Love Toxic

Love Toxic
Bab 50 - Stand


__ADS_3

Matahari tenggelam di ufuk nya dan sudah waktunya Sena pulang dari tempat kerjanya, saat keluar ia telah di tunggu Nico tapi barusan Sena mendapatkan pesan dari Dirga jika pria itu akan menjemputnya pulang.


"Nico lo kok ada disini?"


"Gue kan tadi udah kirim pesan ke lo kalau mau kesini jemput lo pulang,"


"Pesan?"


"Iya tapi kayaknya lo enggak baca ya pesan dari gue,"


Sena lupa jika ia menyematkan semua pesan orang kecuali kontak Dirga.


"Sorry gue lupa enggak sempat baca Nic," ujarnya seraya melihat ke sembarang arah kemana pria itu tak juga menampakkan dirinya.


"Lo udah mau pulang kan?" Sena mengangguk.


"Ya udah ayo gue antar pulang,"


"Sorry Nic gue enggak bisa soalnya gue udah mau di jemput sama.. "


"Pacar lo?" Sena mengangguk, ia tak enak hati sebenarnya tapi mau bagaimana lagi dari pada nanti Dirga mengamuk jika ia memilih pulang bersama Nico.


Dan benar saja mobil milik Dirga telah sampai di parkiran Cafe, ia yang langsung menghampirinya saat melihat Sena bersama Nico.


"Maaf aku telat tadi agak macet," katanya seraya memeluk pinggang Sena.


"Nic sorry gue pulang duluan ya, sorry banget ya.. " Nico mengangguk lagi dan lagi pria tua itu yang jadi saingannya.


Apa yang membuat Sena lebih menyukai pria setua Dirga di bandingkan dirinya dan seketika Nico baru ingat sesuatu tentang Dirga.


"Orang itu bukannya suami dari kakaknya Maudy ya berarti dia juga kakak iparnya Sena, tapi kenapa mereka berdua?" Nico di buat penasaran tentang keduanya, ia harus mencari tahu tentang semua ini dari Maudy.


***


"Ngapain sih dia enggak ada bosannya deketin kamu terus," ujar Dirga seraya menyetir mobilnya.


Sena juga sama bosannya tapi mau bagaimana lagi ia tak mungkin menyuruh Nico untuk menjauhinya karena bagaimana pun Nico yang telah memberikan pekerjaan untuknya.

__ADS_1


"Ya udahlah mas biarin aja, toh nanti juga dia bosan sendiri."


Dirga sangat berharap Nico segera menjauh dari Sena ia sejujurnya tidak suka jika ada pria lain yang mendekati wanitanya, jika terus-terusan begini sepertinya Dirga harus segera menikahi Sena agar tidak ada lagi yang mendekati wanitanya.


"Kamu mau langsung pulang atau mau makan dulu kali aja kan kamu bosan makanan rumah,"


"Boleh, ayo kita makan di luar,"


"Btw Rania tumben enggak menginap lagi," Sena mencoba mencari tahu tentang Rania.


"Dia udah mas larang lagi pula kamu juga enggak suka kan sama keberadaan dia di rumah,"


"Iya enggak suka, oh iya orang tua Rania dimana ya mas kok dia sampai harus menginap di rumah kamu, di apartemen kamu?" Dirga melirik Sena tumben sekali wanitanya itu bertanya tentang Rania.


"Orang tua Rania mereka tinggal di luar negeri, Rania ke Indonesia dia kabur karena enggak mau di jodohkan dengan pria pilihan orang tuanya," Sena tidak percaya dengan penjelasan Dirga.


"Enggak mau di jodohkan apa emang dia masih cinta sama mas," cibir nya membuat Dirga menaikan bahunya.


"Ya bisa jadi seperti itu.. "


"Kenapa kalian putus apa karena mba Sarah?"


Ya, malam itu juga Dirga menjelaskan kenapa ia dan Rania bisa putus dengan sejujurnya mendengar segalanya Sena jadi merasa kasihan pada Dirga karena di tinggalkan hanya demi mengejar karirnya.


***


"Kamu nanti jangan pernah meninggalkan mas ya," Dirga memeluknya. Mereka sekarang berada di restoran seafood.


"Mas kali yang nanti ninggalin aku pas ketemu sama perempuan yang jauh lebih segalanya dari aku," ujarnya seraya memakan sukiyaki.


Bagaimana caranya Sena makan jika mereka terus berpelukan seperti ini, posisi mereka seperti ini berhasil mengundang perhatian pengunjung lain.


"Mas duduknya agak geser sedikit coba, jangan pelukan kayak gini terus malu dilihatin banyak orang ih," bukannya mendengarkan Dirga malah terus memeluk Sena.


"Enggak usah dengerin apa kata orang, kita disini makan itu bayar ngapain mikirin pandangan orang," Sena mencubit gemas pipi Dirga, ia melihat brewok jambang milik Dirga yang sepertinya jarang di urus.


Bagaimana mengurusinya jika dirinya saja terlalu sibuk dengan pekerjaannya jadi ia tak ada waktu untuk merapikan brewoknya sendiri.

__ADS_1


"Brewok kamu itu di potong coba,"


"Kenapa jadi tambah jelek ya?"


"Iya tambah jelek,"


"Nanti sampai rumah kamu yang rapikan ya, sekalian yang di bawahnya juga hahaha.. " Sena memukul perut Dirga bisa-bisanya pria itu bercanda seperti hal seperti saat mereka berada di tempat makan.


Dirga memang suka lepas kendali jika bersama Sena, pria itu tidak pernah malu untuk melakukan apapun bahkan jika ia mau menelanjangi Sena di tempat ini mungkin sudah ia lakukan tapi sayangnya wanitanya ini selalu mengingatkan untuk tahu batasan dimana tempat yang pantas untuk bermain.


***


Rania tengah berada di apartemen sudah dua hari ini ia tak mengganggu Dirga, ia hanya memberikan waktu untuk Dirga dan Sena menyelesaikan masalah mereka ia tahu ini semua baru permulaan jadi ia tak perlu ikut campur tapi tunggu tanggal mainnya tanpa perlu repot-repot mereka berdua pasti berpisah.


Ia masih ingat betul ketika Dirga marah hanya karena Rania mencoba memprovokasinya di kantor waktu itu.


"Kamu enggak malu apa ga, menjalin hubungan dengan adik ipar kamu sendiri?"


"Aku juga enggak habis pikir sama Sena kok bisa-bisanya dia mau menjalani hubungan terlarang ini sama kamu, sudah jelas-jelas kamu kan suami dari Sarah kakaknya sendiri," Dirga sedari tadi hanya diam terus mendengarkan ocehan Rania, sedari tadi ia menahan amarahnya.


"Dia pasti sudah menggoda kamu ya ga, sampai kamu terjebak dalam permainan dia?"


"Ck! Benar-benar tidak tahu malu dia, sebaiknya ga kamu segera usir Sena dari rumah kamu ini demi nama baik keluarga kamu Dirga.. "


"KAMU BISA DIAM ENGGAK! aku enggak suka ya kamu terus berbicara tentang Sena!"


Brak! Dirga menggebrak mejanya ia sudah susah payah menahan amarahnya, tapi Rania sudah tidak bisa di maklumi karena Rania terus membicarakan hal yang tidak baik tentang wanitanya. Padahal kebenarannya Rania tidak tahu sama sekali tapi beraninya dia berbicara tanpa mengetahui segala kebenarannya.


"Ini peringatan buat kamu ran berhenti bicara sesuatu yang enggak kamu ketahui, kalau aku masih dengar kamu bicara tentang hal itu lagi! lebih baik kamu berhenti bekerja di kantor ku."


"Besok-besok kamu enggak perlu menginap di rumahku, kamu udah tau kan kalau Sena enggak suka dengan keberadaan kamu di sana jadi aku enggak mau wanitaku merasa terganggu!"


"DAN JANGAN IKUT CAMPUR DALAM URUSANKU!"


Rania memejamkan matanya ia masih ingat semua ucapan Dirga, pria itu membentak dan memarahinya bahkan sekarang Dirga melarangnya untuk menginap kembali di rumahnya bahkan pria itu mengatakan jika Sena adalah wanitanya.


"****! Dasar J*lang tidak tahu malu," teriak Rania menggema di ruangannya.

__ADS_1


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


__ADS_2