Love Toxic

Love Toxic
Bab 56 - Sensitif


__ADS_3

Makan malam Sena tak ikut turun ke bawah, tadi sore juga Sena pulang lebih awal dari biasanya dan sekarang wanita itu belum juga menampakkan batang hidungnya yang tersisa hanyalah riwayat panggilan telepon dari wanitanya.


"Sena, kamu udah tidur tumben kamu tidur cepat." ujar Dirga yang sekarang duduk di tepi ranjang.


"Kamu lagi enggak enak badan apa sampai tidur di tutupin semua kayak gini," ia menyibak selimutnya memperlihatkan Sena yang sedang tertidur karena merasa terganggu, Sena terbangun.


"Apaan sih kamu, ganggu orang lagi tidur aja," Sena menarik selimutnya kembali.


"Kamu kenapa sih, jutek banget sama aku?" Dirga yang merasa bingung akan sikap Sena padanya.


"Mendingan kamu keluar sana gih, aku ngantuk pengen tidur jangan ganggu aku terus!" Dirga mengerutkan dahinya.


Kali ini Dirga mendengarkan apa yang Sena katakan dia memilih keluar, aksinya itu berhasil membuat Sena kesal seharusnya Dirga tetap tinggal di kamarnya bukan malah menuruti apa yang di katakan nya.


***


Setelah pulang dari sekolahnya Dirga menjemputnya pulang tapi Sena enggan untuk pulang bersama Dirga.


"Kamu kenapa sih aku jemput enggak mau, semalam kamu enggak bolehin aku di kamar kamu."


"Aku lagi pengen pulang sendiri, tolong kamu ngertiin aku coba."


"Ngertiin gimana sih maksud kamu? Segini aku udah ngertiin kamu juga,"


"Kemarin kamu kemana enggak angkat telepon aku sama sekali?" Dirga menghela nafasnya.


"Kamu tau kan kemarin aku lagi kumpul sama papa dan mama kalau aku angkat telepon kamu nanti mereka curiga,"


Sena tidak percaya jika Dirga akan mengatakan kalimat itu barusan, dia pikir selama ini Dirga selalu memprioritaskan nya nyatanya pria itu tidak pernah mengutamakan nya.

__ADS_1


"Oh jadi seperti itu, ya udah ngapain kamu jemput aku segala mendingan kamu kumpul bareng lagi aja sana, enggak usah perduliin aku lagi."


"Kamu kenapa sih aneh banget,"


"Terserah aku mau bersikap bagaimana," Sena pergi meninggalkan Dirga yang masih bingung dengan sikapnya sekarang.


Bukan hanya Dirga, Sena pun juga sama ia bingung dengan perasaannya sekarang kenapa bisa bersikap berlebihan seperti ini, ia merasa cemburu karena Dirga tak perduli lagi padanya.


***


Malamnya pun Dirga sengaja tidak menjemput Sena dari tempat kerjanya, ia malas meladeni Sena yang terus-terusan bersikap berlebihan padanya. Padahal, ia kemarin hanya tak sempat mengangkat telepon darinya tapi Sena sudah bersikap berlebihan padanya.


"Mau pulang bareng enggak?"


"Enggak repotin nih?"


"Enggak tenang aja,"


Sampai di depan rumah mewah milik Dirga, Rio di buat takjub seperti biasa mereka akan mengira jika Sena berasal dari keluarga mampu tapi kenyataan apa yang dilihat mereka adalah milik Dirga.


"Ini rumah kakak ipar aku,"


"Oh, kirain.. "


"Aku numpang disini, thanks ya Rio udah nganterin pulang."


"Iya sama-sama,"


"Kamu hati-hati ya di jalan,"

__ADS_1


"Ok," Rio mengangguk dan mengacungkan jempol kepada Sena, pria berkacamata itu terlihat manis saat memperlihatkan senyumnya.


Sena yang baru memasuki rumah ia sudah di sapa oleh Renata yang melihat Sena barusan bersama Rio di bawah. Renata yang suka iseng ia sempat menggoda Sena.


"Kamu pulang Sena,"


"Iya tante," katanya seraya tersenyum.


"Tadi diantar siapa, pasti pacar kamu ya?"


"Hah pacar apa? Bu-bukan tante dia teman aku,"


"Hmm.. Pakai malu segala ih," Renata tersenyum senang karena berhasil menggoda Sena.


"Tapi dia emang bukan pacar aku tante,"


"Ya sudah iya deh iya bukan pacarnya sekarang tapi besok,"


"Siapa yang diantar pacarnya ma?" tanya Dirga seketika menghampiri keduanya.


"Ini Sena, kayak kamu dulu suka malu-malu buat mengakui pacarnya." ucap Renata jenaka.


"Oh Sena," katanya seraya memandang Sena tapi yang di pandangnya membuang muka.


"Maaf tante, aku permisi mau naik ke atas." Renata mengangguk seraya tersenyum manis.


Entah kenapa Sena malas rasanya melihat wajah Dirga, pria itu pasti akan berpikiran yang tidak baik tentang dirinya yang baru saja pulang bersama pria lain. Jangan salahkan Sena, salahkan saja Dirga yang tak menjemputnya.


Pria itu yang memulai pertikaian dalam hubungannya, bahkan Sena tak yakin jika nanti Dirga mau menerima kenyataan jika dirinya hamil karena hal ini pula membuat Sena enggan untuk memberi tahu tentang kehamilannya pada Dirga.

__ADS_1


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


__ADS_2