enggak seperti yang Papa bayangin, Papa harus tau kenyataannya kalau mba Sarah itu enggak beneran menikah sama mas Dirga," Sena mencoba menjelaskannya ia berharap alasannya itu di Terima.
"Apapun alasannya, apa yang sudah kamu lakukan itu sudah sangat keterlaluan kamu mengkhianati kakak kamu sendiri!"
"Papa minta sama kamu cepat akhiri hubungan kamu dengan Dirga dan segera pulanglah ke Aceh."
"Pa.. "
"Sudah cukup Sena! Kamu sekarang sudah berani melawan papa kamu sendiri, tolong denger kan permintaan Papa Sena pulanglah dan tinggalkan Dirga," seketika sambungannya terputus, Sena terduduk lemas di lantai dingin itu.
Permintaan Fahri--Ayahnya begitu sulit untuk ia kabulkan tapi jika Sena tidak menurutinya, ia pasti akan di cap sebagai anak pembangkang dan nama ibunya pasti akan ikut terseret ke dalam permasalahannya.
***
Sena langsung berangkat ke sekolah tanpa membangun Dirga sama sekali, pikirannya saat ini sedang tidak karuan. Sedangkan Dirga yang baru saja bangun dari tidurnya ia melihat sekelilingnya wanitanya sudah tidak ada di sampingnya, apakah ia yang kesiangan bangun? Harusnya Dirga masih memeluk tubuh wanitanya.
"Sayang kamu dimana?" Dirga bersuara berharap Sena meresponnya.
Dirga bergegas turun ke bawah di sana ia hanya mendapati Sarah yang tengah tersenyum kepadanya, ia merasa aneh ada apa dengan Sarah hari ini, apakah wanita itu sudah tidak lagi marah padanya.
__ADS_1
"Mas kamu pasti mau sarapan kan, ayo kita sarapan bareng aku udah buatkan sarapan untuk kamu,"
"Sena kemana?" Dirga menyempitkan matanya.
"Ck! J*lang itu lagi yang di tanyakan!" Sarah mengumpat dalam hatinya, bukannya menjawab ucapannya Dirga malah bertanya Sena.
"Sena udah berangkat ke sekolah tadi sama Maudy," Dirga mengangguk dan ia berbalik arah, ia masih mengantuk.
"Mas,"
"Kenapa?"
"Semalam, Mama telepon aku.. "
"Terus?"
"Papa sama Mama bakalan pulang ke Indonesia jengukin kita." Dirga dibuat tak percaya jika kedua orang tuanya akan pulang ke Indonesia, kenapa harus Sarah yang mereka hubungi.
"Dua hari lagi nanti kita jemput mereka ya ke bandara,"
"Kamu atur aja waktunya,"
Dirga nampak begitu sangat tak perduli dengan kabar kedatangan kedua orang tuanya, keberadaan kedua orang tuanya nanti pasti hanya akan membuat Dirga pusing pasalnya mereka selalu mengatur hidupnya.
Berbeda dengan Sarah yang sangat senang mendengar kedua orang tua Dirga akan pulang ke Indonesia, momen yang paling di tunggu Sarah karena pasti keberadaan mereka akan sangat menguntungkan baginya.
***
"Gue kayaknya mau balik ke Aceh," Flo terkejut mendengarnya.
"Lho kenapa tiba-tiba lo mau pulang Sen, terus sekolah lo gimana tinggal 4 bulan lagi lho kita lulus sekolah." ujar Flo.
Siapa yang ingin pulang bukan dirinya tapi ini permintaan ayahnya mana mungkin Sena menolak permintaan ayahnya.
__ADS_1
"Gue juga enggak tau tentang sekolah gue nanti gimana yang jelas bokap nyuruh gue buat balik ke Aceh,"
"Apa karena masalah itu Sen?"
"Ya, itu masalahnya bokap gue udah tau tentang masalah ini. Kepala gue jadi pusing Res,"
"Sabar ya Sena lo pasti bisa ngadepin semuanya," Flo dan Resti memeluknya.
Mereka tak bisa memberikan bantuan lebih selain dukungan untuk Sena, pasalnya mereka juga menyadari jika apa yang di perbuat Sena memang sudah kelewat batas tap mau bagaimana lagi kalau sudah urusan tentang cinta siapa yang bisa menentang.
Hubungan yang di mulai karena ketidakbenaran bukankah akan berakhir dengan cara yang menyedihkan.
***
Dia rasa semesta nya sedang tidak berpihak padanya buktinya semesta meminta untuk pulang, padahal dia masih betah hidup di dunia nya yang sekarang, haruskah dia pulang atau bertahan.
Ternyata benar ya hal-hal yang sulit untuk di lakukan itu pasti sangat bertentangan dengan tindak perilaku seseorang.
"Sen gue lihatin lo kayaknya lagi ada banyak pikiran banget ya?" tanya Friska yang menyadari sikap partnernya yang kurang bersemangat.
"Emang keliatan banget ya?" Friska mengangguk.
"Sorry gue jadi kerja enggak fokus kayak gini," Sena mengulum senyumnya.
Hubungannya memang harus secepatnya berakhir, permasalahan ini ada karena hubungan terlarang nya dengan Dirga. Meskipun sulit Sena akan mencoba untuk melepaskan pria itu.
Tapi, bagaimana caranya ia melepaskannya sedangkan dirinya saja sedang dalam fase jatuh cinta harus banget ya Sena melepaskan Dirga, apa dengan melepaskannya semua beban dan masalah ini akan ikut usai.
Sena menggelengkan pikirannya yang berpikir kemana-mana, ia juga harus memikirkan perasaan Dirga jika ia benar ingin melepaskan Dirga keduanya harus membuat kesepakatan bersama agar salah satunya tidak ada yang tersakiti.
TBC.
Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)
__ADS_1